<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156</id><updated>2012-01-28T11:32:39.499+08:00</updated><title type='text'>lelahluka</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://subflaph.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>371</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-3724939034763219181</id><published>2011-12-13T15:57:00.002+08:00</published><updated>2011-12-13T16:29:57.809+08:00</updated><title type='text'>Tentang semua</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;&lt;i&gt;prewords : Ini tentangmu&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;Ada yang menahannya disana. Ada sesuatu yang membuatnya tetap seperti itu. Berdiri di depan gerbang yang sunggung sangat dikenalnya. Gerbang besi bercat hijau, di depan rumah hijau. Hanya berdiri. Tidak mengetuk. Apalagi menggedor. Seperti kebiasaannya setiap kali datang. Padahal gerbang itu belum terkunci. Masih jam delapan malam. Ia lupa sejak kapan berdiri disitu. Mungkin sejam. Dua jam. Atau lebih. Menimbang untuk masuk atau tidak. Berfikir kata apa yang akan dikatakannya nanti jika ia masuk.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;Ini bukan kali pertama. Juga bukan hari pertama. Kemarin dan kemarinnya lagi pun sama. Selalu berdiri di depan gerbang. Entah apa yang ditunggu. Si lelaki sendiri tak mengerti kenapa bisa begini. Butuh berhari-hari untuk menyusun sekumpulan kata yang hendak disampaikan. Ribuan kata yang intinya adalah maaf. 4 huruf sederhana yang entah kenapa rasanya begitu berat. Bukan sekali-dua kali ia meminta maaf. Hanya untuk kali ini lain rasanya. Ini seperti kaset rusak yang diputar terus menerus. Hingga lama-lama ceritanya bisa ditebak. Basi. Terlalu basi untuk bisa dicerna lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;Samar si lelaki mengingat peristiwanya. Sedikit saja. Dibawah sinar mata tajam orang yang sangat disayanginya, si lelaki pergi. Pamit untuk sejenak menyepi. Si lelaki ingin orang itu mengerti bahwa dipaksakan bagaimanapun, tak akan ada keadaan yang lebih baik selain sebentar memisahkan diri. Memang ada hal-hal yang tak bisa berjalan bersama. Memang tidak semua kepala berisi sama. Inilah hidup. Inilah keluarga. Harus selalu ada beda. Itu indahnya. Itu seninya. Dan itu yang membuat manusia bertahan dari evolusi panjang. Karena manusia harus selalu mengatasi perbedaan antar sesamanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;Ego. Atau entah apa namanya. Si lelaki mendesah pelan. Alangkah besar kata itu. Menyangkut harga diri seorang manusia. Menyangkut seluruh tatanan kebersamaan hidup yang bernama keluarga. Ego yang bisa dalam sekejap menghancurkan semuanya. Diatas egonya manusia bisa hidup,. Dan ketika sayap egonya hancur, seketika itu juga seorang manusia bisa jatuh dan berkeping. Mendarat di kerasnya kenyataan. Si lelaki menyadarinya beberapa tahun belakangan. Bahwa kadang-kadang kita menetapkan harga terlalu tinggi untuk ego kita. Bahwa lamanya lamanya hidup membuat kita lupa untuk sedikit mengangguk dan merunduk. Merendahkan diri sederajat dengan bumi. Tempat dimana kaki kita bepijak. Tempat suatu hari nanti kita kembali. Bukan terbang melayang-layang dengan ego. Seperti orang yang sangat disayanginya itu. Yang hidup dalam kukungan harga diri. Yang kadang menautkan ego jauh diatas batas pengelihatan. Dan ego ini begitu rentan terhdap hal-hal yang seharusnya tak perlu diributkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Longgarkan pelukmu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Sandarkan bebanmu&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Lihat semuanya &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;tak lagi sama&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Tatap matanya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Dengar keluhnya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Biar dia bicara&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i&gt;Tentang semua *&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;Sambil bernyanyi pelan di luar gerbang, si lelaki melosot lunglai. Pelan dirabanya perut sebelah kanan. Ada perih menerobos. Sesuatu yang sejak tadi coba diltahannya. Sebetulnya perutnya belum mengijinkan si lelaki terlalu banyak terlalu lama berdiri. Belum lama berselang sejak dokter membuka perutnya dan mengambil sejumput usus busuk dari dalam sana.  Ia belum sekuat itu. Ia harus makan. Harus minum obat dan lalu istirahat. Bukan berdiri sendirian. Yang diinginkannya tidaklah banyak. Ia hanya ingin gerbang ini terbuka dan mereka bisa bicara. Si lelaki akan menjelaskan duduk masalahnya dan mereka akan mengerti. Lalu kembali ia dan mereka bisa bersama lagi. Hufff, entah batang rokok ke berapa kali ini. Puntungnya bertebaran di tanah. Dokter-dokter pasti sudah pasti akan menjembreng telinganya tinggi-tinggi. Si lelaki menyeringai. Pun, hanya sedikit yang dimilikinya sekarang. Salah satunya addalah rokok ini. Ia ingin menikmatinya sekali lagi sebelum pulang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;Pulang. Lagi, ada perih yang lain menyeruak ke permukaan. Dipandanginya rumah hijau itu. Seharusnya ia ada di dalam sana. Seharusnya ia tidak berkata pulang. Seharusnya ia berkata datang. Karena ini rumahnya. Disini ia tinggal. Rumah yang selalu menjadi tempat tujuan setelah semua perjalan. Ia membayangkannya pelan. Ada nasi hangat. Ada sayur kesukaannya. Ada kipas angin di kamar. Ada tivi tua yang gambarnya kian hari kian gelap. Ada sepatu coklat. Ada gitar kesayangannya. Ada orang-orang yang disayanginnya sepenuh jiwa raga. Si lelaki ingin mereka mengerti ini. Bahwa ia memang tak pernah mengatakan hurufnya. Tapi memang begitu keadaannya. Bahwa ia terlalu bodoh untuk membicarakannya. Bahwa ia terlalu takut untuk sendirian. Bahwa sampai kapanpun ia ingin tetap menjadi bagian dari rumah hijaunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;Si lelaki sudah duduk di atas motor ketika dengan putus asa ia memanggil sederet nomor di hapenya. Bunyi tuuuut berkali-kali tanda handphone tidak terangkat. Atau tidak diangkat. Si lelaki menyerah. Setidaknya buat hari ini. Besok ia akan mencoba lagi. Seperti kemarin. Seperti kemarin-kemarinnya lagi. Sampai nanti. Sampai suatu hari nanti pintu itu terbuka lagi. Sebelum berlalu ia sempat mengirim sms buat sang istri yang mungkin sudah cemas menunggu. "&lt;i&gt;panaskan sayur. Aku pulang sekarang&lt;/i&gt;”. Setelah itu si lelaki melaju ditelan malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;&lt;i&gt;Dd pulang, ma …&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;font-size: medium; "&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Footnote :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Penggalan lirik diambil dari lagu "Tentang Semua" - Mayday. Lagu ini direkam dengan penuh keharuan dalam sebuah studio, malam-malam. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-3724939034763219181?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/3724939034763219181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/3724939034763219181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/12/tentang-semua.html' title='Tentang semua'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-5763846239946610685</id><published>2011-09-29T22:23:00.003+08:00</published><updated>2011-09-29T22:40:00.735+08:00</updated><title type='text'>Wifey</title><content type='html'>&lt;div&gt;Prewords : time of my wife&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Lelaki itu adalah orang yang selalu sibuk dengan dunia (kecilnya). Selalu ingin menghabiskan waktu seperti itu; berkeringat, menjerit dan berlompatan macam kangguru di dalam studio musik. Jarinya mungkin tidak cepat. Tapi itu merupakan hobi yang akut dan tidak bisa ditawar sama sekali. Di lain waktu diletakkanya sebelah mata pada ujung lensa kamera. Menunggui golden hour saat senja menjelang. Seringkali tiba-tiba, ia begitu saja melepaskan diri dari kenyamanan rumah dan menggantinya dengan ransel besar. Menyusuri tanah lembab dan dinginnya Ciremai di kuningan.  Kemampuannya dalam bidang iseng dan bercanda mungkin setara dengan Jim Carrey. Ya, ia suka jahil. Korbannya seringkali ayah-ibunya sekalipun. Di lain waktu ia bisa tenang dengan buku dan segelas kopi di tangan. Kegiatan membunuh waktu yang maha mengasyikan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tapi seringkali juga ia bisa jadi seperti itu ; duduk diam berjam-jam lamanya. Memandangi tetes hujan di jendela, yang seringnya jadi lupa diri lalu berlari begitu saja berbasah-basah mirip anak-anak kecil. Sering kali ia lupa dan tidak peduli bahwa badannya rentan flu. Biasanya setelah itu ia harus membekali diri dengan handuk kecil untuk lendir-karena lelaki itu menghindari sebisa mungkin pemakaian tissue. Seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si lelaki tergolek di kasur mereka yang baru. Dengan rasa bosan sudah mencapai level yang pas untuk membuat kepalanya pecah. Dari sore sudah minta ijin istri untuk pergi. Sekedar berkumpul bersama teman. Ujung-ujungnya main gaple. Istrinya bukan tipe istri bawel. Atau pengekang. Atau seperti itu. Dia tidak pernah berkata "jangan" atau "tidak" untuk apapun yang lelaki itu mau. Karena selain menikahinya, si istri istri juga menikahi kebebasan si lelaki -untuk apapun. Tapi tadi sore dia hanya menghela nafas dan mengelus perutnya yang sedikit membuncit sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perut ?. Oh iya. Mereka sedang intens menungguinya. Calon putra atau putri mereka, insyaallah. Mohon doa ya ?. Jadi kembali lagi, sang istri hanya menunduk dan mengelus perutnya. Ini membuat si lelaki lemas mendadak. Bahwa artinya ia harus terjerembab lagi dalam kegiatan menyebalkan yang bernama bed resting. Tanpa gitar. Tanpa buku. Tanpa kopi. Tanpa rokok. Tanpa apapun yang bisa mencegahnya untuk mati bosan. Sekarang ini istrinya sedang tidur, sebuah kegiatan sela ditengah perjuangan bolak-balik ke kamar mandi untuk muntah. Tadinya si lelaki juga rajin menemani karena istrinya itu agak penakut. Lama-lama ia biarkan saja setelah meyakinkannya bahwa tidak ada setan yang berani muncul satu atap dengannya. Setiap kali sang istri merasa takut, Si lelaki bisiki dengan kata mesra : "sudah kamu jangan takut, setan juga minder kalah tanduk sama saya". Yap. Itu mujarab sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini si lelaki baru sadar orang hamil itu bukan main rasanya. Tidur susah. Makan susah. Kerja susah. Apapun susah. Apalagi punya suami yang nyusahin :)). Lantas ia ingat ibunya dirumah. Mungkin begini ya rasanya berjuang menjaga amanahNYA. Ia menyesal seringkali membuat beliau menangis. Kalau saja ia tahu, mungkin akan lebih berhati-hati lagi menjaga perasaan. Pelan-pelan si lelaki mengusap calon bayi mereka. Sedang apakah kamu disana ?. Adakah kamu merasa nyaman ?. Apakah kami sudah membuatmu kenyang hari ini ?. Ia berbisik-bisik sendiri. Mencoba menerka-nerka seperti apa jawabnya. Lalu si lelaki menangis pelan. Pelan sekali. Menyadari apa yang selama ini  dilupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hidup tidak usah selalu begitu ; sibuk mencari cara untuk meluapkan diri. Ternyata ada hal-hal indah diluar dunia kita. Ada hal-hal yang sebetulnya tidak perlu dicari kemana-mana. Hanya perlu begeser kesamping dan menunduk. Membiarkan dunia lewat tanpa harus ikut sibuk di dalamnya. Ternyata menjaga amanah bukan perkara gampang. Banyak hal-hal yang perlu dibagi bersama pasangan. Termasuk isi dunia kecil yang nyaman kita tempati sendirian. Ternyata menjadi ayah tidaklah mudah. Ada hal-hal yang memang perlu kita relakan untuk hilang bersama waktu. Dan jika kita ikhlas, Tuhan akan menggantikannya dengan jiwa-jiwa baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, baiti jan...eh maaf, ia masih dirumah mertua sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;,...istriku...duniaku.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-5763846239946610685?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/5763846239946610685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/5763846239946610685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/09/wifey.html' title='Wifey'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-4540612757784112331</id><published>2011-09-06T14:40:00.005+08:00</published><updated>2011-09-07T22:55:51.697+08:00</updated><title type='text'>sebentar bersama redi part V : tanggal 11</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Prewords : hahahahahaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Eh lebih deng&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: 3 thn lebih kali ye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: apaan cok tau2 lebih&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Dibaca dr atas donk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: apanyaaa. Gag ada apa2 lu salah windows goblog&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: coba ketik lagi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Minal aidin ye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: yoyy&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Mohon maaf lahir bathin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: iya lah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: 3 thn udeh gk ktemu2 lo&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: oh gt&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: red dateng ga ke si apan kawin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Tgl brp seh?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: 11 september&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Dmn ngewe nye?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: cuk mulut lu kaya comberan rek&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: di rembang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Rembang di jepara ye?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: yg di jawatengah red&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: bukannya sama ? emang lain ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: rembang ya rembang, jepara ya jepara&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;yubiworld: katanya lu ksini  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Gw susah ambil cuti boss&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: gila kaya pns aja &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Soalnye gw nge backup yg rmh nye jauh yg ud ambil cuti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: cok itu bukan nge back up...lu aja yg jadi korban&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Mknya lu cariin kerja bwt gw donk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: makanya lu ksini&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Yg pasti donk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: yaelah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: emangnya gw kim jong il&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hahhhhahaa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Sapa tuh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: lah lu ngapain ketawa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: dia itu sesuatu banget red&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Mksdnya itu nama orang ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: ...yah, lewat aja deh&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;reddy_viroid: No nye affan brp?  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: 081999015***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: soela_10 id nya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: buzz aja doi aktip&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Oh itu ym nye ye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: yoi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Ok deh..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Die kawin ma ape?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: sama pohon jambu red&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Cwe mane yg bs dboongin tuh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: hus lo ga boleh gt rd&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: dia tuh tahajut tiap malem&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: saban ari nyambangin dukun&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: minta jodo&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hwakakakakka&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: yaa walaupun mukanya belum jadi tapi niatnya mungkin tulus&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hwaakakakkaka&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Setan parah lu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: hahahahaha&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: ikut ga ni&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: gw mau nyetir ndiri ke rembang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: si arab juga kesana&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: tgl brapa tgl 11 itu ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: ga tau ah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Liat kalender donk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: di rumah lu ga ada klender apa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Rmh gw bkn di klender soalnye boss&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: maksud gw kalender&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: lu liat gih&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Gk ada bos..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid is typing...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Dibawa ma kyai tadi buat liat jumatan jadwal khotib nye sape&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hwakakakakaa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld:  jancuk&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;apan has joined the conference.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: ndi si redi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Erwin? Enggo?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: gak onok iku.aku nggolek redi !&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid has joined the conference.&lt;/p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Gmn niy jadinya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Afaan udah gk jupet lg dah&lt;/p&gt;apan: Jupet paan yak??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reddy_viroid: Peju mampet  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hahahahahahaha&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: ….. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: haaaaaaaaaahahha jancokkkkkkkkkkkk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Coookkk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hahahahahaa&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: jadi ga ke rembang red&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Tgl 11 hr apaan fan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Minggu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Si kendho mane?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: kendo sibuk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Ah sayangnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Red lo dtg k nikahan gw y klo g mau modar&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Gak gw usahain pasti dtg lah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: dih maksudlu ngetik apa si red gw kok pusing&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Maka itu tgl 11 hr apa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: tanya tanggal 11 hari apa lagi ….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Khn gw sama2 jupet ma lo waktu di malang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: coba lu cari di google pan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Jancok apan kmn?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Nge loco kali ye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: si apan lagi nyari di gugel 11 september tu hr apa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: mana si apan jancok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: pan !!!!!!!!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Hari minggu coookkk uda gw browsing &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Insyaallah fan gw dtg ma yubi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Trgantung bs ambil cuti pa gk ya nanti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Iya ni gw ngundang cok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Eh btw lu pada beli BB kek&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Jadi enak bs sosialisasi tiap hr&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: anjing bahasa lu ancur bgt&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: lagian gw ga yg ikutan mode pake bb&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Kyk mukenye affan donk ancur dan ga mode&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hewakaakkakaa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: hihihihi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: gw bilangin cok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; yubiworld: mana sih si apan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Dibilangin lg belajar ngeluarin jupetnye di kamar mandi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Antara itu ma cabutin jerawatnye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: ya owloh pannnnnnn pan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Jancok affan nangdi seh?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Goblok arek iki rek&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: maksudmu arek IKU ta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: koen kok jadi misuhi aku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Mksd gw si affan bleguk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Sensi aje lu bos bis merit&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Situ jg abis merit mulai jupet ye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Wkwkwkkwkww&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: sialan lu red&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Joancok kabeh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: whahahaha pan kata si redi muka lu ancur&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid:&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;mukenye kyk kendho kl diliat lama2&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Whakakakakaa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Cok gw pake lg red&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: narkoba ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Pake bb !!!!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Pin nye mane nyet?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: 2261***&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Mknya gw pikir di ym gw soela sapa ya tiap hr aktif&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Knfrm nyet&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: woi2 ngobrol diatur&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: ini to[piknya tour ke rembang !!!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: pan kita ngindep di mana nihg&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Nginep di jem*ut affan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Khn msh jupet si affan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Cok gatel&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Heheehhee&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Nginep d rmh sodara efi cok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Efi sape tuh?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: efi XL red xtra large yg dulu ituh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Calon gw cokk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Oh pasti nama panjangnya efilepsi ya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Wkwkwkkwwwk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: hihihi&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Cok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: untung ngga pakek B ya pan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: ??&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Tau yubi mksdnye ape seh gk jls deh kyk mukenye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: itu Calon, kalo pakek B kan Balon&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hahahaha&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: hahahhahaha&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: Balon gw cokkkk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: hahahahaha&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: ...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hwakakakaka&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hwakakakaka&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Bi lo dah resign to?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: udah fan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Knp lo resign?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Kerja sebentar mulu kyk jablay lo&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: cok mulunta redi kaya perampok rek&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hahahhahaa&lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Si efi ada adek or sodara2 nye yg cakep gk fan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: G ada&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Klo ada mnding buat heri cok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: si arab gimaa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Psisi enggo dmn si?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: di malang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Posisi nye sayap merayap si enggo&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Sama kyk emaknye yg kribo&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hwakakaakaka&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: hahahaha kaya cicak ya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Cok rusak lo&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Iye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Kyk jem*utnye si affan yg gk dicukur2 rambut emaknye si enggo&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hwakakakakakaka&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: cokkkkkk rusakkkkkkkkkkk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Heheeheheh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Cokkk&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: gimana nih&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: ini drtd ngomong ga ada ujungnya redi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Ywd ujungnye sumpel aje bos&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Biar gk keluar2&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: pan nikahlu bisa bubar kalo ngladenin si redi ngomong rusak&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Cok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Ywd tgl 11 insyaallah gw ikut kesana&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Kl gk bisanya tar gw kabrin deh ya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Soalnya msh bnyk yg cuti ne tmn2 gw&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Jd gw yg org jkt hrs backup org luar jkt&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: red lu ke crb dulu tar bareng ksana&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: tar nginep di rumah efi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: kita jajal dulu si efi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Gile cok si yubi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Efilepsi mau dipake jg&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Picek&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hehheeeheh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Bos lu jemput gw napak&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hahahahaha&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: jemput bagemananya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Jemput krmh gw&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: tar lak balik lagi !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Yo &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: goblok si redi masa gw suruh jemput ke rumahnya, emangnya lu lumpuh &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Sekali2 lah jemput gw&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Gw khn kangen lu ma affan jg&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hahahaaha.. Taik pusing inget2 jaman nya susah dulu ye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Biasa ma champion manager ber 3 ... &amp;lt;----  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;(so sweet ...)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Iya kan yg nyusain lo red&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Madirodok si affan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Hahhah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Gw rauk muke lo biar gk usap2 muke lg niy lo&lt;/p&gt;apan: Wkwkwk  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Eh sapa namanya yg kost enggo di enggo kamarnya deket &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;emaknye enggo?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Yg maen game sm enggo mulu tuh sm kyk si affan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: ngomongnya bingungin si redi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Yo cok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: yg kost di engo temennya enggo kamernya deket maknya enggo maen game sama enggo?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Dr dulu ky gtu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Satu angakatan ma lu bos&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Sapa namanya ah gw lupa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Sohib&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Oh iye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Hahahhahahahaha&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Wwlwlwlww&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Jembarsut kyk jem*utnye si sohib jem*ut berantakan dan kusut&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: rusak semua !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hehhee.. Gw mandi dl ah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: tukeran no hape sono&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: 0812291307**&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: 0819990157**&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: 0821100478**&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Yubi catet no gw&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: udah cok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Gk penting ah no gw&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld : jancok lu mencla mencle macem pemaen bokep aja&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Eh jancok kita khn blm pada minal aidin ya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: oiya jancok2 iki&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Minal aidin ya jancok mohon maaf lahir bathin&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: mindal aidin jancok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Mindal?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan:gw &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;G ah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Wah kafilun lu ye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Bnyk cok salah ma gw&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Gw g ada salah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: gw apalagi, gw bersih dr dosa men,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Muke lu jerawatan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: apan dosanya sebanding sm jerawatnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Muka gw dah bersih cok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: G ada jrwt lg&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Masak seh?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Lu amplas ye?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Ape beli muke second di bali?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Wwkkwkwkw&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: iya lu pan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: lu buru2 brojol sih ke dunia&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: padahal muka lu belum jadi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hwakakakakaka&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Parah si yubi nyelanye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: lu juga red !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hahaahahaaha&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Piss..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Setan baru jg lebaran ud nyela lagi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Si sohib gmn kbrnye fan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Mana kutau cok&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hahhaahhaha&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Tanya sohibnya tu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: No tlp+hp gk ada ye?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: lu kangen ya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hahahahahaa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Lucu aje kl liat mukenye&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;reddy_viroid: Hehehehehe&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: lu kata muka lu rapi red&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: muka lu kaya kakilima kena gusur pol pp gt&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Wkwkkw&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Lo kerja dmn red?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;yubiworld: red !&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Cok redi gatel&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;apan: Gateli&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;….hilang …&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-4540612757784112331?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4540612757784112331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4540612757784112331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/09/sebentar-bersama-redi-part-v-tanggal-11.html' title='sebentar bersama redi part V : tanggal 11'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-7282212261043613087</id><published>2011-08-13T13:32:00.002+08:00</published><updated>2011-08-13T13:35:50.319+08:00</updated><title type='text'>Air</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;prewords : flow&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Sore ini warga Cirebon digemparkan oleh berita buruk : PDAM akan (kembali) berhenti menyalurkan air ke rumah-rumah penduduk. Tidak tanggung-tanggung, 2 minggu !. Keruan saja ini membuat panik semua orang. Para pelanggan yang rata-rata tidak merasa perlu mengkonfirmasikan kebenaran berita ini lantas memaki-maki PDAM dan pemerintah daerah setempat yang dinilai tidak becus mengurus hajat hidup orang banyak. Apalagi pada waktu bulan puasa seperti ini, dimana kepentingan makan dan minum menjadi nomor satu. Tidak punya perasaan lah. Goblok lah. Sebagian malah membumbui dengan gossip lama yang selalu jitu memancing emosi : konspirasi. Menghalangi orang supaya tidak khusyuk berpuasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Si lelaki sendiri, yang begitu mendengar berita ini tanpa buang waktu segera menelepon PDAM pusat kotamadya Cirebon. Kronologisnya begini :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;L : halo PDAM Cirebon ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Petugas : (dengan suara lemah-gemulai yang cenderung terdengar malas-malasan) : Ya ada apa ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;L : Mau tanya bu, apa bener air mau mati ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;PDAM : HAH ?, yang bener mas ?, kata siapa ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;L : lah iya bu makanya saya tanya…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;PDAM : wah engga tau tuh, waduh gimana ini ?, sebentar saya tanya bagian yang ngurusnya…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;Bagian yang ngurus&lt;/i&gt;. Si lelaki mendadak ragu apakah nomor yang diteleponnya benar nomor PDAM atau salah sambung ke dukun beranak. Terdengar si ibu-ibu berteriak memanggil yang disebutnya bagian yang ngurus. Telepon di oper.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;PDAM : (suara cempreng mas-mas) : ya halo ada yang bisa kami bantu &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;L : iya pak. Mau tanya apa benar air akan berhenti mengalir ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;PDAM : Bapak kata siapa ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;L : di daerah kami beritanya begitu pak&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;PDAM : Wah saya juga engga tau. Saya orang baru sih. Saya sambungkan dengan atasan saya ya. Dia yang ngatur gitu-gitu&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Atasan yang ngatur gitu-gitu&lt;/span&gt;. Bagian apa pula itu ?. Si lelaki menunggu agak lama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;PDAM : halo…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suaranya berat dan mantap. Terdengar sangat meyakinkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;L : Halo pak, apa benar air akan berhenti mengalir ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;PDAM : Maaf ini dari siapa ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;L : (menyebut nama).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;PDAM : Nah, pak. Sejauh ini saya bisa yakinkan bahwa pasokan air ke pelanggan akan cukup lancar sampai setelah lebaran&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;L : jadi engga mati pak ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;PDAM : kami tidak mendapat informasi dari pusat untuk menghentikan penyaluran. Kalaupun ada, pasti kami informasikan dahulu ke pelanggan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;L : oke pak. Makasih.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;PDAM : sama-sama. Terimakasih telah menelepon PDAM kodya Cirebon.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suaranya berat. Mantap dan meyakinkan. Tata bahasanya terdidik dan terlatih. Si lelaki dengan tenang menutup telepon. Lalu menelepon nomor lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;L : halo, mah. Mungkin air akan mati. Siapin ember dan lain-lain. Dede pulang sebentar lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;M : hah ?, kamu kata sapa ?, yang bener ini ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;L : mungkin. Ini baru mungkin mah. Kita siap-siap aja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;M : ya iya. Walahhh. Mang misbaaakkk, ember mana ember….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebelum telepon terputus terdengar kepanikan khas ibu-ibu. Menyuruh pembantu rumah menyiapkan segala sesuatu untuk berjaga-jaga. Lalu malam itu, seperti juga ribuan pelanggan lain, mereka sekeluarga mengisi penuh bak-bak mandi. Ember.Panci. Wadah. Apapun saja yang sekiranya dapat menampung persediaan air. Mereka masih belum bisa lupa beberapa waktu lalu ketika PDAM mendadak menghentikan pasokan airnya. Seminggu penuh warga Cirebon kembali ke masa lalu. Berjuang mengerek timba dari sumur-sumur. Wah betapa repotnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Air. Kalau begini baru sadar betapa barang satu itu sangat berharga. Selama ini manusia salah dalam menilai harga. Batu keras seperti berlian harganya bukan main. Begitu juga emas. Salah dua contoh benda-benda yang kurang jelas gunanya. Dan malam&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;ini rasanya aneh menyadari kenapa justru benda-benda seperti itu yang dianggap lebih berharga. Memang, selalu ada harga buat sesuatu. Mungkin kita bisa katakan ini kepada anak-anak yang bermandi lumpur mengumpulkan butir-butir berkilau. Untuk lalu dipasangkan menjadi gigi emas para rapper.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hukum kekalan energy mengatakan bahwa tidak ada materi yang bisa hilang di alam semesta. Hanya berubah menjadi energy. Begitu juga air. Yang bisa dibilang volumenya tidak berubah sejak awal penciptaan bumi. Ya. Air selalu ada dimana-mana. Mungkin inilah yang membuat kita lengah. Seringkali kita lupa,&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;bahwa air juga harus dirawat. Seperti manusia yang bisa sakit, air pun bisa sakit. Karena hukum kekalan energi menjamin air akan selalu ada. Tapi tidak menjamin air minum selalu tersedia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jam 9 malam semua selesai dan sebuah sms masuk. “beneran, anjing, air mati !”. Si lelaki ngakak malam-malam. Entah apanya yang lucu. Entah untuk seorang teman yang terlalu percaya pada sistem payah negara menyedihkan ini. Atau teringat pada janji PDAM yang akan mengumumkan secara resmi, yang tentu saja meleset lagi. Sebelum tidur si lelaki membelai lembut kepala seorang perempuan yang berbaring di sebelahnya. Air, sayangku, adalah hidup kita. Selalu mengalir. Dan kita tak pernah sadar apa yang kita punya sampai alirannya berhenti. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-7282212261043613087?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/7282212261043613087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/7282212261043613087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/08/air.html' title='Air'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-5045911530900639736</id><published>2011-07-26T15:51:00.004+08:00</published><updated>2011-07-26T16:18:10.600+08:00</updated><title type='text'>Sebentar Bersama Redi part IV : spesialis IT</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin-top:0in;  mso-para-margin-right:0in;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0in;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;Prewords : lu search aja di mbah google ...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid : bos !!!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: ngagetin orang aja lu bangsat. ada ap &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Red,si apan kawin tgl 11 september di rembang.bunderin itu di kalender lu.kita berangkat barengan &lt;i&gt;&amp;lt;--- salah ngetik dan ngga jelas maksudnya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: bener red ? kt barengan aja ya ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: bener ne boss?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: maksud lu tanya apa negesin si ? tar kt brgan ye ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Abis lebaran khn?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: iya, kecuali lu ikut lebaran desember, kita barengan ya? &amp;lt;---&lt;i&gt; tanya untuk ketiga kalinya&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Hwakakakakakaa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Reminder gw lg ya        &lt;i&gt;....yang akhirnya tak kunjung dijawab ...&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: lu udah gawe dimana red&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: mau pindah ga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Pindah dmn?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: kesini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Mau donk?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: si arab mau disini juga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Cirebon yak?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: ya iya red emang gw di tel aviv apa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Tel aviv apaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: tel aviv itu yordania goblok&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Ohhhh.gw kira deket cakung itu. ogah ah jauh amat.  &lt;i&gt;&amp;lt;--- menanggapinya dengan serius&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: spesialisasi lu bidang apa sih&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Bidang IT bos&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: IT il ya ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Hwakakaka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: bagian bokepnya ya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Serius cumiiii&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: iya gw serous&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld : selain IT lu bisa apa lagi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Gw selain IT biasanya tanganin internet bos &lt;i&gt;&amp;lt;--- padahal kan sama ya ....&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: jgn di IT lah gw ragu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: tapi lu rasanya lu ga spesial di bidang apapun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Gw mau jd staff biasa aj kl gt bos&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: emang biasanya lu staff luar biasa ya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Ehehhehe&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: lu ksini aja sabtu bawa lamaran lu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: gila aja lu gw kesono trs keluar gawean gw&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: g ada yg bilang lu slama2nya disini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: sabtu ksini trus balim lagi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Gw krm lwt email aja gmn?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: lu tlp bini gw deh tanya2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Blm tentu dsono dapet&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: makanya sabtu ksini bawa lamaran begooooooo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Gw kerja nya shift2an bos&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: lu kerja jadi sekuriti ya kok shfit2an&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Jd sbtu gw kadang msk kdg libur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Namanya jg IT bos&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Apalagi jasa internet dan tv cable&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: erwin, plak, dll juga di IT tapi ga ada tu yg shift2an&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: MEDI*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: FIRSTMEDI*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: gw kira sekali media tetap media&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: bukan goblok ntu mah merdeka ini Firstmedi*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Search aja di mbah google&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: itu yg jualan panci2 masak ajaib "hanya 999.999" saja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: itu kah red&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Leper&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: leper tuh apaan si&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: kue ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Peler setan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&amp;lt;---- idihhhhh&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: hahahaha lu jorok aja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Bini lu bagian apaan bos?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: ya bagian ngumpulin org2 kaya lu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Setan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Emg gw diseleksia apa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: emang apaan diseleksia hahahahaha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: yang ada juga autis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid is typing...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Kyk org gk bs baca ma nulis tapi beda ma idiot &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&amp;lt;---- ahahahahahaha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: orang ga bisa baca si buta huruppppppppp&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Ada lg bos namanya itu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: hahahahahaha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Coba lu search di mbah google&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: alaaa lu juga baru tau kan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: kata2 lu sekarang dikit2 gugel&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Ah norak lo ah google aja gatau&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: ya gw tau maksud lu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Sial&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: lu epon bini gw aja skrg&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: tanya aja apa ada kerjaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Ah gw kagak enak bos&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: kaga enak kenapanya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Ya gk kenal bos lagian bini orang &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&amp;lt; ---- bodohhhh&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: anjing, yg kata bini setan siapa itu bini gw&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Heheehehe&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: ya ntar gw bilangin lu mau nilpun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Lowker nya ada apa aja bos?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;Yubiword: lu search aja di mba google&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: Siaul lu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: ya makanya lu bisa nya apa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: lu nyapu2 aja gimana sama garukin pantat gw&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;reddy_viroid: ok bos&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;gw &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;&amp;lt; ------ haaaah ?&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: yawda lu tlp bini gw aja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;reddy_viroid: Hahahhahaa gw cabut dl&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; line-height:normal"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;yubiworld: knapa lu ktawa red lu gila ya? udah udah aja ksini sabtu pan gw dah bilang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=" Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;BUZZ!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; mso-fareast-Times New Roman&amp;quot;font-family:&amp;quot;;font-size:12.0pt;"  &gt;hilang ......&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-5045911530900639736?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/5045911530900639736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/5045911530900639736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/07/sebentar-bersama-redi-part-iv-spesialis.html' title='Sebentar Bersama Redi part IV : spesialis IT'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-2747401203697310562</id><published>2011-07-25T14:05:00.001+08:00</published><updated>2011-07-25T14:06:41.489+08:00</updated><title type='text'>What love is</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:"Times New Roman";  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;preword : erase all the pain till its gone&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Minum kopi di siang terik ternyata enak betul. Setidaknya buat lelaki itu.&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;Rokok di tangan mengepul tak kunjung putus. Sesekali mulutnya meniup-niup kopi dalam gelas. Cuaca panas ini sedikit tertolong dengan angin laut utara yang berhembus tenang. Ya, tenang sekali. Seperti si lelaki yang tengah menikmati kopi. Ia tengah berada dalam puncak ketenangannya. Bukan diam. Tapi mengalir seperti angin. Seperti asap rokoknya. Dan seperti kopi dalam gelas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Rumahnya sepi saja. Padahal ini hari libur. Entah kemana sisa penghuninya. Tadi ia terbangun dan menemukan rumah itu sudah senyap. Hanya segelas kopi yang lumayan masih panas ada di meja. Si lelaki tersenyum sedikit. Ia tahu siapa yang membuatkan. Pandangannya jatuh ke jari manis kanan. Sebentuk logam putih melingkar disana. Dengan simbol bass di bagian atas. Diusapnya pelan. Berkeras ia merancang desainnya sendiri. Sederhana. Tanpa emas. Tanpa mata cincin. Tanpa grafir nama. Tapi kalau boleh ia yakin, cincin seperti ini cuma ada dua di dunia. Satu ia punya. Satunya lagi milik istrinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;ISTRINYA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Diejanya lagi kata itu. I S T R I K U. Si lelaki sendiri lupa bagaimana ceritanya ia bisa beristri. Sesuatu yang dulu jauh sekali dari pikiran. Hari-harinya hanya diisi hal-hal seperti itu ; gaple - slipknot - kantor. Ternyata hidup bisa jadi demikian misterius. Ternyata sebentuk logam bisa mengalihkan semua itu dari dunianya. Dengan ikhlas ia mengurangi banyak waktu untuk sesuatu yang sama sekali lain untuk &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;tujuan yang samasekali lain. Walaupun kadang masih risih dengan semua itu ; segelas kopi pagi, baju yang terlipat rapi, dan sarapan dalam kotak makan untuk dibawa ke kantor. Malu-malu ia menjawab “isteri saya yang membawakan” ketika orang sekantor bertanya mengapa lelaki itu makin sering membawa kotak-kotak plastik berisi sarapan pagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Sungguh. Bukan ia berubah menjadi orang lain biarpun kemejanya makin hari makin rapi. Waktunya berkumpul dengan kawan-kawan makin berkurang. Pertama kali dalam sejarah karinya di dunia per-gaple-an ia absen sebulan lebih. Ia &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;menolak halus ajakan seorang teman untuk ngopi. Menggeleng untuk tawaran ngejam malam-malam. Dan tidur selalu lebih cepat dari biasanya. Ia masih lelaki yang sama. Seperti waktu-waktu lalu. Hanya saja lelaki kecil itu ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama istrinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Selebihnya masih sama. Si lelaki masih menyempatkan diri beberapa jam bermain game sebelum tidur. Ia masih mampu menemani tamu kantor tanpa harus pulang dalam keadaan limbung. Pun, tetap saja muntah ketika berkumur dengan obat kumur yang pedas itu. Menyecapi hidup lebih dalam&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;bukanlah hal yang buruk. Biar itu akan membuat kita disebut tua.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Selamanya, jejak kita akan ada di masa lalu. Entah dalam kotak, lingkaran atau berceceran dalam lembar-lembar yang menguning oleh masa. Dan waktu adalah penjaga yang baik. Sesuatu yang sangat luas. Sangat luasnya sehingga kita bisa berkata, jika malaikat dan iblis bermain bola, maka waktu adalah lapangannya. Ia menyimpan. Memelihara. Melupakan. Dan menyembuhkan. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-2747401203697310562?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/2747401203697310562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/2747401203697310562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/07/what-love-is.html' title='What love is'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-681354353982827694</id><published>2011-06-17T17:05:00.009+08:00</published><updated>2011-06-22T17:33:15.498+08:00</updated><title type='text'>Blendrang Senja</title><content type='html'>Prewords : I know you know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang - orang selalu bertanya padanya tentang senja. Ya, jawabnya. Si lelaki memang mengenalnya. Ia mengenalnya melalui bisik-bisik perdu semak liar di sebelah meja batu. Ia mengenalnya dari nafas angin laut. Ia mengenalnya ketika sekali lagi matahari meredup. Memberi kesempatan bumi untuk memperbaiki diri. Ia mengenalnya lewat lembar-lembar kertas gambar. Ia mengenalnya dari tattoo gambar payung di lengan. Ia mengenalnya ketika lampu-lampu taman mulai dinyakalan. Ia mengenalnya dari warna-warna emas di antara langit. Ia mengenalnya ketika memandangi manuskrip "blendrang lebaran" yang terkenal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu orang-orang bertanya dimanakah senja sekarang. Si lelaki menggeleng pelan. Lama berselang semenjak itu. Ketika hujan deras yang menyirami siang yang panas dan payung  jadi tidak berguna. Tapi selepas malam yang penuh api bertahun lalu,si lelaki jadi tak peduli lagi. Ia memberi jarak dengan langit senja dengan memandanginya dari bawah sini, di bumi tempat manusia berpijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cirebon. Tempat ini sungguh ajaib. Kamu bisa kehilangan sekaligus menemukan disini. Ada waktu-waktu dimana segala sesuatu seperti sangat hidup. Seperti ketika kamu membaringkan tubuh di lapangan rumput dan mendengarkan akar-akar dan daun-daun yang tumbuh. Dan kamu akan terlena tanpa menyadari hidup tidak akan menunggu sampai kamu siap. Disinilah si lelaki belajar menulis ulang semuanya. Menggambar lagi bagian-bagian yang terlanjur buram. Merapikan lagi yang berantakan. Dan lalu membuang sauh untuk sebuah perjalanan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah. Semuanya berlalu begitu saja dan dengan baik-baik saja. Sampai hari ini, si lelaki melewati senja di atas matic hitam bersama seseorang yang belakangan ini selalu melingkarkan tangan pada tubuhnya. Begitu tenang dan menyejukkan. Senja mengambang pada wajah mereka yang berubah menguning. Dari atas jembatan layang si lelaki bisa melihat semuanya. Sore yang tak berhuruf indahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bagian darinya yang ingin untuk sekedar menoleh kebelakang. Membuka lagi tutup kotak kecil itu dan memastikan semuanya sudah terlewati dengan baik. Pada sore yang indah itu si lelaki tersenyum. Mungkin perempuan di belakangnya juga. Satu hari senja akan datang pada mereka. Ketika kulit mengeriput dan rambut memutih. Ketika yang namanya cinta bukan lagi untuk dirasa atau diraba. Ketika kobaran itu memudar dan menyisakan bara hangat. Mendaur ulang putaran hidup mereka. Dan saat itu mereka akan siap menghadapkan wajah pada Pemilik Senja. Untuk berterimakasih dan memuji. Untuk satu sore yang indah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-681354353982827694?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/681354353982827694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/681354353982827694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/06/blendrang-senja.html' title='Blendrang Senja'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-287925675801740391</id><published>2011-05-02T10:42:00.009+08:00</published><updated>2011-05-09T15:12:59.483+08:00</updated><title type='text'>Wajah-Wajah tanah liat *</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-size: larger;"&gt;Prewords : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-size: larger;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pada waktu yang berjalan mundur&lt;br /&gt;menemu tapak kaki yang masih basah&lt;br /&gt;sisa lelehan  hujan yang berhenti sedetik lalu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang tenang - ruang yang sepi. Dibacanya lembar hitam itu. Pelan. Huruf demi huruf. Kata demi kata. Baris demi baris. Pelan-pelan sekali. Seolah takut ada yang terlewatkan. Seringkali matanya kembali pada bagian-bagian tertentu. Untuk benar-benar memahami. Atau sekedar mengulangi majas yang ia suka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang si lelaki menggigit bibir. Kadang menautkan alis. Kadang tersenyum. Kadang tertawa. Kadang mencatat. Lebih banyak menahan nafas. Pada tahun-tahun belakangan ini ia berfikir sudah melihat hampir apapun. Jarang ada yang membuatnya kaget lagi. Tapi hari ini ia kembali ternganga. Kehilangan bahasa. Mungkin "dahsyat" bisa sedikit mewakili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang tertulis disana begitu khas sekali dengan orang itu -penulisnya-. Hitam. Kelam. Sederhana dan langsung pada intinya. Iman orang itu terhadap warna hitam bisa disetarakan dengan kepercayaan pagan terhadap api. Si lelaki pernah bertanya kepadanya tentang warna hitam. Arti warna hitam. Kenapa ada warna hitam. Kenapa harus pakai warna hitam. Orang itu menjawab semuanya dalam sebuah kalimat pendek saja. Ya, cuma sependek ini : hitam itu...enak, bisa ilang di tengah banyak orang. Si lelaki melongo. Tak mengira jawabannya akan sependek itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh. Si lelaki pernah begitu. Duduk berhadapan dengannya.  Dengan bergelas-gelas kopi. Berbatang-batang rokok. Bertumpuk-tumpuk buku. Berkeping-keping kaset. Di dalam kamar kost di Surabaya yang panas. Hanya untuk mengerti hitamnya. Sampai suatu saat si lelaki mencapai pengertian tentang itu. Bahwa hitam adalah ibu dari segala sesuatu. Bahkan ibu dari alam semesta dan waktu. Kelak warna hitam jugalah yang tersisa setelah semua yang pernah diciptakan akan dihancurkan. Sejak itu kecintaannya terhadap warna hitam seperti batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, orang itu mengajarinya banyak hal yang terlewatkan oleh orang kebanyakan. Untuk selalu memiliki sudut pandang baru ; kita tak bisa melihat gunung secara utuh dari sisi yang sama. Untuk selalu terbuka pada ide-ide baru. Untuk selalu melihat bahwa ada setiap alasan untuk setiap kejadian. Bahwa ada kebenaran diluar pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun-tahun berlalu. Ketika akhirnya mereka sampai pada batasnya. Jalannya bercabang. Dan tidak semua hal baik dilakukan bersama-sama. Disanalah mereka saling melambaikan tangan. Singkat saja. Tapi ada beberapa bagian dari waktu yang rasanya bisa membunuhmu. Mendadak semuanya jadi sepi. Telaga itu surut seketika. Hanya meninggalkan setumpuk buku sejarah pewayangan dan beberapa kaset old-school punk. Seolah benda-benda itu adalah monumen ; kalau kamu kembali aku tidak disini lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini. Ruang ini. Jutaan tahun cahaya darinya, dengan titian setipis benang. Si lelaki tergugu. menjamahi huruf-huruf yang ia kenal. Kata-kata itu. Gambar-gambar. Bahasanya. Semua masih ada di tempatnya. Semua masih seperti apa adanya. Si lelaki tersenyum. Alangkah beruntungnya aku, pikirnya. Ia banyak mengenal orang-orang hebat. Yang mengajarinya banyak hal hebat. Ya, bukankah kehidupan adalah sebuah kampus mahabesar ?. Hmmm. Si lelaki tersenyum kecil. Lalu menutup livejournal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, waktunya untuk bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;It is fully about and dedicated to iyu&lt;br /&gt;footnote :&lt;br /&gt;*   Tag dari sebuah livejournal&lt;br /&gt;** Salah satu tulisannya. Selengkapnya adalah :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:78%;" &gt;&lt;span class="subj-link"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;puisi nisbi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);font-size:78%;" &gt; &lt;/span&gt;  &lt;p style="font-style: italic; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: larger;"&gt;Pada waktu yang berjalan mundur&lt;br /&gt;menemu tapak kaki yang masih basah&lt;br /&gt;sisa lelehan  hujan yang berhenti sedetik lalu&lt;br /&gt;namun teka teki waktu&lt;br /&gt;adalah hal yang tidak kunjung kuurai&lt;br /&gt;karena sedetik lalu&lt;br /&gt;tidak pernah berada disitu.&lt;br /&gt;tersimpan rapat dalam kotak masa lalu&lt;br /&gt;beku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-287925675801740391?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/287925675801740391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/287925675801740391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/05/wajah-wajah-tanah-liat.html' title='Wajah-Wajah tanah liat *'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-4391935423439680630</id><published>2011-03-15T16:07:00.003+08:00</published><updated>2011-03-15T16:33:24.204+08:00</updated><title type='text'>sebentar bersama redi part II : oper</title><content type='html'>Prewords : hahahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reddy_viroid: Bosss&lt;br /&gt;yubiworld: ya reedddddddddddd&lt;br /&gt;yubiworld: ada yg bisa sy bantu&lt;br /&gt;reddy_viroid: Gmn kbrnya&lt;br /&gt;yubiworld: baik&lt;br /&gt;yubiworld: lu sendiri gimana red&lt;br /&gt;yubiworld: lu perhatian banget&lt;br /&gt;reddy_viroid: Baik bossss&lt;br /&gt;yubiworld: dimana ini&lt;br /&gt;reddy_viroid:  Di kantor&lt;br /&gt;reddy_viroid: Oper2 cwe lah bossss&lt;br /&gt;yubiworld: lu kata cewe itu bola&lt;br /&gt;yubiworld: maen oper&lt;br /&gt;reddy_viroid: Hahahahahaah&lt;br /&gt;yubiworld: ketawa lu kaya germo, setan&lt;br /&gt;reddy_viroid: Serius ne&lt;br /&gt;yubiworld: serius jg gw red gw ga ngoper2 cewe&lt;br /&gt;reddy_viroid: Yg ada ym nya lah&lt;br /&gt;yubiworld: ga ada&lt;br /&gt;reddy_viroid: Setan lah&lt;br /&gt;yubiworld: lu mau yg gimana si&lt;br /&gt;yubiworld: yg aga kriting mau ga&lt;br /&gt;reddy_viroid: Kriting gpp kok?&lt;br /&gt;yubiworld: maksud gw ikal&lt;br /&gt;reddy_viroid: Mana fotonya bos?&lt;br /&gt;reddy_viroid: Ada gk?&lt;br /&gt;reddy_viroid: Nak mn?&lt;br /&gt;yubiworld: cok masih musim aje foto2an&lt;br /&gt;reddy_viroid: Kl bs anak jkt&lt;br /&gt;reddy_viroid: Situ khn bnyk ym cwe&lt;br /&gt;yubiworld: dia kerja di jkt&lt;br /&gt;yubiworld: namanya illa&lt;br /&gt;yubiworld: tp jgn kata gw jing !&lt;br /&gt;reddy_viroid: Hahahahahaha&lt;br /&gt;reddy_viroid: Ya iyalah&lt;br /&gt;reddy_viroid: Di sortir dl lah&lt;br /&gt;BUZZ!!!&lt;br /&gt;reddy_viroid: Iya&lt;br /&gt;reddy_viroid: Mana bos?&lt;br /&gt;reddy_viroid: Ada pin bb nya gk?&lt;br /&gt;yubiworld: ga tau gw&lt;br /&gt;yubiworld: kayaknya doi ga punya bb dan agama&lt;br /&gt;reddy_viroid: Ywd mana&lt;br /&gt;yubiworld: omh**k@yahoo.com&lt;br /&gt;yubiworld: it ym aliasnya&lt;br /&gt;yubiworld: sukanya sm om2&lt;br /&gt;yubiworld: jd gtu&lt;br /&gt;yubiworld: cok sm cw nya jgn bilang dr gw !&lt;br /&gt;yubiworld: red&lt;br /&gt;yubiworld: lu kapn ke crb&lt;br /&gt;reddy_viroid: Gw gk tau bosss&lt;br /&gt;reddy_viroid: Knp&lt;br /&gt;yubiworld: ya gw tanya aja&lt;br /&gt;reddy_viroid: Cwe nye mane cumi?&lt;br /&gt;yubiworld: tadi sih ?!&lt;br /&gt;reddy_viroid: Om henk itu si plak setannnnn&lt;br /&gt;yubiworld: hahahahahahahahahaah&lt;br /&gt;reddy_viroid: Emg gw gk tau apa2&lt;br /&gt;yubiworld: haiahiahaihaia&lt;br /&gt;reddy_viroid: Setaanannn&lt;br /&gt;yubiworld: hihihihihihi&lt;br /&gt;reddy_viroid: pdhl itu ud tau dr dl nick itu&lt;br /&gt;reddy_viroid: Gw sering yman jg ma dia&lt;br /&gt;yubiworld: lagian lu red&lt;br /&gt;yubiworld: kaga ada insyap nya lu&lt;br /&gt;yubiworld: dunia dah mo kyamat&lt;br /&gt;reddy_viroid: Hwakakakakakaak&lt;br /&gt;yubiworld: ktawa mulu lu, sarap lu ya&lt;br /&gt;reddy_viroid: Setananan&lt;br /&gt;yubiworld: apa tuw setananan ?. ada juga lu, setanenen&lt;br /&gt;reddy_viroid: Ahahahhhahaahah&lt;br /&gt;yubiworld: nyokap lu apa kabar red&lt;br /&gt;yubiworld: masih cakep ga doi&lt;br /&gt;reddy_viroid: Monyeeettttt&lt;br /&gt;yubiworld: gila lu red&lt;br /&gt;yubiworld: nyokap lu dikata monyet&lt;br /&gt;reddy_viroid: Hehehehehehe&lt;br /&gt;yubiworld: lu ngomong sih haha hehe mulu&lt;br /&gt;yubiworld: red ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hilang .....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-4391935423439680630?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4391935423439680630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4391935423439680630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/03/sebentar-bersama-redi-part-ii-oper.html' title='sebentar bersama redi part II : oper'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-7886613398522707581</id><published>2011-03-15T11:22:00.003+08:00</published><updated>2011-03-15T16:07:11.388+08:00</updated><title type='text'>Sorry</title><content type='html'>Prewords : We are over.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditatapnya wajah itu ketika mereka bersalaman. Berkali-kali. Dalam-dalam. Meyakinkan bahwa yang dijabatnya adalah orang yang sama. Yang bersama 25 tahun dalam mangkuk besar bernama persaudaraan. Beberapa bagian darinya masih sama. Masih seperti dulu ketika mereka  menghabiskan masa-masa itu. Mulai dari berlompatan di pinggir kali untuk capung dan ikan-ikan kecil. Atau bersepeda sampai Yogya Siliwangi hanya untuk memegangi mainan yang dipajang disana. Sampai mengarungi jarak sepanjang garis pantai pulau jawa, untuk meraih sesuatu yang disebut kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam. Ketika mereka berkumpul dalam ruangan yang sama. Dengan lampu kuning meremang yang sama. Dengan teman-teman yang sama. Menghadapi kartu-kartu yang sama. Dimanapun tempatnya. Di ruangan ini. Di teras-teras rumah. Atau di lereng gunung yang dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu yang ia rasakan. Sesuatu yang seharusnya tak ada. Dingin yang seharusnya tetap tinggal di gunung. Bukan disini. Bukan tengah-tengah manusia-manusia ini. Hufff..., si lelaki mengeluh. Dalam hati saja. Alangkah lama waktu berlalu. Ia ingin tahun cepat berganti. Agar waktu bisa menyembuhkan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekarang cinta bukanlah sahabat bagiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sekarang kita berdua telah jadi musuh*&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Netral. dari Hp yang mempunyai fitur pemutar audio. Jujur saja, si lelaki itu tak begitu suka Netral. Tidak, semenjak mereka menyanyikan cahaya bulan yang -menurutnya- payah. Tapi kali ini lagu itu masuk begitu saja. Menyelinap bersama angin. Mereka semua terdiam. Ini juga aneh. Sesuatu yang jarang ada diantara mereka. Dan ini sungguh menyiksa. Lalu seseorang lain berdehem. Entah siapa. Dan untuk apa. Mungkin sekedar mencairkan suasana. Tapi entah kenapa ini malah membuat ruangan makin aneh. Lalu diam itu makin pekat. Pekat dan padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang bisa diduga pada akhirnya. Seseorang bangkit. Tanpa banyak bicara. Berlalu begitu saja dan menghilang ditengah malam. Lama setelah itu masih tak ada yang bicara. Sampai salah seorang dari yang tersisa mengambil inisiatif untuk mulai membagikan kartu lagi. Lalu permainan mulai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang hilang. Tapi malam terus bergulir. Dan permainan masih terus berjalan. Seperti juga seseorang disana yang masih terus berjalan. Seperti juga si lelaki yang masih terus melangkah untuk menerima semuanya dengan lapang dada. Bahwa ada hal-hal yang memang mungkin ada hal-hal yang seharusnya dibiarkan begitu mengalir begitu saja. Seperti lagu Sorry yang entah mengapa tiba-tiba terasa begitu menyentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semoga esok lebih baik dari hari ini ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Footnote :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;* lirik lengkap &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="font: 13px/1.25em arial,sans-serif; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;             Sekarang cinta bukanlah sahabat bagiku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sekarang kita berdua telah jadi musuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Kata sayang sepertinya juga telah hilang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mereka pergi angkat kaki jauh dari sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sorry, kita tak sejalan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sepertinya kita tak sepaham&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sorry, sorry&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sekarang aku berkawan dengan kesepian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sekarang kita berdua sependeritaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Belajar mengenal cinta arti kata sayang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; S’moga esok lebih baik dari hari ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sorry, sorry, sorry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-7886613398522707581?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/7886613398522707581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/7886613398522707581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/03/sorry.html' title='Sorry'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-8502043847289280388</id><published>2011-03-11T16:49:00.003+08:00</published><updated>2011-03-11T17:22:50.092+08:00</updated><title type='text'>ponakan-ponakan ceria</title><content type='html'>Prewords : when stupidity takes level&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I&lt;br /&gt;Paman    : Falu kenapa tadi malam kok tidur ?&lt;br /&gt;Falu         : emang om ngga tidur kalo malam ?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maafkan pamanmu yang bodoh ini nak ....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II&lt;br /&gt;Paman    : Lintaaaaang, mandi sanah udah sore !&lt;br /&gt;Lintang  : Udah !. Sendirinya aja ngga pernah mandi sore !, kalo pulang selalu malem !,Bangun      siang    terus !, solat subuh nunggu dimarahin embah ! ....&lt;br /&gt;Paman   : errr...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;SELALU siapkan dirimu dari serangan balik. Terutama yang bertubi-tubi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III&lt;br /&gt;Paman   : neng fasyaaaaa&lt;br /&gt;Syafa      : aku syafa, kalo ade fasya ....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seharusnya ada aturan untuk membedakan nama adik - kakak. YANG JAUH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV&lt;br /&gt;Paman : de fasya ....&lt;br /&gt;Fasya   : ngg... ng&lt;br /&gt;Paman : ngompol kah ?&lt;br /&gt;Fasya   : ng...ng.....&lt;br /&gt;Paman : ko ng ... ng.. terus yaa ?&lt;br /&gt;Falu     : kan ade belum bisa ngomong !&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;( ow ow.... this is my major brain-fails)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-8502043847289280388?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/8502043847289280388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/8502043847289280388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/03/ponakan-ponakan-ceria.html' title='ponakan-ponakan ceria'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-6141000995323853817</id><published>2011-02-07T10:57:00.000+08:00</published><updated>2011-02-07T11:05:22.879+08:00</updated><title type='text'>Putaran waktu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin-top:0cm;  mso-para-margin-right:0cm;  mso-para-margin-bottom:10.0pt;  mso-para-margin-left:0cm;  line-height:115%;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Prewords : Aku, kamu, dan mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Dalam putaran pikirannya, konsep tentang waktu adalah sesuatu yang membingungkan. Sebuah penamaan terhadap ritme kehidupan yang berawal entah kapan. Mungkin ketika denyut besar itu dimulai. Mengembang sampai volme maksimal. Kemudian diciutkan seperti awalnya. Menjadi sebuah titik dengan kerapatan tak terhingga. Beberapa anggapan waktu akan berakhir disini. Sebgaian lagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengatakan bahwa itu baru satu petak kecil saja. Seperti jantung yang berdegup. Mengembang dan menciut. Sampai mati. Sampai tak bisa berubah lagi. Maka ketika itulah waktu baru benar-benar akan berakhir. Masalahnya adalah, apakah konsep waktu benar-benar berguna ketika prosesi kembang-kempis itu takkan berakhir ?. Dan apakah hanya ada satu degup yang melakukan ritual itu. Bagaimana kalau ada semesta-semesta lain yang melakukan prosesi yang sama ?. Kapan mulainya ?. Kapan akhirnya ?. Lalu kepada apakah waktu akan ditambatkan sebagai patokan ?. Karena sepertinya mustahil membayangkan ada waktu yang berjalan beriringan dengan keabadian. Jadi sebetulnya, apakah waktu itu ada ?. Ataukah delusi masal seluruh manusia ketika mereka melihat arloji dan mengatakan jam berapa sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Dalam putaran jarum jam dan pertanyaan seperti itu jugalah si lelaki hidup dan berputar. Diatas permukaan bumi yang menua bersamanya. Dalam dunianya yang tak besar lagi. Menjalani hari-hari layaknya seorang lelaki biasa. Bangun pagi. Pergi bekerja. Pulang sore. Lalu mengunci pintu rumah dan tidur ketika malam sudah sangat larut. Masih disempatkannya juga untuk sekedar berkeringat dalam studio. Atau menyambangi dingin kaki Ciremai. Atau setidaknya membawa kamera saku kemana-mana untuk menangkap momen-momen yang disukainya. Sebisa mungkin ia melakukan hal yang berbeda setiap hari. Bukan apa-apa, si lelaki benci rutinitas. Ia tak ingin hidup seperti jarum jam. Selalu mengerjakan hal yang sama, berkarat lalu mati. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Dalam putaran hari-hari yang makin melelahkan si lelaki harus mengakui sekali lagi, bahwa ia tak muda lagi. Sering ia menengok sekeliling. Sepi. Hampir semua temannya sudah menepi dari masa lajangnya. Tertambat pada seseorang. Untuk kemudian melakukan perjalanan baru yang samasekali lain. Agak kekanakan memang. Tapi kadang ia sungguh merasa kesepian. Lalu cepat-cepat dihapuskannya pikiran seperti itu. Dipandanginya mereka semua dengan bangga. Dan iri tentu saja. DImulai dari Delly. Arif. Lalu berderet sampai ke Plak. Atau seperti apa urutannya ia lupa. Dan yang terakhir Erwin. Semua sudah berlabuh. Beberapa bahkan sudah berputra atau putri. Hmmh. Ia berjanji, setelah ini gilirannya. Dengan izin Tuhan tentu saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Dalam putaran-putaran itu, ada saat-saat dimana ia merasa waktu seperti berhenti berjalan. Terjebak dalam suatu kurun masa lalu behenti. Seperti ketika mereka, - ia dan seorang rekannya-&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengunjungi sebuah …ah, apa istilahnya, sebuah tempat kecil bernama Ciledug dalam rangka tugas kantor. Bukan Ciledug-Jakarta. Tapi Ciledug betulan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tempat ini seperti tak tersentuh waktu. Begitu kecil. Tua. Agak semrawut memang. Tapi ya itu tadi, waktu seolah tidak ada disini. Bangunan-bangunan tua. Rumah-rumah tua. Orang-orang tua. Mebel tua. Pohon tua. Hampir semuanya dibiarkan begitu saja. Terpencil dan apa adanya. Termasuk seorang bapak yang luar biasa ramah, yang menyambut mereka. Sebuah rumah tua.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Besar dan asri. Rumah itu sekaligus menjadi pabrik kecap yang diberi merk Oedang Sari. Sebut merk ?. Hohoho tentu saja. Bukan berdusta bila si lelaki bilang bahwa ini kecap paling enak sedunia. Ia tak terlalu suka makan dengan kecap. Tapi yang ini lain. Sungguh. Diolah secara (amat) tradisional dan sangat bersih. Si bapak ramah itu membawa mereka masuk rumah-pabrik itu. Memperlihatkan isi rumah yang mungkin tak berubah semenjak puluhan tahun lalu, termasuk resep dan cara pembuatan kecapnya. Benar-benar antik dan orisinal. Mau ?.Silahkan coba.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Dalam putaran-putaran itu, ada saat-saat dimana waktu seperti berhenti berjalan. Terjebak dalam satu ruangan dan tak bisa keluar lagi. Seperti ketika mereka, – ia dan beberapa rekannya duduk menghadapi orang itu. Seorang yang angkuh luar biasa. Dengan pemikiran-pemikian aneh yang cenderung tolol. Berbicara kepada mereka hal-hal yang level urgenitasnya bahkan jauh dari “sedikit penting”. Ini sungguh menyiksa. Ia tak mengerti kenapa ada orang bodoh yang bisa begitu tinggi menilai diri sendiri. Si lelaki bersumpah dalam hati, bahwa satu hari nanti orang ini akan tahu rasanya patah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Dalam putaran-putaran itu, ada saat-saat dimana waktu seperti berhenti berjalan. Terombang-ambing dalam lautan dan tak bisa bergerak lagi. Seperti ketika mereka, - ia dan rekannya yang lain berdiri diatas perahu. Dengan bapak-bapak nelayan yang membongkar hasil tangkapannya. Sebagian membetulkan jaring. Sebagian lagi menggoreng ikan untuk sarapan. Suasana riuh sekali. Tapi menyenangkan. Lelaki itu dan rekannya beringsut mendekat. Kepada mereka ditawarkan ikan goreng hangat dari kuali. Bermacam rupa dan jenisnya. Ada juga cumi-cumi. Rajungan. Enak sekali. Entah ikannya dan atau suasananya. Makan lahap bersama para nelayan yang laparnya melebihi beruang bangun tidur. Bapak-bapak itu pekerja keras. Menebar jaring dini hari. Di tengah lautan tempat angin berhembus tanpa halangan. Hanya bermodal kain sarung kumal penahan dingin. Rekan si lelaki itu hampir menangis suatu kali ketika melihat bapak nelayan tua sedang menjahit jaring. Ini mengharukan, katanya. Si lelaki membenarkan. Bapak-bapak itu melakukan semuanya sepenuh hati. Untuk menghidupi keluarga. Bukan untuk menumpuk harta. Bukan untuk berkata-kata dengan ketinggian hati dan ketololan. Seperti seseorang disana.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Dan dalam putaran-putaran itu, ada saat-saat dimana waktu seperti lambat berjalan. Seperti anak-anak kura-kura yang berjalan di pasir. Merindukan laut untuk mencoba perjalanan baru yang sama sekali lain. Seperti mereka. Seperti kawan-kawan si lelaki itu. Seperti itulah ia, si lelaki itu dan perempuan berambut emas. Berjalan beriringan sambil menunggu harinya tiba. Tidak selalu indah berpendaran. Tapi ini menyenangkan. Juga menyembuhkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Hingga pada akhirnya konsep tentang waktu bukanlah sesuatu yang penting lagi untuk dimengerti. Tidak ada yang namanya waktu. Semuanya hanya relativitas semu dari umur manusia. Bahwa waktu hanyalah seperti kelereng yang diserakkan serempak di permukaan yang maha luas. Sisanya hanyalah kelereng mana yang akan dipungut lebih dulu, untuk dimasukkan ke dalam tempatnya. Bukan masalah apakah kelereng itu akan diserakkan lagi. Ada hal-hal yang bukan urusan manusia. Dan tidak ada kepentingan kita untuk mengetahuinya. Masalahnya bukan dimana kita akan berserak. Kepada siapa kita tertambat. Dan kapan mulainya. Tapi adalah urusan kita untuk menghiasi permukaanNYA sebelum degupnya menciut lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;With love,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Al.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-6141000995323853817?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/6141000995323853817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/6141000995323853817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/02/putaran-waktu.html' title='Putaran waktu'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-3602687402302573647</id><published>2011-01-21T17:51:00.007+08:00</published><updated>2011-02-10T16:22:37.088+08:00</updated><title type='text'>Satu Waktu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;prewords :   &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hingga satu kita bertemu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kan kuceritakan semuanya padamu&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gelisah itu ....*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan hari itu. Cuma rabu biasa di bulan pertama tahun ini. Hari dimana si lelaki kembali mengenakan kemeja hitam dan kacamata itu. Tugas luar kota. Lagi. Kali ini bersama rekan-rekan sejawatnya, kalau boleh ia sebut itu. Bergerombol mereka dalam mobil abu-abu. Sejurus kemudian meluncurlah si abu-abu keluar gerbang kantor.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Dalam mobil tak banyak yang bisa dibicarakan. Semua langsung mengencangkan sabuk pengaman. Apa sebab ?. Sopirnya sudah sepuh. Kantor belum mau beliau gantung setir, untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mempertahankan semangat. Si lelaki baru dengar alasan seperti itu. Yang jelas semangat sopir ini terlalu menggebu-gebu. Luar biasa. Tak pandang jalur ngebut semenjak meter pertama. Kadang si lelaki ingin mengingatkan, bahwa mereka bukan petugas pemadam kebakaran. Tak perlu kencang terus melaju. Tapi si bapak tak mau tahu. Pikirannya sederhana. Lebih cepat lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Sesampainya –yang alhamdulillah selamat-, Si lelaki langsung beraksi. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mengetuki gerbang-gerbang besar. Wajah demi wajah. Nama demi nama. Pertemuan demi pertemuan. Seperti hari-hari lalu. Seperti yang mereka bayar untuknya. Untuk peluh yang membanjir. Untuk kata-kata yang mengalir.Untuk perjalanan-perjalanan itu. Untuk alasan yang kadang tak ia mengerti. Apapun, ia hanya ingin terus berjalan. Dan biarkanlah perjalanan ini berlanjut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Sore menjelang tanpa terasa. Tidak ada yang salah dengan sore yang panas di garis pantura. Jadwalnya berjalan baik-baik saja. Semua janji bisa dipenuhi. Waktunya pulang kandang. Membagi hasil pertemuan dengan laporan. Mobil meluncur laju.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menyusuri jalan yang baginya terlihat seperti ular hitam besar. Licin dan menggelibat kemana-mana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selama-lamanya mungkin setiap manusia harus terbelit ular raksasa ini. Selama yang namanya peradaban ada. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Namun, seperti juga cerita dalam lembar lainnya, hidup selalu bercanda dengan cara yang aneh. Memaksa kkita untuk mengerti dan tertawa dengan jalan yang tak biasa. Seperti sore itu, ketika mereka kembali &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;meluncur kencang bersama si sopir yang masih menggebu-gebu. Si lelaki duduk bersandar. Tiba-tiba sebuah sms masuk. Pendek saja bunyinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Aneh.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Hufftttt…. Lagi ?. Sungguh. Ini seperti loop yang selalu berulang-ulang. Kembali dan kembali lagi. Si lelaki mendesah dan berharap letih. Tidak aAdakah sebuah lain, dunia paralel diluar disana, dirinya yang lain dalam keadaan lain bersama orang lain. Hingga tak perlu ada waktu-waktu seperti ini. Dimana setiap detiknya berjalan seperti palu godam yang merajam sekujur tubuhnya hingga hancur berkeping.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Sebisa-bisanya si lelaki menahan jeritan. Entah untuk apa. Untuk sesuatu yang tak lagi diinginkannya. Untuk sesuatu yang ingin dikuburnya dalam-dalam. Si lelaki memandang keluar. Awan gelap bergerak pelan. Berkumpul menjadi satu. Mendung. Ditutupnya kaca jendela rapat-rapat. Seperti juga si lelaki yang mengikat hatinya erat-erat. Tak ingin beranjak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Hujan turun. Menyirami ular yang membelit tanpa ujung. Pak sopir makin menggila. Si lelaki memejamkan mata dan berdoa. Betapa lama ia tidak melakukannya. Tapi kali ini ia pintakan pada Tuhan, yang baik untuknya. Bukan lagi keinginan yang memaksa. Lalu ia berdoa untuk si rambut emasnya, agar bisa selalu menerima dan menjaganya. Dari segala hal yang tak ingin ia buka lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;* Satu waktu adalah judul sebuah lagu yang diambil dari OST JANJI JONI. Entah band apa yang memainkannya. Dipercaya suara vokalisnya adalah Rachel Maryam, juga pemain band lainnya, persis seperti adegan dalam filmnya  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-3602687402302573647?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/3602687402302573647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/3602687402302573647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2011/01/satu-waktu_21.html' title='Satu Waktu'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-4555239185721423764</id><published>2010-12-08T14:05:00.002+08:00</published><updated>2010-12-08T14:19:46.844+08:00</updated><title type='text'>sebentar bersama redi</title><content type='html'>prewords : no skill&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reddy_viroid: Uhuyyy&lt;br /&gt;yubiworld: hoi jon&lt;br /&gt;yubiworld: wadu kemennongaja&lt;br /&gt;reddy_viroid: Kgn ma bos niy&lt;br /&gt;yubiworld: ksini lu&lt;br /&gt;reddy_viroid: Kmn?&lt;br /&gt;yubiworld: ke crb cok emang gw dimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reddy_viroid: Si kendo mau merit tuh&lt;br /&gt;yubiworld: iye gw t&lt;br /&gt;yubiworld: tau&lt;br /&gt;reddy_viroid: Meritnye di depok yak?&lt;br /&gt;yubiworld: iya&lt;br /&gt;reddy_viroid : jauh bgt &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;---- padahal ini anak di jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yubiworld: gw brkt naik mobil dr sini&lt;br /&gt;yubiworld: jemput gw&lt;br /&gt;reddy_viroid: Lu yg jmpt gw bos&lt;br /&gt;yubiworld: goblog&lt;br /&gt;reddy_viroid: Lu khn naik mbl&lt;br /&gt;yubiworld: gw ga tau jalan2&lt;br /&gt;reddy_viroid: Lu yg tau dmn&lt;br /&gt;yubiworld: maksud gw lu tunggu di gambir atao kalimalang&lt;br /&gt;yubiworld: tar kita barng naik mobil&lt;br /&gt;reddy_viroid: Gmbr aja&lt;br /&gt;yubiworld: gambar ?&lt;br /&gt;yubiworld: gw ga bisa gambar&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;---- akibat salah singkatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;reddy_viroid: Gambir !&lt;br /&gt;reddy_viroid: Katanya lo tau&lt;br /&gt;yubiworld: gw tau  si erwin mau merid. bkan tau jalannya gimana&lt;br /&gt;reddy_viroid: Bos,gw pake lagunye mayday yg lagu nana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;----- langsung pindah topik seketika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;reddy_viroid: Semuanye gw ubah aransemennya&lt;br /&gt;reddy_viroid: Gw ud blg unoy tp die ttp narsis hrs ada nma die ma kendo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yubiworld: satu2 cok kalo ngomong&lt;br /&gt;reddy_viroid: Hahaahah&lt;br /&gt;reddy_viroid: Dua2nya&lt;br /&gt;reddy_viroid:&lt;br /&gt;yubiworld: hehehe&lt;br /&gt;yubiworld: yawda kemari&lt;br /&gt;yubiworld: eh kl lu may kita bisa loh manggung di mall sini&lt;br /&gt;yubiworld: *mau&lt;br /&gt;reddy_viroid: Iya kpn2 bos ya&lt;br /&gt;reddy_viroid: Lg konsen ma record &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;---- selangitttt coookkk gayanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yubiworld: blagu lah jancok&lt;br /&gt;yubiworld: kl bagus ntar gw mainin di sini&lt;br /&gt;yubiworld: tenang ajalu kl mau main disini dijamin&lt;br /&gt;reddy_viroid: Hehehhehe.. Bos lu mau dgrin lagunye gk?&lt;br /&gt;reddy_viroid: Email lo apa?&lt;br /&gt;yubiworld: mana bisa ke email&lt;br /&gt;yubiworld: mahardhika22@gmail.com&lt;br /&gt;reddy_viroid: Bisa bodoh&lt;br /&gt;reddy_viroid: Tar lu attach &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;---- buta IT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yubiworld: ko gw yg attach&lt;br /&gt;reddy_viroid: Iya tar gw yg attach bodoh&lt;br /&gt;yubiworld: lu bilang : tar lu attach&lt;br /&gt;yubiworld: ruwet gw ngobrol sm lu red&lt;br /&gt;yubiworld: udahlah kita ngobrol yg gampang2 aje&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUZZ!!!&lt;br /&gt;reddy_viroid: Lu yg download ndri&lt;br /&gt;yubiworld: iya&lt;br /&gt;yubiworld: ahir tn kemana ni&lt;br /&gt;reddy_viroid: On proses gw kmrn boss &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;--- maksudnya apa?!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yubiworld: red ketemuan kek&lt;br /&gt;reddy_viroid: Kpn gw bisa maen dsana? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;----- telat nangkep&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yubiworld: akhir taun ?&lt;br /&gt;yubiworld: yg bagus tapinye&lt;br /&gt;yubiworld: malu gw kalo kalah sama band2 sini doang&lt;br /&gt;reddy_viroid: Udah ah gk usah dbhs &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;----- salah windows&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yubiworld: ko ga dibahas&lt;br /&gt;yubiworld: lu katanya mau main disnii !&lt;br /&gt;reddy_viroid: Setan gw slh ngmg&lt;br /&gt;yubiworld: makanya jgn ngorder terus lu&lt;br /&gt;yubiworld: tar titit lu habis&lt;br /&gt;reddy_viroid: Hahhahahhaah&lt;br /&gt;reddy_viroid: Kgn khn lu ma gw &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;---- rayuan basi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yubiworld: ya enga&lt;br /&gt;yubiworld: eh lu kl ngomong jgn disingkat2 si&lt;br /&gt;yubiworld: kaya abg aja&lt;br /&gt;yubiworld: coba profil band sama record lu mana&lt;br /&gt;yubiworld: tar gw maenin&lt;br /&gt;yubiworld: disini&lt;br /&gt;reddy_viroid: Nah itu dia gw lum ada jdwl&lt;br /&gt;yubiworld: gaya kaya band lu padet aja&lt;br /&gt;yubiworld: makanya gw tau band lu ga ada jatwal krn ga ngetop&lt;br /&gt;yubiworld: mari, gw mainin disni&lt;br /&gt;reddy_viroid: Kyknya gw msk deh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;----ga jelas lagi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yubiworld: ??&lt;br /&gt;yubiworld: masuk ?&lt;br /&gt;yubiworld: maksudlu apa sih ini&lt;br /&gt;reddy_viroid: Kpn bos? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;----- obrolan ini makin ga jelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yubiworld: argghhhh&lt;br /&gt;yubiworld: red lu kl ngomong jgn lompat2 topik !!!&lt;br /&gt;yubiworld: apanya yg kapan ?&lt;br /&gt;yubiworld: erwin kawin ; januari&lt;br /&gt;yubiworld: lu kl mau manggung : ahir taun&lt;br /&gt;reddy_viroid: Ywd liat tar ya&lt;br /&gt;reddy_viroid: Iye santai bos&lt;br /&gt;yubiworld: serius nih&lt;br /&gt;reddy_viroid: Hehehehheheh&lt;br /&gt;reddy_viroid: Khn ada cadangannya bos &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;----- ini apa coba&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yubiworld: apanya yg cadangan ?&lt;br /&gt;yubiworld: emang ini ngomongin apa ko pake cadangan&lt;br /&gt;reddy_viroid: *****&lt;br /&gt;yubiworld: geblek&lt;br /&gt;reddy_viroid: Hahahahha&lt;br /&gt;reddy_viroid: Iya itu gw ud taro email lo&lt;br /&gt;yubiworld: awas kl ancur !&lt;br /&gt;yubiworld: ga ada&lt;br /&gt;yubiworld: lu kirim ke mana nyong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hilang ....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-4555239185721423764?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4555239185721423764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4555239185721423764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/12/sebentar-bersama-redi.html' title='sebentar bersama redi'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-4632654509566290189</id><published>2010-11-29T10:29:00.001+08:00</published><updated>2010-11-29T10:31:27.100+08:00</updated><title type='text'>OK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;prewords : Im ok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin, seorang kenalan mengiriminya sms. Malam-malam. Pendek saja isinya : kamu tidak produktif lagi. Keruan saja si lelaki mengerutkan kening. Apa maksudnya ?. Pun begitu, dibiarkannya saja sms itu menggantung tanpa jawab. Letih seharian wara-wiri ke Ciledug membuat tulang serasa mau patah. Ah, ia memang sudah tak muda lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya barulah rasa penasaran itu berubah menjadi sesuatu yang sangat mengganggu. Apakah maksud sms ini ?. Sambil menyeruput kopi instan si lelaki memberi balasan. “maksudnya apa ?”. Tak lama datang lagi sms yang pendek dari yang semalam : nulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nulis ?. Hah ?. Seperti terbentur kusen jendela, si lelaki baru sadar. Lalu tertawa sekeras ia bisa. Tak peduli orang satu ruang kantor mulai mendelik curiga. Apakah salah seorang kawan mereka mulai gila. Waduh. Ini lucu sekali. Sungguh. Bukan main, pikirnya. Setiap pagi ia bangun dan menyiapkan diri untuk apapun. Terbang atau terbanting. Tapi kali ini benar-benar luar biasa. Istilah kerennya :  But river this right-right out ordinary. Haiaaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm. Lembar itu. Memanglah jika dilihat semakin jarang isinya. Sebulan cuma dua-tiga kali. Malah ada yang sekali. Ada juga yang bolong. Padahal ya, kalau dirasa-rasa blog ini hartanya yang paling berharga. Semuanya tersimpan disini. Dalam kata dan huruf yang hampir tak terhitung ini. Tapi mau bagaimana lagi. Baginya urusan blog-blogan bukan sesuatu yang harus rutin. Kalau tidak ada yang ingin ditulis ya sudah. Jangan diada-adakan. Seperti orang onani saja. Selalu ada cara untuk segala sesuatu. Tapi bukan yang dipaksakan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produktif itu kan, menghasilkan sesuatu yang harus sering dan rutin. Seperti striker sepak bola yang harus produktif. Sering-sering mencetak gol untuk timnya. Atau pembuat lagu. Banyak-banyak bikin lagu yang enak-enak. Atau pasutrri yang banyak anak. Pastikan dibilang produktif. Lha ya ini apanya yang bisa dikategorikan sebagai kegiatan produktif (atau tidak). Dia itu menulis bukan untuk menghasilkan tulisan. ISENG SAJA. Tak berharap apa kecuali lega di dada. Ya kalau ada mau baca silahkan saja. Tapi ya sudah. Itu saja sih. Jangan berharap lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apapun itu, pagi ini cerah. Awan sedikit saja. Jadi birunya langit kelihatan dominan. Baiklah, pikir si lelaki itu. Judulnya adalah pagi yang cerah. Jarinya bergerak-gerak diatas keyboard.  Sebentar kemudian dicoretnya judul itu. Setan, ia memaki, sejak kapan lagu peterporn boleh masuk blog ini !. Diam lagi. Tapi tak lama. Rangkaian imajiner itu muncul.  Mari menulis. Persetan dengan judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok. Kali ini cerita apa ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT. BIOTECH SURINDO. Apa itu ?. Kantornya, manufacture Chitosan terbesar se-Indonesia. Kalo Chitosan itu apa ?. Chitosan adalah hasil turunan dari Chitin. Polymer alami yang terdapat di kulit rajungan dan udang. Buat apa ?. Pengawet dari bahan alami. Ya, tentu saja. Kita tidak bisa main telan makanan sesukanya dan berharap umur panjang. Bahan kimia betebaran dimana-mana macam lalat. Pertanyaan selanjutnya, kok bisa ?. Penjelasannya panjang lebar. Tanya sajalah sama google. Pasti dikasi tau. Yang jelas, kalau mau beli Chitosan silahkan menghubungi si lelaki itu. Pasti akan dilayani dengan keramahan luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa lagi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciremai. Masih tegak menjulang seperti dulu. Kapan waktu ia bersama saudara-saudaranya KV 232 kesana. Bermalam 2 hari. Acaranya seperti biasa. Nyolong singkong. Bikin kopi. Main gaple. Bernyanyi-nyani. Riang nian mereka itu. Tak bosannya berkali-kali datang ke pondok di tengah gunung, ya, cuma untuk main gaple.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si lelaki menarik nafas. Dalam. Dan mulai lagi. Beberapa jiwa datang dan pergi. Melewati beberapa saat dalam hidup bersamanya. Cerita demi cerita. Semua ada disana. Dalam lembar hidup seorang lelaki sederhana, yang tidak kecil lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, riangkan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-4632654509566290189?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4632654509566290189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4632654509566290189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/11/ok.html' title='OK'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-8936911384470817260</id><published>2010-10-28T16:19:00.002+08:00</published><updated>2010-10-28T17:00:38.509+08:00</updated><title type='text'>Heaven does exist</title><content type='html'>Prewords : journey&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ada dalam setiap jiwa, keinginan untuk keluar dari keadaannya sekarang. Entah sebentar. Atau selamanya. Menjauhkan diri dari dunia yang makin sakit ini. Melepaskan setiap kendali diri. Begitu bebas. Begitu lugu. Begitu murni. Untuk kembali menjadi manusia seperti dulu. Dulu sekali. Sebelum segala sesuatu diberi harga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita harus keluar dari apapun yang kita sebut rumah. Setelah lama terbenam dalam kehangatan. Dalam lingkungan yang tak lagi asing. Dalam putaran hari yang nyaman. Cetakan rutinititas membentuk kita menjadi manusia-manusia yang takut kehilangan semua itu ; kepemilikan atas seseorang atau sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita cukup berani untuk keluar beberapa langkah dari halaman depan. Menuju ketidak-tahuan. Mengikuti arus lain dari hidup. Menabrakan diri pada ketidak-biasaan. Seberapapun jauhnya kita harus pergi dari rumah. 1 meter. 2 meter. Atau jutaan kilometer. Ada semacam keingin-tahuan untuk melihat lebih. Dan bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang lebih indah daripada rumah. Apakah Tuhan benar-benar menciptakan sesuatu yang sangat indah. Yang dijanjikanNYA dalam setiap kitab suci yang dibaca manusia. Sesuatu yang kita bilang surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari kita membawa tas panggul besar. Menaiki lereng-lereng curam. Mencari puncak-puncak tinggi. Ada yang menuruni permukaan bumi. Melihat isi gua yang tak bisa dinikmati manusia diatasnya. Ada yang menceburkan diri dalam genangan mahaluas. Menyelami kedalaman lautan. Beberapa dari mereka pulang. Sisanya tak kembali. Hanya cerita-cerita mengharu biru tentang pemberani yang meninggalkan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya segala pencapaian seringkali terletak jauh disana. Jauh dari pekarangan yang kita cintai. Kita harus  begitu gigih. Mencari dan terus mencari. Hingga dalam satu saat. Satu keadaan. Satu moment apapun itu, kita menemukannya. Sesaat. Hanya sesaat saja. Lalu kita bersumpah telah melihat surga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu, selalu ada yang kita bawa dalam setiap perjalanan. Sedikit serpihan dari apapun yang kita sebut rumah. Itulah yang membuat kita selalu bisa pulang. Meninggalkan surga. Untuk kembali ke bumi dimana rumah kita berada. Sebagian diri kita akan tertinggal disana. Di suatu tempat entah dimana. Berjalan dalam dunia paralel. Yang tak lekang dimakan waktu. Tersimpan dalam dunia semu yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kembali dalam rumah, kita tahu bahwa kita bukan lagi manusia yang dulu. Ada yang hilang. Ada yang kurang. Kadang terasa berat untuk membiasakan diri lagi. Memasang kendali sebagai manusia beradab. Tapi kita harus terus berjalan. Hidup tidak akan berhenti setelah kita pulang. Satu saat putaran akan kembali. Dan kita akan pergi lagi. Menuju apapun nanti yang kita cari. Sampai kita akan mengerti. Bahwa surga bukanlah sebuah tempat apapun itu. Tapi adalah keberanian kita untuk pergi. Dan kebijakan untuk kembali. Dan itu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;abadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-8936911384470817260?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/8936911384470817260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/8936911384470817260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/10/heaven-does-exist.html' title='Heaven does exist'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-390289205161705542</id><published>2010-09-15T13:57:00.002+08:00</published><updated>2010-09-15T14:37:21.696+08:00</updated><title type='text'>Keping-keping yang tersisa</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Prewords : sisa&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;H-2.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Musholla itu masih seperti dulu. Kecil. Mungil. Dan terpencil. Kesepian di tengah-tengah kampung. Beberapa bagian tampak baru. Cat biru muda menggantikan dinding kuning kecokelatan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kain pembatas jamaahnya sekarang pakai anyaman rotan. Bukan lagi kain kusam. Pengeras suaranya juga baru.Bukan lagi yang bergemeresek.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selain itu sisanya masih sama. Jam dinding bergambar Ka’bah. Kaligrafi yang sudah tampak tua. Tempat wudlu dengan 3 keran. &lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Yang pasti&lt;/span&gt; tulisan di kubah kecil &lt;span style="" lang="EN-US"&gt;masih sama &lt;/span&gt;: Musholla Al Ikhlas.&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dulu, dulu sekali, musholla itu akrab dengan mereka. Tempat mereka pernah menghabiskan tahun demi tahun. Hampir setiap malam mereka ada disana. Berbekal kain sarung yang multi fungsi. Sebagai penahan dingin. Penggebas debu. Dan juga selimut anti nyamuk. Tidur di musholla. Mandi di musholla. Ngobrol di musholla. Bercanda di musholla. Penduduk kampung mempercayakan kuncinya pada mereka. Dengan ikhlas mereka menjaganya. Seperti mereka menjaga rumah sendiri. Seperti juga mereka menjaga persaudaraan itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Malam itu mereka ada disana. Si lelaki kecil dan saudara-saudaranya. Berdiri diantara jamaah tarawih yang tersisa 2 baris saja. &lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Itu pun rata-rata berusia senja. Beberapa wajah tak lagi ada. Sebagian wafat. Sebagian pindah rumah . Seperti dirinya. Beberapa masih mengenali dan menyapa. Bertanya kabar dan sebagainya. Dijawabnya dengan ramah. &lt;/span&gt;Hmmh. Senang rasanya mengetahui, bahwa ada hal-hal yang terlalu kuat untuk dihapus oleh waktu&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;. Diluar musholla suasana lebaran makin terasa. Petasan bersahutan. Orang-orang sibuk belanja. Baju baru dan penganan saji. Seolah lebaran adalah perlombaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Tarawih memasuki rakaat terakhir. Imamnya menangis. Tersedu-sedu. Tak urung lelaki itu tercekat. Mungkin jamaah lain pun merasakan hal sama. Mereka akan berpisah dari Tamu Agung ini. Entah tahun depan apa masih bisa jumpa. Dalam sujud terakhir si lelaki memohon banyak hal. Salah satunya adalah kesempatan lain di tahun depan. Semoga diperkenankan buat bertemu lagi. Ia berjanji akan lebih baik dari kali ini. Semoga. Semoga. Semoga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Selesai shalat jamaah saling bersalaman. Beberapa berpelukan. Memberi selamat. Tarawih tahun sudah lengkap dijalankan. Tinggal puasa sehari lagi besok. Ah, sepertinya si lelaki akan merindukan waktu-waktu seperti ini. Damainya. Suasananya. Dimana Ramadhan menemani hari-hari manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lebaran.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Mereka hanya bertiga. Si lelaki kecil dan orang tuanya. Si bugsu berlebaran di luar kota. Mengunjungi mertuanya. Si sulung juga. Hmh. Aneh rasanya. Rumah jadi sepi sekali. Tak ada si gendut lintang. Tak ada siapa-siapa. Dalam diam mereka berangkat. Disini juga terjadi hal yang sama. Imamnya menangis terisak. Dalam ceramah ia berkata : “Umur saya sudah senja. Tak pasti kapan lagi bisa jumpa. Saya banyak dosa. Saya mohon maaf kalau selama ini banyak salah …”. Banyak yang terbawa suasana. Ikut menangis juga. Lagi-lagi si lelaki tercekat. Kali ini lebih dahsyat. Setengah mati ditahannya air mata. Entah untuk apa. Mungkin untuk Ramadhan yang akan pergi. Besok langit tak sama lagi. Besok masjid akan lebih sepi. Tak ada lagi penantian adzan. Tak ada lagi makan tengah malam. Tak ada kolak manis teman berbuka. Hari-hari akan terasa lebih panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Si lelaki menyesali diri. Sungguh, diakuinya ia jarang mentaatiNYA. Banyak membantah daripada patuh. Tapi dari semua doa yang ia panjatkan hari itu, ada 1 pinta sederhana. Ia mohon Sang Raja bersabar. Dan terus memberinya kasih sayang. Untuk terus memperbaiki diri. Untuk menjadi hamba yang lebih baik dari hari ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-US"&gt;Pulang shalat bersungkeman. Makan ketupat. Beres-beres rumah. Menyambut tamu. Masih sepi. Agak siang matahari bersinar setengah. Dan sebuah lebaran pun berakhir sudah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Footnote :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebenarnya ini bukan tentang kepergianmu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;karena aku tahu waktunya akan tiba&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;bukan juga karena menyesali yang tidak aku isi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kelam hati jugalah kali ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;aku menangisi sesuatu yang pergi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;karena aku terlalu menikmatimu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;sepanjang pagi. Sepanjang hari. Sampai aku lupa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;......&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-390289205161705542?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/390289205161705542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/390289205161705542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/09/keping-keping-yang-tersisa.html' title='Keping-keping yang tersisa'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-6701064265796831498</id><published>2010-08-26T09:39:00.004+08:00</published><updated>2010-08-26T14:17:19.267+08:00</updated><title type='text'>hujan kepagian</title><content type='html'>Prewords : no fruit for today&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang cerah. Sebuah pagi dimana saya duduk di depan meja coklat itu. Telunjuk saya menelusuri  buku kecil dimana saya mencatat semua jadwal. Ada client yang harus dikunjungi. Tapi beberapa menit lalu hp saya berrdering. Dengan semena-mena dibatalkannya janji itu. Tinggallah kini saya bersama meja coklat dan Staind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, ini masih tetap pagi yang cerah. Ketika saya keluar dari kotak kecil saya. Sebuah pagi dimana saya meninggalkannya -si lelaki kecil- itu di pojok ruangan. Disana ia bisa duduk dan berceloteh seperti biasa. Memandangi dunia yang bergerak cepat. Memandangi semua peristiwa dengan matanya yang tak berlensa. Disana ia bisa apapun yang ia mau. Tanpa harus mengganggu lembar kecil ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini seharusnya jadi pagi yang cerah. Dimana saya mulai berdiri karena tak tahu apa lagi yang harus dikerjakan. Semua kegiatan untuk membunuh waktu sudah saya kerjakan. Baca. Gangguin Erwinh. Buzz-in plaque. Menyerut pinsil. Menggambar bunga matahari. Mencoret-coret kertas. Menggigit kuku. Semuanya sudah. Jadilah saya mulai melangkah mengelilingi ruangan ini. Memandangi meja yang berderet seperti tahu dalam mangkuk. Ya. Disini pun seperti mangkuk. Di ruangan ini. Di bawah atap ini. Kami adalah tahu. Dimana kami semua bergulat dengan segala yang kami bisa. Dari bawah sampai atas. Seperti semut yang berbaris teratur. Mencari makan bekal musim dingin nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melangkah ke dekat jendela. Tak bosannya saya berkata pada si lelaki kecil dalam pojok ruangan bahwa ini akan selalu menjadi pagi yang cerah. Walaupun cuaca gampang sekali berubah. Seperti juga pagi ini. Dimana 10 menit lalu cuaca masihlah cerah. Dan sekarang mendung bergelayut mesra pada bahu langit. Pertanda cerah yang dijanjikan pagi akan berakhir segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hujanpun turunlah. Di satu pagi yang tadinya cerah. Menyirami setiap petak tanah ini. Menyirami apapun yang masih tersisa. Tanpa ampun. Menggerus setiap kotoran. Mencuci bersih dari hal-hal yang menyakitkan. Memberi semangat untuk tumbuh dan tumbuh lagi. Memberi denyut baru untuk tetap hidup dan menyambut pagi. Saya memandang jauh. Ke arah laut jawa. Jutaan titik air berebut jatuh ke laut. Kembali kepada tempat mereka berasal. Kembali ke pelukan ibu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersenyum. Kali ini cerah. Seperti juga si lelaki kecil di pojok ruangan. Ayo kemari. Cerahkan hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-6701064265796831498?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/6701064265796831498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/6701064265796831498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/08/hujan-kepagian.html' title='hujan kepagian'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-8823896168443184316</id><published>2010-08-21T10:46:00.005+08:00</published><updated>2010-08-21T11:06:07.573+08:00</updated><title type='text'>longitudinal memories part II</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Prewords : droplets&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;... Sampai di rumah sudah lewat tengah malam. Dirabanya pintu cokelat rumah. Kokoh walau tak lagi baru. Mengendap – endap si lelaki menuju kamar. Disandarkannya tas hitam lalu meraba isinya. Ia mencari sesuatu disana. Hmmh. Ini. Sebuah amplop cokelat sederhana. Tanpa tulisan apa-apa di depannya. Cuma sebaris kalimat pendek yang ditulis dengan tulisan tangan :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Untuk kamu yang  memberiku keyakinan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sore tadi amplop ini diberikan seorang teman kepadanya. Ini titipan, kata yang mengantarkan. Si lelaki tersenyum. Tanpa membuka ia tahu siapa pengirimnya. Pelan dibukanya amplop itu. 2 Lembar penuh tanpa jeda. Kalimat panjang pendek bercampur baur disana. Si lelaki membaca pelan. Kadang tersenyum. Kadang menekuk alis. Kadang termangu. Selesai itu dilipatnya rapi. Dan dimasukkan ke amplop seperti awalnya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Setelah sahur si lelaki duduk tercengung. Dihela lagi nafasnya. Lagi. Lagi. Lalu sekali lagi. Pelan-pelan ketenangan mengalir masuk. Amplop coklat di tangan. Hmmh. Ia mengenali tulisan itu. Bentuk tulisannya. Kata-katanya. Gaya menulisnya. Lipatan kertasnya. Bahkan dari jenis amplopnya. Ini ditulis bertahun-tahun lalu. Ketika semua masih begitu sederhana. Ketika semua masih begitu muda. Ketika keyakinan tentang hidup masih begitu lugu. Atau, setidaknya ketika yang bernama keyakinan masih ada.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keyakinan. Ini juga hal yang tak mudah. Apakah yang membuat manusia yakin akan sesuatu ?. Mimpi ?. Keinginan ?. Harapan ?. Bertahun-tahun semenjak si lelaki kehilangan keyakinan atas segala sesuatu. Ia tak lagi ingin mempercayai apapun. Butuh kekuatan luar biasa untuk yakin terhadap sesuatu. Dan butuh pengorbanan luar biasa untuk menjalani keyakinan itu. Bukan trauma. Bukan pula jera. Hanya saja si lelaki memilih hidupnya yang seperti sekarang ini. Kita tak pernah tahu berapa banyak lagi kita dapat menanggung sakit. Dan kita tak pernah tahu kapan dan dimana hidup ini berakhir. Tak usah ditambahi beban yang tak perlu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sekejap lembaran itu muncul lagi. Pendar warna-warni masa lalu. Tentang 2 orang anak manusia yang membunuh jarak dengan kata. Membekali diri dengan keyakinan. Bahwa segala hal pasti bisa diraih. Waktu berlalu dan mereka lupa. Bahkan bintang pun bisa pudar. Bahkan langit pun bisa terburai. Begitulah. Serentet peristiwa merah berdarah. Tak terperi rasanya. Dunianya mengkerut. Mengecil. Dan meninggalkannya sendirian. Hmmm. Si lelaki menghela nafas. Masih terasa. Tapi pelan-pelan mereda. Setiap hari. Setiap waktu. Diniatkannya untuk berjalan lagi. Meninggalkan sisi gelap yang kadang masih kembali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Adzan shubuh menjelang. Si lelaki bangkit. Diambilnya amplop tadi. Korek di tangan. Segeralah semua berubah jadi nyala terang. Berkobar benderang di tong sampah depan rumah. Mungkin akan sangat lama tetap begitu. Lagi, sebelum semuanya menjadi dingin dan luruh. Seperti abu di perdiangan. Seperti daur ulang semua kenangan. Karena hidup, adalah perjalanan. Maka berjalan sajalah. Berlari hanya akan membuatmu lelah sebelum sampai tujuan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(...bersambung)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-8823896168443184316?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/8823896168443184316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/8823896168443184316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/08/longitudinal-memories-part-ii.html' title='longitudinal memories part II'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-1582928551687111163</id><published>2010-08-19T11:57:00.001+08:00</published><updated>2010-08-19T12:08:05.371+08:00</updated><title type='text'>longitudinal memories part I</title><content type='html'>prewords : Paman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Saya di stasiun. Datanglah. Saya ingin bicara. Hanya kamu yang bisa diharapkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;SMS itu pendek saja. Datang di larut malam. Datang tanpa ditunggu . Seperti nyamuk yang menyerang di kala tidur lelap. Berdengung di telinga. Membuat orang gelisah tak bisa tidur. Tapi ini pun lain dengan nyamuk yang bisa pergi dengan kibasan tangan. SMS pendek itu tetap disana. Bertengger dengan manisnya di layar HP. Lengkap dengan waktu dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nama pengirim. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Si lelaki tersentak. Lama menghilang. Lama dicari. Tiba-tiba sms begini rupa. Ingin bertemu pula. Hufff, dihembuskannya nafas keras-keras. Jujur, ia malas. Sama sekali malas. Tak ingin bertemu. Apalagi bicara. Bukan apa-apa, ini pasti masalah. Apapun ceritanya, kedatangan si pengirim SMS pasti berujung masalah. Selalu begitu semenjak bertahun-tahun lalu. Entah kapan mulainya. Saking lamanya sampai si lelaki lupa. Ini bukan urusannya. Dan si lelaki paling malas mengurusi yang bukan urusannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;Tolonglah...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;SMS susulan datang lagi. Kali ini jauh lebih pendek. Tak urung si lelaki melunak. Ingatannya kembali kepada waktu-waktu lalu. Ketika mereka berada di atap yang sama. Dalam rumah yang sama. Dalam keluarga yang sama. Ketika yang bernama keluarga besar masih ada. Itupun kalau pernah ada. Setidaknya si lelaki menganggap begitu. Sampai suatu hari hal itu luruh pelan-pelan. Memudar sejalan masa. Seperti perdiangan yang meredup. Lalu abunya mendingin. Seperti itulah sekarang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadilah si lelaki beranjak. Membawa uangnya yang memang tak banyak. Dingin malam memaksanya untuk merapatkan kerah jaket. Pelan, ia merayapi jalanan kota yang sudah sepi. Stasiun menjelang. Di diekat situ ada taman. Indah kalau siang. Tapi lain jika malam. Tak ubahnya seperti tong sampah. Sebuah tempat kumuh dan gelap. Tempat dimana semua manusia melepaskan topengnya. Pelacur murahan dan germo berseliweran. Belum lagi pedagang minuman. Disini semuanya murah. Tak perlu bayar mahal asal tak banyak rewel.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Disanalah mereka duduk. Di satu sudut taman. Di depan hotel murahan. Disamping pedagang minuman keras. Menghadapi gelas kopi dan rokok yang tak henti mengepul. Pria pengirim sms itu bicara panjang lebar. Si lelaki mengangguk-angguk. Sedikit karena ngantuk. Lebihnya karena malas. Ia disana bukan karena keinginannya. Atas nama keluarga besar sajalah yang membuatnya bertahan. Lain dengan pria jangkung yang duduk di depannya. Kata-katanya penuh api. Matanya nyalang membara. Penampilan pria jangkung jauh dari rapi. Kusut. Dekil. Tanpa membawa apa-apa. Hanya baju yang melekat di badan. Yang entah sudah berapa lama tak diganti. Tak seperti ketika si pria jangkung meninggalkan rumah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Malam jatuh lebih larut. Stasiun mulai sepi. Bahkan para sampah pun perlu istirahat. Entah untuk apa. Mungkin hanya untuk mati rasa. Atau hanya untuk merasa bahwa mereka dapat di daur ulang. Jadi bagaimana, tanya si lelaki kepada pria jangkung. Yang ditanya pun kelihatan lelah sekali. Mungkin belum makan dan tidur. Saya ingin ke Jakarta. Mungkin disana masih ada pintu terbuka. Si lelaki kecil mengangguk. Menyanggupi permintaan itu. Mari saya antar ke terminal, si lelaki memungkas. Dengan itu mereka melesat. Terminal antar kota tujuannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Di atas motor mereka tak lagi bicara. Hanya diam. Diam yang aneh. Menggantung. Si lelaki miris tentang ini. Dulu tak begini. Mereka selalu berkata-kata. Bercerita dan tertawa. Seperti yang biasa dilakukan antar anggota keluarga. Sekarang tak lagi sama. Semuanya sudah berlalu. Seperti pesta yang telah usai. Yang tinggal hanyalah kenangan. Bahwa mereka pernah memiliki hari-hari seperti itu. Satu hal yang si lelaki tak mengerti. Sebetulnya pria jangkung ini punya semua hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang diinginkan pria. Badan atletis jangkung. Rambut hitam lurus. Kulit putih bersih. Otak cemerlang. Istri cantik. Anak-anak yang lucu. Dan masa depan cerah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hanya saja entah kenapa semua itu tak berbekas. Kini pria itu hanya pria lusuh. Dengan segala beban yang ditanggungnya. Ia tampak tua dan lelah. Yang paling parah dari semua itu adalah, pria itu tak punya tujuan. Tak tahu harus kemana. Tak lagi punya pintu yang terbuka untuknya. Bahkan di malam seperti ini. Di malam menjelang ramadhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Stasiun yang juga sepi. Si pria jangkung turun. Mereka bersalaman. Si lelaki mencium tangan pria itu. Selembar uang diselipkan tangan kurus si pria. Hanya ini yang saya punya. Maaf tak bisa banyak membantu. Si pria mengangguk kecil dan berterimakasih tak kunjung henti. Si pria memeluknya erat. Mendadak tenggorokan si lelaki kecil terasa begitu sakit. Segurat perih muncul tiba-tiba. Entah untuk apa. Mereka keluarga. Atau setidaknya pernah begitu. Darah mereka sama. Berasal dari rumpun yang sama. Membawa nama yang sama. Selalu berkumpul di rumah yang sama. Tapi sekarang semua terasa jauh berbeda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Salam buat mama, kata si pria jangkung. Dengan kalimat singkat itu ia menghilang di kelam malam. Si lelaki pun beranjak lagi. Kaca helm ditutup rapat. Dibalik itu mata si lelaki mulai basah. Betapa jalan pikiran manusia ternyata begitu berbeda. Hangat dan nyaman disini. Dengan keluarga mereka yang begitu sederhana. Ternyata bukan itu yang diinginkan si pria jangkung. Melepaskan nama keluarga begitu saja. Jauh kesana ia menuju. Ke tengah gemerlap warna-warni Jakarta. Ke tengah belantara gedung. Ke &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tengah kerumunan manusia yang asing. Sebuah dunia yang tak pernah dimengerti oleh lelaki kecil seperti dirinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ah...Si lelaki jadi ingin cepat pulang. Ia ingin membuka pintu cokelat itu. Dan menemui jiwa-jiwa itu. Berjanji ia tak akan meninggalkan mereka. Dengan itu ia akan membuka pintu lain. Pintu yang begitu agung dan suci. Pintu dimana semua janji kehidupan akan terpenuhi. Pintu dimana ia tak akan mendengar kedustaan di dalamnya. Pintu yang dijanjikanNYA kepada mereka yang menyambut dengan gembira datangnya sang Tamu Agung. Hmmm. Selamat datang. Sembuhkan kami.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;( ... bersambung)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-1582928551687111163?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/1582928551687111163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/1582928551687111163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/08/longitudinal-memories-part-i.html' title='longitudinal memories part I'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-4494201709553939271</id><published>2010-08-03T09:23:00.003+08:00</published><updated>2010-08-03T10:31:33.061+08:00</updated><title type='text'>DS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Prewords : Lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cibunar*. Lagi. Ada sesuatu yang selalu memanggilnya kembali kesana. Entah buat keberapa kali. Sesuatu yang selalu merindu. Menapaki ketinggian. Bertelanjang kaki di batuan. Menyapa dingin. Menyapa kabut. Menyapa pondok kecil itu. Melebur diri dalam malam tanpa suara. Tak pernah ia hilang kata tentang semua ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama mereka. Lagi. Saudara sepergaulan. Gerombolan gaple dari pantai jawa. Sayang seorang saudara harus tinggal. Tidak enak badan. Mungkin terlalu lelah berjualan agar-agar. Dengan berat hati harus merelakan episode kali ini. Jadilah sisanya berangkat. Tapi tak sepi juga. Beberapa teman dari Malang naik duluan. Hendak mencicipi tanjakan tanpa akhir. Puncak tujuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mereka, ikut seseorang baru. Bukan pendaki apalagi penggaple. Cuma perempuan biasa. Perempuan yang lebih biasa menjalani hidup dengan normal . Yang menghabiskan libur di tempat normal. Dengan cara-cara normal. Bukan seperti ini. Bukan seperti kawan-kawan barunya ini ; jauh-jauh ke gunung cuma untuk ngopi sambil ketawa-ketiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan ini berambut emas. Terikat rapi kebelakang. Dengan ransel hitam yang tak terlalu besar. Kaus putih dan manset hitam. Tampak sangat lucu dan janggal ditengah belantara. Keringat bercucuran . Menjajari langkah si lelaki. Kadang tersengal di tanjakan.  Memang itu harga yang harus dibayar untuk sampai ke Cibunar. Dengan bangga si lelaki menatapnya. Tak sepotongpun  keluh keluar dari mulut perempuan itu. Begitu sabar. Begitu anggun. Dan begitu mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja si lelaki mengajaknya. Ia ingin menunjukkan pada si rambut emas. Betapa ia tergila-gila pada titik ini. Dengan segala keberadaannya. Dengan segala keadaannya. Dengan segala yang ditampakannya. Ditunjukannya pada si rambut emas, daun-daun kecil yang luruh di tanah. Gemericik air yang mengalir. Kadal dan bajing yang mengintip malu-malu. Embun yang menetes di sela rumput liar. Juga semua yang membuatnya selalu ingin kembali. Seperti seorang anak yang selalu rindu bersimpuh di telapak kaki ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Ditunjukkannya semua itu. Cibunar. Rumah keduanya. Tempat sejenak meninggalkan riuh dunia.  Dalam pondok kecil itu. Melawan dingin dengan semangkuk mie lembek. Juga segelas kopi bercampur tanah dan abu kayu. Tak lupa juga diperlihatkan pada si rambut emas, bagaimana saudara-saudaranya mempertahankan gizi di cibunar. Mencabuti singkong dan memetik pisang. Semua itu ada di kebun petani. Agakanya ini tak elok ditiru. Tapi apa boleh buat. Si lelaki yakin penduduk setempat amat bijaksana. Setandan pisang dan beberapa singkong tak akan jadi masalah. Lagipula mereka hanya mengambil seperlunya. Dan perempuan itu tertawa. Baru kali ini ia melihat ada orang memetik pisang dengan cara merubuhkan pohonnya. Tapi dimakannya juga pisang itu. Enak, katanya, seperti dari istana buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-demi cerita mengalir. Tawa mereka tak kunjung henti. Tentu saja dalam batas kesopanan. Tak ingin mereka mengganggu sekitar. Lama setelah itu semua diam. Hening. Sepi. Cuma suara hewan malam dan angin. Rasanya mereka begitu terasing. Tapi nyaman. Di atas sana jutaan bintang juga menatap mereka. Juga dalam sepi. Kadang-kadang si lelaki ingin tahu. Apakah di sanapun, pada waktu-waktu seperti ini, pada tempat-tempat seperti ini, ada orang-orang yang menatap ke bawah dan bertanya-tanya juga, apakah mereka sendirian gelap semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin pagi. Libur usai. Waktunya bekerja. Lalu meja coklat itu. Lagi. Masih bersama laptop hitamnya. Kali ini Asus. Si Q sudah dikembalikan ke empunya. Yaitu Yang Terhormat Mr. KH. Tombol power ditekan. Segera suara khas itu terdengar. Criiiing. Merdu sekali. Dibelainya benda itu penuh sayang. Seperti ia biasa membelai si rambut emasnya. Hei, sapa si lelaki. Mari kita bekerja. Lalu semuanya jadi begitu sibuk. Telepon sana-sini lagi. Kirim email lagi. Visiting lagi. Presentasi lagi. Buat laporan lagi. Semua itu dilakukannya dengan semangat tinggi. Dengan hati. Untuk si pemilik hati. Waktunya tak lagi banyak. Ia pun ingin punya uang banyak. Rumah kecil dengan kolam ikan koi tak boleh terlalu menunggu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore menjelang. Si lelaki bersiap pulang. Ransel hitam di gendongan. Macam-macam isinya. Baju ganti. Makalah. Jurnal. Proposal. Kotak makan siang. Dan banyak lagi. Berat memang . Tapi ia suka. Di parkiran sepeda sudah menunggu. Hah ?. Ya, sekarang ia pengikut gerakan B2W**. Lebih sehat. Lebih irit. Lebih membumi. Kelak ia bisa membalas surat Von*** yang datang beberapa waktu lalu. Ia akan mengawalinya dengan kalimat : "Dear Von, saya sudah membuat perbedaan hari ini". Satu hari nanti mungkin ia pun akan mencetak kaos dengan kata-kata yang ErwinH bilang : “I Bike to Work. Dan saya bike-bike saja”****. Mayday menggerung di headset. Satelit judulnya. Hmmh. Sambil bersiul dikayuhnya pedal. Di halte itu si rambut emas sudah menunggu. Diangkutnya pula perempuan itu. Berdiri di belakang jok, yang mana ia telah memasang pijakan khusus untuk kaki. Berdua mereka pulang. Beberapa orang mengerling. Sebagian heran. Sebagian iri. Dan buat semua itu mereka tak peduli. Ada hal-hal yang memang lebih baik jangan diperdulikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam. Kamar itu. Lagi. Dengan buku-buku bertebaran di kasur. Asap rokok pekat menggantung. Selesai mengetik si lelaki bersiap tidur. Dering halus HP berbunyi. Lagi. Sebuah panggilan dengan nomor disembunyikan. Sebagian orang menganggap ini lucu. Di waktu lain si lelaki akan langsung menolak panggilan itu. Tapi mungkin malam ini tidak. Tak banyak orang yang menelponnya malam-malam. Apalagi larut malam begini. Dan ia sudah tahu siapa yang ada di seberang sana. Orang itu. Lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ : Halo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- : Hei...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ : Hmm ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- : Sedang apa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ : Mau tidur, kenapa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- : Ngga apa-apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ : Oh ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- : Baik-baik kah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ : Iyalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- : Ya sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ : Ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik. Tak ada setengah menit telepon terputus. Si lelaki tercenung sejenak. Betulkah ia baik-baik saja ?. Dan apakah orang itupun baik-baik saja ?. Agak lama si lelakipun tersenyum. Aku baik-baik saja, gumamnya. At au setidaknya, akan baik-baik saja. Sebentar lagi aku sembuh. Mungkin si lelaki benar, kali ini. Ya, ia akan melakukannya dengan benar. Ia telah pamit. Untuk sebuah lembaran yang baru, kelak. Dengan ijin Tuhan. Sambil berbaring ia berkata. Untuk seseorang disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tahukah kamu ?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku baik-baik saja di sini. Dan aku yakin akan begitu. Aku harap kamu juga begitu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tahukah kamu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahwa kadang hidup ini bukan tentang pilihan. Yang betul adalah tentang bagaimana cara kita memandang sesuatu. Kita bisa menjalaninya dengan perasaan depresi dan tertekan. Atau merelakan semuanya dan mulai lagi dari awal. Hingga satu saat nanti semuanya akan bisa jadi indah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tahukah kamu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kadang kenangan itu menyerobot naik ke permukaan. Semua tentang kamu. Tapi sesuatu tentangnya bisa meredakan semua itu. Aku percaya adanya cinta mati. Aku percaya hal itu. Tapi aku lebih percaya bahwa cinta harusnya membuat kita hidup. Semangat untuk menjalani dan mengisi hidup. Bukan untuk membuat kita merasa mau mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tahukah kamu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kadang aku masih bermimpi. Kadang aku masih terbangun. Tapi pelan-pelan hal itu berkurang. Kalau aku terbangun aku tak lagi sedih. Aku berdoa buat kamu. Dan buat aku. Yang pasti buat kami. Aku bisa tenang. Dan bermimpi tentang kami. Aku mau hidup bersama mimpi. Bukan hidup di dalam mimpi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tahukah kamu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku masih bisa mengingat semuanya. Setiap detiknya. Tapi aku tak lagi mau mengulanginya. Hidup ini perjalanan. Dan tidak baik kalau kita hanya berjalan berputar-putar. Seseorang menunjukkanku jalan yang mungkin benar. Dan aku percaya padanya. Sebagaimana dia percaya sepetak kecil kolam ikan koi akan membuat hidup lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tahukah kamu ?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku rela sudah. Menghapus rasa sakit. Benci dan marah. Juga orang-orang itu. Menggantinya dengan pikiran positip dan maaf. Aku pikir itu lebih baik.  Hidup ini sudah berat. Tak baik jika ditambah dendam. Selain itu, bukan urusanku lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tahukah kamu ?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku letih. Lelah. Dan mengantuk. Sekarang biarkan aku tidur. Besok aku mengayuh sepeda lagi. Dengan seseorang dibelakang jok. Memegang pundakku. Mengusap keringatku. Menyiapkan bekal makan siang. Membawakan minum. Membikinkan kopi dan mi. Juga menyertai ke Cibunar. Dan aku membangun duniaku disampingnya. Jadi mungkin kali ini aku benar. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selamat larut malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu si lelaki terlelap. Ia bermimpi. Tentang banyak hal. Tentang orang-orang dan dunia mereka. Ada yang terlahir dengan pikiran-pikiran dahsyat. Mr. KH. dan Mr. S.B*****. Menciptakan banyak hal yang berguna buat manusia. Dari mulai boiler batu bara sampai gugus amino dalam tempurung rajungan.  Sertakan bang Febri  dalam dalam golongan ini. Yang mengajarkan padanya tentang konsep alien dalam agama.  Ada juga anak-anak muda yang pandai dan bersemangat. Dina si researcher muda. Juga Delicia si kampiun kimia dari brawijaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang terlahir untuk jadi pekerja hebat. Seperti Erwinh juga Plak. Dan Toni juga Basuki. Jangan lupa Bang Tape dan Riki. O, ya, Big Brother Jayen pula. Mengarungi Jakarta dan belantara dengan laptop dan isi kepala yang berbinar seperti bohlam. Beberapa dari mereka rela membentangkan jarak dengan keluarga tercinta. Untuk sesuatu yang bisa dibanggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang lahir untuk jadi pecinta. Menerjemahkan rasa dalam bahasa. Seperti si Pony Mittag. Menggilai mega keemasan di langit sana. Ami juga ada. Seorang Saudari yang mencintai hardcore dan tattoo lebih dari pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau Ada juga yang terlahir untuk melakukan hal-hal aneh. Berkendara di atas motor tua sambil mengumpulkan barang-barang antik. Atau menjejakkan kaki di gunung-gunung dan mengukur dalamnya gua. Atau lagi, berdiam diri sambil menghitung jumlah janggut. Azhar yang menyumpah-nyumpah di punggung Ciremai. Mas Yogi yang berkelana membantu orang-orang ketika bencana. Doyok si gondrong yang tak pernah bicara lebih dari 3 kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lagi dilahirkan untuk jadi penepuk bahu. Pendorong dikala sedih. Riris, St. August-nya tersayang. Atau Aan dengan gelas kopi dan senyum khasnya. Hmm. Si Rambo yang tergopoh mengantarkan uang ke kantor. Demi menyelamatkan perut karena waktu gajian molor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang lain dilahirkan sebagai periang dunia. Menyebarkan tawa. Pencerah muram durja. Hei, nomor satu tentunya si Redi. Dengan isi kepala yang lebih banyak mengandung adukan pasir dan semen keras ketimbang otak yang encer. Disambung Asep yang konyolnya sama besar dengan malasnya. Oittt, Onoy pun harus ada. Mereka penghibur kelas wahid. Tak ada banding taranya di muka bumi. Bersama mereka hilang sudah semua duka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Sebagian cerita memang terlalu pedih buat didengar. Tapi sebagian lainnya bisa jadi menyenangkan. Semua ada karena mereka harus ada. Dalam cerita. Dalam setiap lembar yang tak ingin dihapusnya. Sampai nanti. Sampai pagi habis berganti. Sampai tanah menguraikannya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Footnote:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;* = Adalah sebuah tempat di kaki gunung Ciremai. Para pendaki biasa menyebutnya Pos 1 atau titik nol &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;walaupun Cibunar berada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;di ketinggian 600 mdpl. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;** = Bike to Work. Sebuah perkumpulan beranggotakan orang-orang yang bersepeda ke tempat kerja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*** = Von Hernandez. Direktur Eksekutif Green Peace Asia Tenggara. Beliau terkenal dengan kata-katanya :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Bekerja untuk melindungi dan mengkonservasi lingkungan tidak akan pernah berakhir, tapi sanggupkah kita berhenti berjuang bagi masa depan kita”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;**** = Entah ErwinH atau bukan pencetusnya. Tapi kalimat ini memang begitu lucu dan mengena. Apalagi diucapkan sambil menepoki pantat sendiri. Seperti yang biasa ErwinH lakukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;***** = Pimpinan di eks kantor dan kantornya sekarang. Demi kepentingan perusahaan, kepanjangan dari inisial mereka tidak usah dipermasalahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-4494201709553939271?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4494201709553939271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4494201709553939271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/08/ds.html' title='DS'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-5095883560512127964</id><published>2010-07-20T12:41:00.004+08:00</published><updated>2010-07-22T14:47:34.522+08:00</updated><title type='text'>Open Range</title><content type='html'>Prewords :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cause it's you and me&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;and all of the people&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;with nothing to do&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nothing to lose &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(LifeHouse)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan. Ini berarti banyak. Bukan cuma sekedar tetes air yang membasahi  tanah. Bukan cuma ritual cuaca. Bukan cuma rotasi air. Bukan. Bukan  sekedar itu. Hujan adalah harapan. Hujan adalah kelahiran kembali. Hujan adalah pencucian. Hujan adalah  messenger - pembawa kabar. Hujan, adalah banyak hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada mendung. Ada dingin. Ada kelabu. Ada kilat. Lalu setelah itu ketenangan luar biasa. Para pelaut biasanya menyebut itu dengan "tenang sebelum badai". Mungkin seperti itu kira-kira. Suatu waktu dimana semua hal begitu ... sederhana. Begitu menghanyutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itu jugalah hari ini. Dan hari-hari sebelum ini. Seperti bayi yang terlelap dalam gendongan, si lelaki menghabiskan waktu-waktu yang tersisa. Sebelum semuanya berubah. Sebelum badai datang. Sebelum jungkir balik terjadi. Dan sebelum lembaran baru datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaran baru itu ada disana. Semoga saja cuma selembar. Tak tersentuh dan tak terbuka. Putih. Bersih. Tanpa cela. Menanti dalam jarak. Betapa ingin ia mengintip isinya. Dan menulis sesuatu disana. Barang sedikit saja. Tak akan ada yang tahu. Kalaupun ada, si lelaki tak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lembaran itu nanti, ia ingin menulis nama. Mungkin dua. Atau tiga. Raya, Naya, Dyandra. Mereka-mereka yang akan memenuhi dadanya. Menyambutnya pulang. Celoteh kecil di pagi hari. Layaknya anak burung dalam sarang yang hangat. Ia akan menggendong mereka. Mengantar pulang. Ikut bermain. Memarahi. Menyuapi. Menyembuhkan. Dan hal seperti itulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dipandanginya lembaran lain. Kuning kecoklatan. Berdebu. Diusapnya pelan. Ada warna-warna disana. Tak lagi indah. Dibukanya pelan-pelan. Meresapi setiap garis dan kata. Ada sesuatu yang menggurat. Sesuatu yang teramat dalam. Tapi sakitnya mereda. Luka itu mulai hilang. Mengering. Mungkin sebentar lagi sembuh. Cerita-cerita yang dibungkus rapih. Lalu masuk peti. Dan ia akan menikmati semuanya dalam langit senja yang damai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datanglah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-5095883560512127964?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/5095883560512127964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/5095883560512127964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/07/prewords-cause-its-you-and-me-and-all.html' title='Open Range'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-1389116960192379309</id><published>2010-06-25T12:05:00.007+08:00</published><updated>2010-06-25T18:47:51.816+08:00</updated><title type='text'>The Child Who Say "ghiiii"</title><content type='html'>Prewords : seperti yang di atas, demikian juga yang dibawah *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sesuatu yang menggairahkan tentang keheningan, si lelaki menulis. Lagi. Ia sedang banyak ide. Salah satunya adalah mengenai keheningan. Sesuatu yang banyak didapatnya di sini. Di rumah ini. Di kamar depan. Di kamar belakang. Di meja kerja. Di depan jendela. Di meja makan. Di sofa depan. Di teras. Di loteng atas. Di lantai dekat tumpukan batu alam ditengah rumah. Di pinggir pantai CUDP **. Di gubuk mungil di perut Ciremai. Atau dimanapun. Tempat-tempat yang selalu membiarkannya berdiam dan terdiam. Orang-orang disekitarnya pasrah kalau ia sedang seperti itu ; duduk diam dan merokok dengan pandangan menerawang. Kadang -dalam level tertentu- tertawa sendiri. Kadang bersedih tiba-tiba.  Lebih seringnya lagi diam tak mau bicara. Atau mungkin lebih tepatnya ; mereka malas mengajaknya berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu entah darimana muncul saja berita yang tidak-tidak. Begitu juga yang dialaminya. Ada yang bilang si lelaki mendalami meditasi. Ada yang bilang ikut aliran nyepi. Yang bilang gila sudah biasa. Adapula yang bilang kesurupan. Frustasi menahun. Sampai ke masuk ajaran islam garis keras cuma karena jenggotnya tak juga dipapras. Ada-ada saja.  Masa bodohlah. Yang penting ia tidak seperti itu. Ia cuma tak bicara kalau sedang tidak ingin. Apapun topiknya. Pendek kata, ia adalah lelaki normal yang menjalani 30 tahun cerita hidupnya dengan menyenangkan karena dikelilingi orang-orang yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya normal saja. Kalaupun ada yang berubah, mungkin cuma satu atau dua hal. Yang pertama adalah si Compaq hitam kesayangan yang selalu ada dalam gendongannya kalau tidak sedang terpancang. Isinya macam-macam. Beberapa diantaranya adalah file dan data pekerjaan. Sisanya, lagi-lagi hal yang menyenangkan. AoE untuk kumpul bersama kawan. Lagu-lagu pilihan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sybian girl movies&lt;/span&gt;. JPEG tantri pemberian plak (hehehe). Buku-buku. Lain-lain. Banyaklah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal satu laginya, Halim. Alim. Salim. Atau siapunlah namanya.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Biasnya si lelaki itu cuma memanggil "lim" saja. Lim ini seorang anak kecil. Mungkin seumuran ponakan ndutnya, Lintang. Satu peristiwa membuat lim jadi agak tertinggal dari anak lain. Masih ngompol. Tidak bisa menelan liur sendiri. Dan sulit sekali berkomunikasi. Baik menerima ataupun bicara. Sebesar itu ia cuma bisa berkata "ghaaaa" atau "ghiii-iiii". Atau kombinasi antara keduanya. Itupun jarang sekali. Kebanyakan cuma diam sambil menundukkan kepala. Mungkin ia memang susah menegakkan kepala. Itulah yang menyebabkan air lirunya menetes kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan anak ini tak bisa diam. Ada saja yang dilakukannya. Ia selalu penasaran dengan semua hal. Laci yang tertutup. Lemari berkunci. Pintu. Kaleng-kaleng. Ban sepeda. Sampai segala jenis tombol dipencetnya. Kadang si lelaki risih. Seringnya iba juga. Bukan salah anak ini jika sampai begini. Lahir dan besar dalam keluarga yang kurang beruntung secara finansial. Namun sesuatu dalam keluarga itu yang dipuji si lelaki. Ketegaran luar biasa untuk menghadapi sulitnya hidup. Jarang mereka mengeluh. Bagaimanapun kegetiran menampar. Keluarga alim adalah keluarga yang qona'ah. Menerima hidup apa adanya. Dan mencoba bangkit dari semua itu. Hebat. Sungguh. Pejuang-pejuang hebat dalam sebuah keluarga hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa waktu lalu mama si lelaki memutuskan untuk merekrut bunda alim. Seorang wanita perkasa berstamina luar biasa. Mengerjakan semua pekerjaan rumah seorang diri saja. Mencuci. Menyetrika. Memasak kalau sempat. Menyapu dan ngepel pasti iya. Semua, pokoknya. Dahsyatnya, semua itu dikerjakan tanpa penurunan standar sama sekali. Dari pagi sampai sore semua pekerjaan dibabat tanpa sisa sama sekali. Menjaga rumah selalu rapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu-waktu seperti itulah si lelaki kerap berjumpa dengan alim. Menunggu ibunya selesai kerja. Kadang bermain dengan lintang. Sisanya yang berdiam seperti biasa. Berbahasa dengan dunianya sendiri. Entah apa yang ada di dalam sana. Kadang si lelaki ingin sekali bisa mengintip sedikit. Apakah ada secarik kecerdasan yang tergumpal. Atau barangkali Tuhan meletakkan cahayaNYA di tempat yang begitu sederhana. Dalam kepala seorang anak kecil yang berbeda dengan sebayanya. Hingga tak seorangpun mengerti betapa ajaibnya itu semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore yang cerah di kamar depan. Si lelaki mengetik ini semua. Didampingi alim tentu saja. Yang duduk tenang. Kadang si lelaki bicara padanya. Yang dijawab ghiii dan ghaaa. Dielusnya kepala ini anak. Kasihan hanya bisadiam, si lelaki memutuskan berhenti sejenak. Ingin memberi alim sesuatu yang baru. Mungkin foto, pikirnya. Alim suka sekali dengan foto. Mari, saya tunjukkan foto langit, kata si lelaki. Alim tertunduk. Tangan si lelaki membuka koleksi fotografinya. Menunjukkan foto langit senja. Langit pagi. Foto abstrak. Mutchi. Cahaya lampu. Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ghiii", alim menggeleng. si lelaki heran. "Kenapa kamu ?", tanyanya lembut. "Alim ngga suka ?". Yang ditanya menggeleng sambil ber "ghiii" lagi. Tangan kecil yang selalu basah dengan liur itu menunjuk layar laptop. Menunjuk warna jingga dan awan-awan di sebuah foto langit senja. Lalu mulutnya ribut ber "ghaaa-ghiii" menunjuk-nunjuk jendela. Hmmm. Ada apakah ?. Si lelaki bingung. Ia pernah bicara tanpa bahasa. Dengan Doyok, seorang saudara yang bertempur bersama di Malang. Atau dengan Lintang ketika anak itu masih bayi. Atau dengan seorang perempuan bergigi kelinci, dulu. Ketika mereka berkata-kata dengan rasa. Tapi ini ?. Ia mencoba untuk mengerti. Tapi sulit sekali berkonsentrasi ditengah suara "ghaa-ghiii" itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sekejap saja kesadaran itu datang. Ah. Ya. Kenapa ia bisa lupa. Kenapa ia pusing untuk mencoba mengerti bahasa anak ini ?. Percuma. Karena memang tidak ada bahasa apapun disana. Karena bahasa diciptakan cuma sebagai alat bantu. Ya. bahasa bukanlah komunikasi. Dan adalah salah mengharapkan untuk mengerti bahasa anak kecil yang tidak bisa berbahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi diterimanya begitu saja. Seperti yang pernah diterapkannya pada Doyok, Lintang, dan perempuan bergigi kelinci. Tanpa harap untuk bicara. Cuma rasa. Rasa. Rasa. Dan semuanya menjadi mudah. Si lelaki tersenyum. Alim tak suka warna ini. Karena beda dengan warna langit senja pada umumnya. Lalu dicobanya lagi sebuah foto lain. Kali inipun yang ditanya menggeleng ghiii. Ya. Warna foto itu oversaturred. Sekarang yang hitam-putih. Punya Mutchi. Ghiii-nya masih ada. Walau lemah. Masih ada komposisi yang kosong disana. Modelnya kurang dekat dengan kamera. Setelah itu jadi makin mudah. Dibongkarnya semua koleksi fotonya. Dari semua momen. Semua angel. Semua objek. Ada saja yang membuat alim menggeleng. Horizonnya miring. Zoomnya payah. Hitam-putih yang maksa. Tonenya membosankan. Blur. Shake. POI "ga dapet". Fotonya kurang deep. Foto lain lagi kurang ramai.  Angelnya kurang pas. Cropping berlebihan. ... lain-lain...lain-lain...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera si lelaki makin menyadari. Bahwa ada sesuatu dalam keheningan. Yaitu keriuhan luar biasa. Yang mungkin sama riuhnya dengan alam semesta. Manusia mencoba menangkap dengan lensa. Satu atau beberapa keping gambar hidup ini. Ini tak bisa dilakukan begitu saja. Ada sudut yang harus ditempati. Ada komposisi yang harus diperhatikan. Ada model yang harus diajak bicara baik-baik. Ada warna yang harus ditampilkan. Ada frame yang harus diisi. Dan ada pesan yang harusnya ada. yang tersembunyi dibalik selembar foto. Supaya tidak dilupakan dan dibuang begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Footnote : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; * Kalimat yang diambil dari novel The Lost Symbol - Dan Brown. Sebuah buku yang menghibur. Walaupun tak ada baru di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;** CUDP. Entah apa arti atau singkatan dari apa. Yang saya tahu namanya begitu. Atau setidaknya disebut begitu. Tempat ini adalah lokasi budidaya perikanan air laut di wilayah Kesenden - Cirebon&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-1389116960192379309?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/1389116960192379309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/1389116960192379309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/06/child-who-say-ghiiii.html' title='The Child Who Say &quot;ghiiii&quot;'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-4102757945565195010</id><published>2010-06-18T01:59:00.007+08:00</published><updated>2010-06-19T12:41:42.498+08:00</updated><title type='text'>Whisp</title><content type='html'>Kadang-kadang, ya hanya kadang-kadang, lelaki itu ingin seperti ini saja. Duduk diam tanpa berkata-kata. Seperti kali ini. Memandangi bulir gerimis di jendela metromini yang hampir kosong. Tak ada siapapun kecuali beberapa penumpang sial yang agak kemalaman di jalan. Seorang bapak tua yang mengantuk di pojokan. Sepasang muda-mudi yang rupa-rupanya baru saja bertengkar. Di bangku depan, seorang pemuda  sibuk dengan BB-nya. Kelihatannya tolol sekali. Ya, orang yang ribet dengan BB memang selalu begitu : tolol. Atau setidaknya terlihat begitu. Membudakkan diri pada alat. Paling depan sangat, si bapak sopir yang tangkas meminda-mindahkan perseneling. Memaksa mesin tua si metro meraung membelah Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh. Semua itu tak ada yang menarik minatnya. Kecuali tetes air yang makin banyak. O, tak habis pikir si lelaki. Darimanakah air itu. Kenapa bisa jatuh disini. Akan kemanakah mereka mengalir ?. Ke dalam kerongkongan seorang presiden. Atau ke dalam ember cucian si pembantu. atau tergenang begitu saja di perkampungan kumuh di tengah belantara gedung ?. Saat itu kepalanya begitu penuh. Pikiran demi pikiran berjejalan dalam isi kepala yang tak seberapa besar. Seorang kawan pernah berkata, bahwa otak lelaki itu seperti gelembung sabun. Bubling tiada henti. Tak baik itu, kata si kawan, bisa gila kau nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gila atau tidak, tak pernah si lelaki mempermasalahkannya. Ia percaya bahwa satu-satunya yang masih waras di dunia ini cuma orang gila. Mereka begitu apa adanya. Tak peduli apa-apa. Langit dan bumi adalah rumah mereka. Bebas kemana suka. Tanpa ikatan bentuk apapun yang membelenggu leher dan kaki. Bahkan tak perlu merasa gila. Seperti itulah. Tidak ada yang gila di dunia yang gila ini. Jadi jalani sajalah. Toh pada akhirnya kita semua adalah orang gila. Dan itu tidak buruk juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu sibuk memikiran air hujan dan orang gila, seorang pengamen masuk. Perempuan. Dengan rambut model buntut kuda. Pakai kemeja flanel kotak-kotak yang agak kebesaran. Tapi selain itu penampilannya bersih. Lain dengan pengamen jalanan pada umumnya. Sekilas saja memperatikan, tahulah si lelaki kalau perempuan ini bukan pengamen. Orang ini hanya ingin bernyanyi. Test mental atau apalah. Layaknya anak-anak band yang ingin menguji diri sebelum pentas. Sigap si lelaki memasang telinga. Bersiap mendengarkan. Ia paling suka hal-hal begini. Bukan apa-apa. Supaya bisa komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lepaskanlah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ikatanmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dengan aku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;biar kamu senang&lt;/span&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu itu meluncur. Begitu saja. Tanpa permisi. Tanpa basa basi. Si lelaki terkesima. Mungkin semua sisa penumpang pun begitu. Suara si penyanyi itu enak sekali. Pastinya tak sama dengan Tantri. Tapi ini lain. Sunggung. Amat jarang ia menemui yang seperti ini. Satu lagu selesai sudah dan tampaknya si pengamen tak mau tambah. 1 song show. Seseorang bertepuk dari pojok. Bapak tua yang mengantuk tadi. Lalu pasangan yang bertengkar. Lalu menyusul yang lainnya. Sungguh. kalau kamu disini, mungkin kamu juga. Sebab ini betul-betul lain. Setelah itu segera seperti biasa, bungkus bekas permen beredar. Uang receh berjejalan di dalamnya. Tak banyak memang. Pun tak masalah juga. Sebab memang bukan itu yang dicari si pengamen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menghitung, si pengamen duduk di bangku sebelah. Membelai gitar kopong yang diperlakukannya bagai keris keramat. Hati-hati sekali. Metro mini terus melaju ketika si pengamen perempuan kembali bernyanyi untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Said what love is&lt;br /&gt;Love is how it’s lost&lt;br /&gt;Not how it’s found&lt;/span&gt;**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahsyat. Demi Tuhan si lelaki betul-betul terperangah kali ini. Bagaimana bisa lagu ini ada di dalam sebuah metromini tua begini ?. Harusnya lagu ini ada di laptopnya. Diputar tiap hari. Atau ada di music alliance pact - sebuah pertukaran musik band indie antar negara lewat dunia maya. Atau setidaknya ada di kamar. Dengan segelas teh madu dan biskuit jahe. Si lelaki memejamkan mata. Menikmati setiap nada yang ada disana. Merelakan diri terbius dengan suara si penyanyi. Melayang jauh ke tempat yang tidak kamu mengerti. Jauh dari sana. Dari bising metromini. Jauh dari hingar-bingar malam jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ia heran pada diri sendiri. Biasanya ia rewel dengan lagu. Lagu apapun. Ada saja salahnya. Gitarnya kurang keras. Drumnya monoton. Band nya banci. Live nya ngawur. Liriknya cengeng. atau apalah. Tapi tidak dengan lagu ini. Semuanya begitu sederhana. Cuma suara perempuan yang nyaris terdengar seperti orang berbisik. Dan gitar yang direkam dengan walkman. Tanpa mixing. Tanpa efek. Tanpa autotune. Lagu itu begitu saja adanya. Lengkap dengan fals dan desah nafas sang penyanyi. Juga suara "klik" dari alat perekam begitu lagu usai. Tapi rasanya itu begitu sempurna. Sehingga si pendengar cukup mendengarkan saja. Tanpa harus berfikir apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penyanyi selesai. Begitu juga metromini yang mendekati tujuan. Si lelaki berdiri dan memberi senyum. Si pengamen membalas sopan. Dan tentunya masih manis sekali. Hujan masih gerimis ketika si lelaki melompat turun. Dipasangnya jumper penutup kepala. Lalu berjalan pelan-pelan. Pikirannya masih tertinggal di metromini tadi. Kepada pengamen berkemeja flanel yang kebesaran.  Rasanya si lelaki pernah melihatnya. Entah dimana. yang pasti di suatu tempat selain disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sebentuk rindu menyeruak. Dalam. teramat sangat dalam. Pada perempuannya yang berambut dan berhati emas. Penimbang jiwanya. Pereda marahnya. Penyembuh lukanya. yang berada jauh dari sini. Dari Jakarta yang rumit ini. Mungkin dalam rumah hijau yang hangat. Atau di kamar tidur yang AC nya mati. Menanti si lelaki kecil pulang. Menunggui pintu coklat itu. Menyiapkan minum. Memanaskan air. Mengambilkan handuk. Menyediakan makan. Membuatkan kopi. Memijat kaki. Bertanya tentang hari. Atau seperti itu. hal-hal yang selalu membuatnya terenyuh. Ah, betapa ia kurang bersyukur. Bahwa Tuhan telah mengenalkannya pada sebuah kata baru. Kata itu bernama Dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati si lelaki berjanji akan lebih sering membalas sms. Atau menelpon. Walaupun sekedar bertanya apa kabar. Sedang apa. Sudah makan belum. Hal-hal kecil seperti itu. Setelah pulang nanti si lelaki pun berjanji akan mendekapnya erat. Dan mulai bercerita lebih banyak. Bahwa ia memang memuja Slipknot dan Koil. Tapi tak selalu begitu. seringkali juga, pada sisi lain hidupnya, ia bisa begitu jatuh cinta setengah mati pada musik-musik seperti yang dinyanyikan Club 8, Solvor Vermeer, Aqualung, atau bahkan The Whispy Hummer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang, ya, kadang-kadang saja hidup ini seperti misteri yang tak kunjung habis. Banyak hal yang tidak akan pernah kita tahu. Mungkin sampai dibawa mati. Seperti air hujan yang mengalir entah kemana. Seperti pengamen tadi. Tapi malam itu kepala si lelaki reda sudah. Ia belajar banyak dari lagu si pengamen. Bahwa kita akan banyak menemukan cinta. Dimana-mana. Di mata manusia. Di genggaman tangan. Di klub malam. Di tempat tidur, dimana orang-orang akan bicara cinta dan mendesah diatasnya. Tapi ternyata butuh lebih dari sekedar cinta untuk mencintai. Dan kita selalu sibuk untuk mencari cinta dan orang yang bisa mencintai. Sampai kita lupa untuk menjadi orang yang pantas dicintai. Kadang-kadang, cinta bukan sekedar cinta. Ada ketegaran disana. Untuk menerima apapun atau siapapun yang Tuhan berikan buat kita. Seperti perempuan yang begitu menerimanya. Seperti lagu itu. Ya. Seperti si pengamen yang berbisik dalam metromini tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;footnote :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* : Sebuah lagu dari band kotak. Saya suka lagu ini. Mengingatkan pada 4 buah file jpeg yang diberi Plaque. ErwinH memberi komentar yang fenomenal untuk ini dengan kalimat ; "sakit lo pada !". Silahkan googling dengan keywords ; Tantri kotak. Hihih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;** : Lirik, gitar dan arransement oleh Joan. Salah satu dan mungkin satu-satunya personel The Whispy Hummer. Ada beberapa lagu yang semuanya sangatttt enakkkk sekaliiii. Percayalah, bahwa musik (indie) Indonesia ternyata bisa lebih dari sampah-sampah yang semakin sering muncul di tv.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;Lirik lengkapnya adalah ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My love is a plagiarism&lt;br /&gt;I’ve seen it all in the bed&lt;br /&gt;Of the people that I’ve met&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And my love, you’re a dime in a dozen&lt;br /&gt;I’ve seen you stand in the corner&lt;br /&gt;Of my morrow light&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the colours there&lt;br /&gt;Always stay that way&lt;br /&gt;You went down down down&lt;br /&gt;Eyes of shady brown&lt;br /&gt;Give in to the ground&lt;br /&gt;And when you go&lt;br /&gt;No one would know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My love,&lt;br /&gt;I’m but a promise with a catch&lt;br /&gt;And by myself I could say&lt;br /&gt;That you’re leaving me unkept&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But love, you’d be the one&lt;br /&gt;that’s worth a try&lt;br /&gt;I’ve watched your face in the vast&lt;br /&gt;Of the endless summer sky&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh it’s a mystery&lt;br /&gt;What you see in me&lt;br /&gt;You went down down down&lt;br /&gt;Went without a sound&lt;br /&gt;Said what love is&lt;br /&gt;Love is how it’s lost&lt;br /&gt;Not how it’s found&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My love, how I remember your hands&lt;br /&gt;I’ve seen the light that appears&lt;br /&gt;When they’re wrapped around my neck&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now say it one more time&lt;br /&gt;How you’re my one last chance&lt;br /&gt;We go down down down&lt;br /&gt;Spin without a sound&lt;br /&gt;Give into the ground&lt;br /&gt;Here we go&lt;br /&gt;And now we’re gone&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-4102757945565195010?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4102757945565195010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4102757945565195010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/06/whisp.html' title='Whisp'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-6644264050764912667</id><published>2010-06-01T20:56:00.003+08:00</published><updated>2010-06-02T00:40:54.507+08:00</updated><title type='text'>Makam tertua di tempat kami</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;prewords : Karuhun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kamu tahu&lt;/span&gt;, tulisnya di satu malam sepi di kantor yang juga sepi, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ada banyak hal yang ingin aku ceritakan. Banyak sekali. Sampai kadang kepalaku penuh dengan kata-kata. Banyak sekali kata-kata. Tentang 250 km yang melelahkan di atas si hitam kelam semesta. Tentang malam-malam yang aku telanjangi isinya. Tentang lampu-lampu jalan. Tentang cerita gedung-gedung tinggi. Tentang garis hitam-putih. Tentang manusia. tentang hidup yang terus berjalan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tapi, tak ada yang mengalahkan cerita ini&lt;/span&gt;, bisiknya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tentang makam tertua di tempat kami... .&lt;/span&gt; Tangannya berhenti sebentar. Membayangkan hari itu. Hari dimana cerita ini terjadi. Cerita aneh yang..., ah sudahlah. Si lelaki mulai menulis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Suatu hari kami semua pergi berziarah ke makam mbah di Kuningan. Aku bersama seluruh keluarga. Waktu itu siang sejuk. ya, Kuningan memang selalu begitu. Sejuk. Sepi. Dan ramah. Ramah, seperti seorang pembersih makam yang menyambut kami. Ramah sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Silahkan bapaaa, wilujeng sumping. Mau ke makam siapa bapaaa. Mau ke makam tertua disini bapa ?. Tanya sama saya. Saya tahu semuanya. Saya penjaga yang paling lama disini. Saya menjaga dari dulu. Karena saya menjaga makam tertua di tempat kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Semua kalimat itu diucapkan dengan bahasa sunda yang halus sekali. Sangat-sangat halus. Kata-kata yang sudah jarang dipergunakan Mungkin mendekati bahasa jaman lalu. Aku tersenyum. Ada sesuatu dalam orang ini yang sepertinya selalu mengundang orang lain tersenyum. Mungkin kehalusan bahasanya. Mungkin keramahannya. Bapak ini sudah tua. Badannya bungkuk. Mungkin terlalu banyak menyapu. Tapi bahasanya masih jag-jag *. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya mau ke makam mbah saya, alm. Syamsi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ooo, bapa teh cucu-na ibu Syamsi ?. Ibu Syamsi putri dari Alm. Adimiharja. Nah, lamun bapa Adimiharja teh putra-na bapa haji Yoenoes. Ibu haji syamsi orangnya baik. Sederhana pisan hidupnya.&lt;/span&gt;.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku kaget. Orang ini hapal sekali silsilah keluarga kami. Selama orang ini bicara, aku membatin. Kami sendiri yang masih turunan karuhun kami itu tentu hapal. Tapi beliau ini ?. Siapakah orang ini ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seolah tahu pikiranku, si bapak tua terkekeh. "Jangankan silsilah, bapa. Sampai tahun hidup dan meninggal mereka pun saya hapal. Saya hapal semuanya. Saya penjaga yang paling lama disini. Saya  menjaga sejak dulu. Karena saya menjaga makam tertua di tempat kami".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dengan kalimat itu, diantarkannya kami ke makam embah. Lalu kami semua duduk mengelilingi. Berdoa untuk beliau yang kami cintai. Aku sempat mengerling. Bapak tua penyapu makam berdiri tak jauh dari kami. Lalu seseorang - entah siapa- hendak melintas. Si bapak penyapu makam menunduk hormat. Mungkin kepada siapapun ia akan begitu. Orang yang baru datang ini sempat berhenti. Sopan sekali, pikirku kagum. Seharusnya semua manusia di bumi ini begini. Seperti orang baru ini. Berhenti dan ikut mengangkat tangan waktu orang lain berdoa. Setelah itu, ia sendiri masuk ke satu kumpulan yang makam berdinding bata tanpa atap. Tak jauh dari makam embah. Tepat di tengah kompleks makam itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Selesai berdoa kami berdiri. Si bapak penyapu makam kembali mendekati. Salah seorang dari kami menyiapkan uang sedekah. Si bapak menolak. Semakin dipaksa, semakin beliau menolak. "Nuhun bapa. Saya bukan peminta-minta, bapa. Saya penjaga tempat ini. Saya penjaga paling lama disini. Saya menjaga sejak dulu. Karena saya penjaga makam tertua di tempat kami".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalimat itu lagi. Entah ini sudah ke berapa kalinya. Detilnya persis. Intonasinya sama. Bahkan jadi mirip mantra. Aku tergelitik. Penasaran buat bertanya. "Emang, makam paling tua disini yang mana pak ?".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Si bapa berhenti bicara. Ia memandangku lama. Seolah pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sudah lama tak pernah didengarnya. Lalu beliau melanjutkan. "Bapa mau lihat ?. Hayu bapa. Itu disana. Saya yang menjaganya. Saya penjaga paling lama disini. Karena saya penjaga makam tertua di tempat kami".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ini dia, bapa", kata si bapak tua. "Ini makam tertua di tempat kami. Saya yang menjaganya.  Saya penjaga paling lama disini. Saya menjaga sejak dulu. Karena saya  menjaga makam paling tua di tempat kami". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya, ternyata kompleks makam berdinding bata tanpa atap tadi. Ada 4 buah makam disana. Panjang-panjang sekali.  Semuanya hijau tertutup lumut tebal. Tanda makam itu memang sudah tua. Sayang aku tak sempat masuk dan membaca tulisan di nisannya. Cahaya matahari menerobos dedaunan pekat di salah satu makam. Menciptakan efek yang luar biasa. Kalau saja bawa kamera...maaf, kalau saja punya kamera, pasti aku sudah sibuk jepret -jepret.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Terimakasih pa", kataku. Si bapak penyapu -atau penjaga makam seperti katanya- terkekeh lagi. "Sama-sama bapa. Terimakasih telah datang di tempat kami. Saya yang menjaga semuanya. Saya penjaga paling lama disini. Saya menjaga sejak dulu. Karena saya menjaga makam paling tua di tempat kami".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku berjalan menyusul yang lain. Yang sudah menunggu di mobil. Sebentar aku menoleh kebelakang. Si bapak penjaga melambai. Segera, kami melaju menuju Cirebon. Sepanjang perjalanan pulang aku banyak diam dan berfikir. Makam siapakah yang tertua itu?. Siapa pula bapak penjaga yang paling lama itu ?. Baru kali ini aku melihatnya. Apakah sejak dulu ia penjaga makam itu ?. Lalu kemana orang yang sempat ikut berdoa bersama kami ?. Bukankan ia tadi masuk ke kumpulan makam berpagar bata itu ?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Saya hapal semuanya...&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Saya tahu semuanya...&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Saya yang menjaga semuanya ...&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Saya penjaga paling lama disini. Karena saya penjaga makam tertua di  tempat kami".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tiba-tiba saja, ya, sangat begitu tiba-tiba, semua ini terjawab. Sejalan dengan garis-garis putih sepanjang Kuningan- Cirebon. Sejalan dengan hilangnya kesejukan kuningan, berganti dengan hawa panas pinggir pantai. Sejalan dengan matahari sore yang masih terseyum ramah. Seperti si bapak penjaga yang selalu ramah. Selalu begitu. Sejak dulu. Ya, sejak sangat-sangat dulu sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keterangan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*jag-jag = tegas, waras, lancar. Jauh dari sifat-sifat tua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengenai kumpulan 4 buah makam itu masih menjadi perdebatan, seperti juga sejarah awal berdirinya kerajaan kuningan yang masih simpang siur. Apakah itu makam arya kamuning, atau tokoh lain. Tapi pendapat umumnya penduduk kuningan meyakini bahwa makam itu milik Syekh Maulana Akbar, salah seorang pendahulu wali songo. Tentang ini pun saya masih ragu apakah beliau seorang pendahulu walisongo, atau seseorang yang memang hidup sejaman dengan walisongo. Kumpulan tulisan paling lengkap yang bisa saya temukan mengenai kuningan  dan sejarahnya bisa dilihat di http://aditya69.wordpress.com/. Saya merekomendasikannya. Amat sangat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-6644264050764912667?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/6644264050764912667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/6644264050764912667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/06/makam-tertua-di-tempat-kami.html' title='Makam tertua di tempat kami'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-8333518421980647711</id><published>2010-05-18T17:02:00.002+08:00</published><updated>2010-05-18T17:45:36.123+08:00</updated><title type='text'>KV232</title><content type='html'>Prewords : terrace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerimis belum sepenuhnya reda. Seperti juga kabut yang masih menggantung. Semuanya lembab. Semuanya dingin. Semuanya sepi. Rumah-rumah ditutup rapat. Penhuninya terkungkung didalam. Sebagian di depan tv, dengan semangkuk mie dan kopi. Sebagian lagi di kamar, dengan pasangan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh. Sepi sekali malam itu. Si lelaki berjalan kaki. Melewati rumah-rumah. Melewati jalanan becek. Melewati pohon basah. Melewati teras-teras. Melewati setiap sudut yang ia kenali dulu. Pohon kersen di depan rumah asep. Ubin putih lembut di rumah Onoy. Sofa tua untuk rumah Atu. Tirai bambu di rumah deni. Hei, jangan lupa gang bersudut kalau mau ke rumah Hadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di semua tempat itu. Di teras-teras itu. Di manapun ada tempat berukuran lebih dari 3x3 meter. Di rumah siapapun. Disanalah mereka pernah bersama. Tertawa dan bercerita. Tentang apa siapa dimana dan bagaimana. Gelas-gelas kopi. Pekat ataupun instan.  Batang-batang rokok. Kadang berlimpahan. Kadang kekurangan. Kulit kacang untuk dilempar-lempar. Nasi bungkus yang dimakan beramai-ramai. Lauknya berlainan. Bisa jadi bebek goreng. Lain waktu ikan bakar. Tapi seringnya sayur buncis dan sepotong tempe dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartu gaple menjadi saksi. Betapa pandai mereka di bidang ini. Ada kepuasan tersendiri ketika suara “plakkkkk !” terdengar. Tanda balak 6 yang menjadi momok berhasil dijatuhkan. Bunyinya sensasional. Gaya main pun tak sama. Atu penuh perhitungan. Aan pandai mengira. Asep berputar-putar. Hadi main tembak.  Ule tukang intip kartu orang. Deni tenang tak terduga. Seperti itulah. Selalu ada bahan untuk tertawa. Dan selalu ada kata untuk bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“de !”, sebuah suara memanggilnya tiba-tiba. Lumayan kaget. Langkahnya terhenti dan menoleh. Owh. Seorang kenalan.Kenal tapi bukan kawan.  Yang ini bukan termasuk lingkaran mereka. Walaupun ada, tak pernah gabung bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang memanggil duduk di depan teras rumah. Sendirian seperti si lelaki yang langsung menghampiri. Disodorkannya rokok buat si kenalan yang langsung menyambar. Seolah-olah ia sudah menghabiskan seumur hidupnya di depan teras rumah, hanya untuk menunggu orang lewat yang bisa dimintai rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Disini jadi sepi, de…”, si kenalan angkat bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hmmh” si lelaki mendesah. Entah malas entah mengiyakan. Kenyataannya, disitu memang sepi sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anak keluar Cirebon semua”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya”. Si lelaki tak tahu harus bicara apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cari kerja”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“owh”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tau sendirilah, Cirebon. Kerja apa disini kalo ngga jadi tukang beca”. B E C A. Bukan becak. Bukan beca’. Bukan becaaa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hufff. Si lelaki mengepulkan asap. Benarkah begitu ?. Betulkah memang tak ada apa-apa di kota-nya ?. Tak adakah lumut-lumut hijau itu ?. Tempat ikan-ikan kecil berenang di kolam yang kecil ?. Tak adakah sebentuk kerja di kotanya yang sederhana ?. Apa sajalah. Selain tukang beca. Apa sajalah. Yang sederhana saja. Syukur-syukur bisa bikin kaya. Tak tahulah. Mungkin memang begitu. Sedangkan si lelaki sendiri harus menyingkir dari sana. Jauh dari teras-teras nyaman mereka. Jauh dari  orang-orang sederhana. Yang bertahun-tahun ia panggil “saudara”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama mereka berdiam saja. Tanpa ada kata-kata. Tanpa ada cerita. Tanpa ada tawa. Tak seperti malam-malam itu. Beberapa waktu setelahnya si lelaki mohon pamit. Si kenalan langsung mengiyakan sambil menguap tiada henti. Kantuknya tak bisa disembunyikan. Mungkin tadi niatnya basa-basi setelah diberi rokok. Siapa sangka malamnya berubah jadi acara lomba bungkam. “mampirlah kapan-kapan”, katanya pada si lelaki yang langsung pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah hujan makin deras. Si lelaki menggelar kasur lipat. Lalu berbaring. Matanya menerawang jauh. Mencari jiwa-jiwa yang berpencaran entah dimana. Mungkin aku merindukan mereka, putusnya dalam hati. Hmh.Ya, aku rindu kalian semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bel kereta terdengar di kejauhan. Membelah malam yang makin kelam. Si lelaki menarik selimut dan tidur. Besok keretanya sudah menunggu. Jakarta lagi. Pasti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-8333518421980647711?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/8333518421980647711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/8333518421980647711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/05/gerimis-belum-sepenuhnya-reda.html' title='KV232'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-8004969246297479866</id><published>2010-05-14T11:56:00.003+08:00</published><updated>2010-05-14T12:09:40.913+08:00</updated><title type='text'>Monday Meltdown *</title><content type='html'>prewords : This is heaven&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi yang cerah di Cirebon. Disana kamu bisa menemukannya. Di dekat jendela lebar yang terbuka. Di depan kotak hitam ajaib dengan huruf Q besar sebagai penanda logo. Sebuah meja setrika yang kakinya bergoyang-goyang karena sudah tua, lalu disulap menjadi "meja kerja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari-jarinya bergerak tak menentu. Kadang mengetik sesuatu. Kadang mengklik mouse. Kadang mereguk gelas kopi. Kadang menyalakan rokok. Kadang menulis di kertas kusut. Kadang mengusap mata. Tapi lebih seringnya diam. Cuma saling mengusap lepuhan baru di ujug telunjuk, jari tengah, dan bagian pinggir jempol. Sepertinya si lelaki itu sedang serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serius ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Ia sedang bersantai. Santai-se santai-santainya. Seperti seorang bayi yang tergolek di pangkuan ibunya. Level santai yang mungkin hanya bisa disamakan dengan seseorang yang sedang memulai bermeditasi. Bermoksa indrawi dengan sekelilingnya. Seolah tak peduli dengan segala kejadian. Dunianya mengecil sebatas setengah meter saja. Sepanjang permukaan papan setrika yang goyang ini. Ya, cuma itu. Papan setrika, laptop, gelas kopi dan asap rokoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is heaven, katanya pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata menemukan surga tak serumit yang orang pikir. Banyak orang jungkir balik siang malam. Tak tentu arah tak tentu alasan. Ingin menemukan sesuatu yang disebut surga. Entah sekarang, di dunia ini, atau nanti di hidup setelah mati. Si lelaki tak habis pikir dengan itu. Adakah mereka yakin akan semua itu. Bahwa surga yang dijanjikan berupa dunia tanpa batas. Berlantai emas permata dengan pohon buah-buahan di kanan kiri. Sungai madu susu dan bidadari yang mandi disana. Bebas disentuh. Bebas dimakan. Bebas dipakai. Plus, dijanjikan bahwa akan bebas dari rasa bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau surga yang lain. Berupa kehidupan serba ada. Serba tak terbatas. Dan bebas dari rasa kurang. Proses panjang evolusi telah merubah sejenis mikroba menjadi kita sekarang ini. Jenis mahluk hidup dengan kompleksitas sel yang melebihi riuhnya alam semesta. Dan sialnya, kadang kita lupa siapa kita dan apa yang kita butuhkan. Karena kadang antara kebutuhan dan keinginan tak lagi beda. Maka di titik itulah semuanya jadi tak masuk akal. Atas nama kelayakan "hidup",  banyak orang rela saling makan sesamanya. Perlombaan bernama hidup yang seolah tak pernah berakhir. Lalu pada kenyataannya, kita tak lagi bisa membedakan antara beradab atau hidup di liarnya hutan rimba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditutupnya lembar terakhir kumpulan tulisan Dewi Lestari. Hmmmh. Si lelaki suka manusia satu itu. Bagian surga kecilnya. Selain Bjork dan asbak kura-kura yang setia menemani. dihembuskannya nafas panjang. Menyadari bahwa ia kadang lupa buat berterimakasih pada Tuhan. Bahwa ia telah dipertemukan dengan surga-nya, jauh sebelum yang Tuhannya janjikan nanti. Apapun ujudnya surga itu. Entah dunia tanpa batas tadi, atau sebuah tempat tenang di depan jendela dan meja setrikaan. Dengan tumpukan buku, bergeleas-gelas kopi dan bidadari yang memijati. Ia tak peduli lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is heaven, tak puas ia bergumam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia sebatas meja setrikaan. Dari sana ia bisa melihat semuanya. Bahkan tanpa mata. Papa yang sedang mengurus kebun bunga kecil kesayangan beliau. Jam segini mama sudah sampai pada tahap menggerus sambal. Dhini gendut sedang mengunyah. Darsono merokok di teras dan membaca koran sepak bola. Lintang bermain sepeda dan boneka. Serta bayi kecil yang tidur pulas di kamar belakang. Ah lucunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is heaven. Terimakasih Tuhan. Terimakasih Dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*Monday Meltdown :&lt;br /&gt;Sebaris kalimat yang diucapkan Plaque ketika si lelaki bertanya "sedang apa men ?". Menurut beliau artinya kurang lebih adalah bermalas-malasan, tidak ada kerjaan, membaca email, dan main AOE sendirian dan KALAH. Entah kenapa kalimat ini terdengar bagus sekali sehingga lalu dijadikan sebagai nama bandnya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-8004969246297479866?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/8004969246297479866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/8004969246297479866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/05/monday-meltdown.html' title='Monday Meltdown *'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-4597866464890454552</id><published>2010-04-28T09:51:00.007+08:00</published><updated>2010-05-07T15:18:14.387+08:00</updated><title type='text'>This time like this time</title><content type='html'>prewords : they said i'll get used to...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta-Jakarta. Tempat semua hal teraduk. Baur dalam satu wadah yang tak lagi indah. Sebuah kanvas besar yang tak lagi kosong. Dimana semua orang berlomba untuk mendapatkan sedikit tempat yang masih kosong. Di pojok-pojok kantor. Di gedung-gedung tinggi. Di dapur yang sempit. Di warung makan. Di terminal yang bau pesing. Di sumpeknya bis kota dan kereta api. Di dalam angkutan. Di jalan macet. Di tempat-tempat pelacuran. di dalam mesjid. Gereja. Vihara. Di tong sampah yang kotor. Dalam gedung dewan. Atau apapun itu. Dimana-mana. Entah sekedar garis buruk warna hitam. Atau gambar sebuah langit sore yang indah menjelang. Terserah. Orang bisa jadi apa saja disini. Jadi tuhan atau bajingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasibmu adalah tanganmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah kantor berlantai 4, si lelaki duduk melamun. Memandangi lalu lintas yang ramai sekali. Lampu-lampu kendaraan berseliweran. Seperti laron di musim hujan. Mau kemanakah mereka itu ?. Kadang si lelaki bertanya dalam hati. Matahari hampir terbenam sempurna. Tidakkah mereka ingin pulang ?. Bertemu keluarga yang menyambut ramah. Makan malam bersama istri dan anak ?. Lalu bercengrkama dengan kawan-kawan lama ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau setidaknya, tidak terihat seperti itu. Baiklah. Itu urusan mereka. Mau pulang ke rumah atau ke gua. Sama aja. Yang penting judulnya pulang. Nah, urusan pulang-pulangan inilah yang membuat si lelaki bingung. Sudah beberapa waktu ini ia tinggal di kantor. Tidur makan dan mandi disana. Sebetulnya ini tidak terlalu buruk. Kantornya bersih rapi. Tenang dan sepi kalau malam. Air panas kopi dan gula selalu ada. Kasur ada. Tv ada. AC ada. Semuanya ada. Masalahnya cuma satu : si lelaki ingin sekali merasakan "pulang kantor". Yah mungkin itu hal sepele. Cuma tidak adil rasanya seorang karyawan tidak bisa pulang kantor. Sebuah hak yang mungkin lebih mendasar dari terima gaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat, bos si lelaki -yang juga tinggal dalam kantor-menahannya. "Disini sajalah. Tak usah you cari itu kost. Besok kita lari pagi lagi". Nah ini dia. Alasan kedua ya ini. Bos si lelaki adalah orang yang dalam proses menuju insyaf. Mengurangi minum. Makan teratur. Dan berolah raga. Sialnya, untuk hal terakhir ia tak mau pergi sendiri. Maunya lari pagi sambil ngobrol. Ke gym ngobrol. Golf ngobrol. Jadilah si lelaki menjadi korbannya. Setiap pagi lari keliling komplek. Sekali waktu ia pernah diajak main golf. Setelah itu kapok. Bukan apa-apa : membosankan. Dari pagi sampai sore berjalan mengikuti bola yang dipentungi. Hufff. Kalau ke gym masih mending. Cuma setelah itu capeknya tak juga reda. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memang aku tak bakat jadi olahragawan&lt;/span&gt;, putusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari situlah ia bergegas. Pakai jaket hitam. Helm. Sepatu besar. Lalu berangkat cari kost-kostan. Terbayang olehnya rumah kost yang akan ditempati. Yang jelas jangan terlalu ramai. AC/Non AC tak masalah. kamar mandi kalau bisa di dalam. Seperti di rumah hijaunya. Dan kalau bisa ada pohonnya. Itu menjaganya untuk tetap berfikir bahwa ia masih ada di bumi. Bukannya di planet robot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, mulailah ia berkendara lagi. Pelan tapi pasti. Tanya sana sini. Sejam lebih berlalu. Tak juga ditemukannya rumah yang dirasa nyaman. Ada saja sebabnya. Dekat got. Banyak preman. Kumuh. Sempit. Tak ada parkir motor. Kamar mandi buruk. Genteng bocor. Gelap. Banyak nyamuk. Harga terlalu mahal. Banyak setannya. Tak ada jablaynya. Hal-hal itulah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir saja ia menyerah, ketika pandangannya jatuh di sebuah rumah petak mungil. Rumah ini persis dengan impiannya tentang rumah kost. Bangunannya baru. Warnanya kuning lembut. Murah. Tidak terlalu ramai. Dan bonusnya adalah, hmmm, si pemilih menanami banyak sekali pohon cemara berukuran sedang di tanah kosong depan rumah. Terimakasih Tuhan. Ternyata masih Engkau ciptakan manusia sadar lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, si pemiliknya seorang ibu separuh baya. Orang betawi aseli. Mendelik curiga waktu si lelaki mulai bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"kamarnya masih ada yang kosong bu ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"emang buat siapa, bang ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"buat saya sendiri. Jadi kamarnya masih ada yang kosong bu ?". &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalimat terakhir diulang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Emang abang ini kerja dimana ?", si ibu tak menjawab. Malah bertanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Di daerah puri kencana bu. Masih ada yang kosong kan bu ?. Harap-harap cemas, si lelaki ingin mendengar jawaban "ya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bukan di taman Aries ?". &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ibu ini punya masalah dengan etika bicara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya bukan bu. Emang ada apa di taman Aries ?. Saya mau tanya kamar kok, bu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada polres, bang. Saye kira abang ini pulisi". &lt;span style="font-style: italic;"&gt;p-u-l-i-s-i. Dia bilang pulisi. Bukan polisi&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si lelaki terhenyak. Menyadari penampilannya. Jaket hitam. Rambut Cepak. Sepatu besar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wah, iya, aku seperti polisi. Tapi kenapa ?. Toh aku cuma tanya kamar...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya bukan pulisi, bu. Saya karyawan biasa. Lalu kamarnya gimana bu ?". Ini sudah kesekian kali. Si Lelaki mulai berfikir apakah pertanyaan tentang  kamar kosong itu begitu sulit dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamarnya ... ", si ibu gelisah, dan meremas jemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kosong kan, bu ?" Si lelaki mendesak. Si ibu berkali-kali melihat si lelaki lalu melihat kamar-kamar kosnya. Nyata sekali orang ini berusaha keras mengendalikan diri. Dan itu gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"...maaf bang, kamarnya penuh...". Setelah berkata itu, si ibu itu langsung berbalik. Masuk rumah dan mengunci pintu. Begitu saja. Ya. BEGITUS SAJA !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belahan bumi manapun, entah beradab ataupun belum. Entah betawi ataupun indian. Entah ibu kota ataupun bukan. Entah  pada pulisi atau karyawan biasa, adalah tidak santun berkelakuan seperti ibu tua ini. Menjawab seperlunya dan berbalik punggung tanpa permisi. Sungguh, si lelaki setengah mati menahan marah. Ibu setua itu, apakah tidak pernah diajari sopan santun. Ibu setua itu, apakah seumur hidupnya dihabiskan untuk mencurigai orang yang seperti PULISI. Orang setua itu, bahkan tidak mengerti cara mohon diri !!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku ini orang baik. Mau jadi karyawan yang baik. Aku tidak seperti preman. Tidak bertato dan bertindik. Tidak juga membawa lencana dan pistol di tangan, kalau itu yang beliau takutkan.  Aku adalah seorang yang sedang belajar jadi cseorang calon suami yang baik dari seorang calon istri yang juga orang baik-baik. Kami semua berasal dari keluarga baik-baik. Bukan begini cara orang baik memperlakukan orang baik lainnya!!.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si lelaki istighfar berkali-kali. Sesuatu yang amat jarang ia lakukan. Sesuatu yang ia pelajari baru belakangan ini. Menyadari bahwa tidak sopan orang berbalik punggung. Tapi adalah lebih tidak sopan lagi memaki-maki orang tua yang berbalik punggung. Yang entah punya pengalaman apa terhadap petugas pelindung dan pelayan masyarakat. Yang entah dengan alasan apapun, tidak mau menyewakan kamarnya. Itu hak beliau. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku tidak bisa marah&lt;/span&gt;, pikirnya. Ini Jakarta. Tempat segala hal bisa terjadi. Ya, ini jakarta. Jakarta, Bung !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lunglai, si lelaki pun beranjak pergi. Berkendara pelan melintasi malam. Melintasi aspal yang makin kelam. Melintasi garis-garis putih. Melintasi gedung-gedung raksasa. Melintasi lampu-lampu kota. Melintasi Jakarta yang tak pernah lelap. Melintasi alam pikiran manusia, yang bahkan jauh lebih riuh dari mangkuk mie raksasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kantor sudah larut. Gelap ini. Hening ini. Sunyi ini. Sebetulnya ia suka. Hanya kebutuhan akan perasaan "pulang dari kantor" lah yang bisa menjungkir-balikkan semuanya. Mungkin kali ini ia gagal. Tapi besok masih bisa dicoba lagi. Masih banyak rumah kost mungil yang lain. Masih banyak ibu-ibu yang lebih beradab. Masih ada hari esok. Dengan pikiran semacam itu ia tertidur. Hampir tepatnya ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Al, is that you ?", sebuah suara berat dan serak memanggil. Sesosok tubuh tegap meluncur dari tangga. Di tangannya ada dua kaleng bir. Di tangan dua saja. Tapi di kulkasnya kita bisa lihat puluhan kaleng semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yes, bos. This is me".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Haaa, bagaimana yu punya rumah sewa kamar ?. Sudah ada yang bisa dapat bayar haa??". Bicaranya memang begitu. Kata per kata persis begitu. Berantakan sekali. Ini memusingkan. Terutama malam ini.Pada waktu-waktu seperti ini. Ingin rasanya membawa orang ini ke les bahasa terdekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Not yet. I'll try again tomorrow."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Naaah, what I told you. Tak usah you cari kamar bayar. Bikin uang hambur-hambur. Disini free. Take it as your home. You kelihatan tidak fine, haaa. Here i bring you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaleng disodorkan. Si lelaki menerimanya. Dan entah kenapa, dengan semangat balas dendam. dan lalu, silahkan saudara-saudara dengar siraman rohani dengan bahasa versi beliau ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So mean to say, Al, kita bisa lari tiap pagi biar kita fine haaa. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;You&lt;/span&gt; orang masih muda punya umur. Tapi dengkul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you&lt;/span&gt; mirip benang, haaa. Gimana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you&lt;/span&gt; bisa ambil istri kalau lemas begitu haaa ?. Yang dengkul saja ada tulang lemas. Bagaimana itu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;you&lt;/span&gt; punya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AAAARGH !!!!. Toast. Selamat malam Jakarta !.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-4597866464890454552?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4597866464890454552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4597866464890454552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/04/this-time-like-this-time.html' title='This time like this time'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-3953319989280877220</id><published>2010-03-17T03:04:00.005+08:00</published><updated>2010-03-24T01:28:55.670+08:00</updated><title type='text'>Pieces of Me</title><content type='html'>Prewords : buy one get one&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hei. Ini aku. Masih ingat ?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku bingung. Bagaimana harus memulai (lagi) semua ini ?. Lama berselang semenjak terakhir kali aku ada disini. Dan mungkin akan lebih lama lagi setelah ini. Beberapa waktu lalu aku memutuskan buat berhenti. Berhenti menulis. Berhenti membaca. Berhenti berfikir. Berhenti memandangi. Berhenti berpusat. Berhenti terikat. Behenti ber-empathy. Berhenti apapun yang bikin aku harus kemari lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;LelahLuka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku tak lagi lelah. Dan aku mulai membaik. Nama-nama itu pudar perlahan. Seperti juga luka ini yang bisa terkompromikan. Mungkin masih perlu banyak waktu untuk menjadi normal seperti manusia lain. Tapi aku percaya, seperti juga ketika aku melihat lembaran-lembaran ini. Kelak, aku akan membacanya sambil tertawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku baik-baik saja disini. Masih menjadi lelaki yang sama. Yang pernah dan selalu ada disana. Di jejak yang pernah ditinggalkan di masa-masa lalu. Di tepi sungai. Di tengah lapang. Di kaki-kaki bukit. Di puncak-puncak gunung. Ya. Aku pernah dan masih menjadi lelaki itu. Si kurus yang makan dengan rakus. Si kucel yang selalu kesulitan menyamai waktu bangun dengan matahari pagi. Si aneh yang lebih suka bjork ketimbang avril atau geisha (haaaahhh?) atau siapapun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku akan tetap seperti itu. Lelaki kecil yang mencoba menyemangati diri sendiri di pagi hari. Biarpun harus terhuyung di penghujung malam. Lelaki kecil yang selalu terbangun sejenak di tengah tidurnya. Sekedar untuk melihat apakah ada sederet nomor yang menghubungi selular bututnya. Dan, ya, tentu saja. Aku akan tetap menjadi lelaki kecil yang sama. Yang selalu tergila-gila pada hujan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Memang ada beberapa beda. Aku bangun pagi. Mandi. Sarapan nasi goreng buatan mama. Lalu memanaskan motor inventaris kantor. Datang disana setengah delapan. Beberapa orang mengangguk sopan. Aku membalas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Di meja besar itu aku memimpin ritual pagi : rapat dan memberi instruksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bagaimana disana ?. Semua baik-baik sajakah ?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebetulnya aku mau berhenti bertanya tentang itu. Cuma itu susah sekali. Mungkin hampir sama dengan berhenti merokok. Padahal merokok itu bisa membunuh. Terlepas dari ide tolol dari sebuah ormas dogol atau bahkan majelis usil indonesiaraya yang berfikir bahwa suatu agama tertentu adalah raja di negara ini. Intinya, aku ingin berhenti segala-galanya tentang kamu. Selama-lamanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jadi bagaimana caranya ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebetulnya bagaimanapun sama saja. Aku sudah duduk di kursi ini berjam-jam lamanya. Menunggu satu kata yang lewat buat memulai posting kali ini. Sepertinya mustahil, kalau saja St. August ngga lewat di YM tadi. Hei, judul posting ini nyontek dari blog-nya. Kamu tau, aku selalu bisa tertawa dengan manusia sinting itu. Sama seperti dengan Erwinh, Plak, Deli, Redi. Atau Asep, Deni, Restu, Deni, Aan, Rambo. Kamu kenal mereka semua ?.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Katanya : kamu tambah tua. Aku ketawa. Dia apalagi. Mungkin betul. Aku memang beranjak menua. Seharusnya usia 30 bukan waktunya buat mengembara lagi. Beberapa jiwa yang pernah ada disini sudah berlabuh. Juga beberapa saudara yang telah berbahagia menunggu atau menimang putera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akhir-akhir ini aku sedang suka musik-musik seperti Five for Fighting, REM, dan yang sejenis itu. Atau Kotak. Hei, Erwin bahkan mencantumkan ini secara khusus di statusnya dalam sebuah situs pergaulan. Hmmm. Aku seperti sedang bercermin waktu 100 years-nya F.f.F ada di playlist. Aku takut akan menjadi orang dalam lagu itu. Yang harus menunggu 99 tahun hanya untuk sedetik momen yang dia doakan sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamu  tau ?, kamulah doa terbaik sepanjang hidupku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kadang doa saja tak cukup. Dan aku harus percaya bahwa memang ada doa-doa yang tak terjawab. Dan aku akan belajar lagi tentang itu. tak bijaksana jika kita menyerahkan segala sesuatunya kepada doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway. Aku tetap berharap yang terbaik buat kamu. Apapun itu. Karena aku percaya bahwa segala yang baik akan berakhir baik. Seperti aku. Kamu. Dan kita yang sekarang entah dimana.Mungkin dalam sebuah dunia paralel tanpa keberadaan waktu atau yang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pamit.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-3953319989280877220?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/3953319989280877220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/3953319989280877220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2010/03/pieces-of-me.html' title='Pieces of Me'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-6029650375062380190</id><published>2009-11-12T17:18:00.003+08:00</published><updated>2009-11-13T11:57:11.997+08:00</updated><title type='text'>Rainy days</title><content type='html'>prewords : ketika hujan turun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit hitam kelam. Udara lembab membawa uap air. Petir mulai menyapa sedikit demi sedikit. Makin lama makin dekat. Orang-orang di jalanan mulai membuka payung. Yang tak bersedia payung berlarian. Berlindung pada langit buatan. Dan benarlah. Tak lama kemudian semuanya mulai tumpah. Tercurah. Tak terbendung lagi. Tetesan air tak terhitung banyaknya mulai jatuh. Memandikan bumi yang makin kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dari sebuah kantor berlantai 4, Si lelaki duduk di lantai dua. Bersandar menghadap jendela kaca tanpa bingkai. Kaki terbungkus sepatu cokat. Dinaikkan ke daun jendela. Segelas kopi panas yang tidak terlalu manis. Sebatang rokok. Sebungkus pisang goreng. Dan sebuah senyum mengembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hei, kamu&lt;/span&gt;, bisik si lelaki pada hujan, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;long time no see ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diluar hujan deras mendera. Berkecipak pada aspal. Menampar-nampar jendela. Meninggalkan tetesan di kaca. Pelan-pelan tetesan itu pun tergelincir karena boobotnya sendiri. Mengalir menjadi sungai kecil. Bentuknya lucu-lucu. Ada yang lurus cepat. Ada yang berbelok-belok. Ada yang diam di tempat. Angin berhembus sekencang-kencangnya. Beberapa pohon mulai tumbang. Atap seng beterbangan. Hujan makin deras juga. Air mulai naik melewati titik aman. Banjir siap datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan si lelaki tertawa kecil sambil bertepuk tangan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ayo, lebih keras lagi !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu terasa jadi begitu indah. Penantiannya usai sudah. Terbayar dengan derasnya hujan siang ini. Mengganti cuaca kering. Membawa musim baru. Membawa harapan baru. Menghidupkan lagi mimpi-mimpinya. Memompa semangat yang tak terkira dahsyatnya. Seperti petir. Seperti angin. Dan, ya, seperti hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ia mengerti. Bahwa musim pun bisa berganti. Bahwa sekering apapun, hujan pasti akan turun. Dan bahkan gurun sahara pun berhak menyimpan daun kecil yang akan tumbuh lagi. Dan jemarinya bergerak diatas keypad HP. SMS untuk sebuah nomor tanpa nama dalam phonebooknya. Sekarang ia sudah menemukan kalimatnya. Sebaris kalimat pendek dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hei. disini hujan :)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-6029650375062380190?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/6029650375062380190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/6029650375062380190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/11/rainy-days.html' title='Rainy days'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-7977788927520894708</id><published>2009-11-06T13:19:00.002+08:00</published><updated>2009-11-06T13:41:52.912+08:00</updated><title type='text'>Resign</title><content type='html'>Prewords : Ng&lt;span style="font-style: italic;"&gt;wine&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor sepi. Kantor macam apa ini ?. Tak ada manusia satu ekor pun. Jadi ya begini. Nge anggur. Ya. Bacanya nganggur. Jangan jadi orang nganggur. Padahal di kantor tapi tetap nganggur. Trus, mau apa coba ?. Ngga bisa apa-apa. Ngga ada apa-apa yang bisa dikerjakan. Juga ngga ada nyawa buat mengerjakan apa-apa seandainya pun ada hal-hal yang seharusnya dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumatan ... Iya. Jumat siang. Waktu yang (katanya) dikhususkan Tuhan buat para lelaki. Seharusnya bisa pinjem sendal jepit. Seharusnya bisa rebutan ke keran untuk wudlu. Seharusnya bisa ikut berduyun-duyun dan duduk dengerin ceramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngerjain proposal... iya. Kertas menumpuk. Angka berterbaran. Kabel berseliweran. HP berdering tanpa henti. Klien menunggu. Complain tentang ini-itu. Uapnya kurang. Batubara tidak terbakar. Actuator tidak berfungsi. Api kurang besar. IDF kurang keras. kKucingnya mati. Anaknya bolos sekolah lagi. Atau istrinya selingkuh, mungkin. Arrrrrrgh !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak harus. Tapi mungkin boleh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maen Caesar III ... Hmmm. Bikin kerajaan. Bertani gandum buat rakyat. Sayurannya jangan lupa. Pig farm, biar seimbang gizinya. Pemadam kebakaran dan engineer di setiap sudut. Selipkan juga theater supaya masyarakat ga bosan. Kuil-kuil di setiap blok. Dan taman yang indah lengkap dengan pancurannya. Tambang besi buat bikin senjata. Melindungi negara. Sisanya buat dijual. Begitulah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Update status Facebook ... Busyet !. Tapi itu harus. Orang-orang BOTS maksa-maksa. Jangan sampai kamu hiolang lagi, kata mereka. OK. FINE. So facebook it is. Terkutuklah jika ludah yang ini pun dijilat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YM sepi ... ada beberapa ikon yang kuning. Tapi mereka sibuk semua. Kerja. Makan siang. Jumatan. Atau ha-hal yang bersifat rutinitas itu. Walaupun begitu status mereka aneh-aneh. Tapi memangnya mereka yang mau aneh-aneh. Biar lucu. Biar orang lain penasaran. Biar dikomentari. Biar ditanya-tanya. Halah. Banci comments banget si.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang diincar belum terbit ...  Apalagi format pdf nya. Padahal penasaran. Padahal mau baca. Jadi bacayang lain dulu. Filosofi catur belum selesai. Panjang banget. Lama-lama ilang kesabaran juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beres-beres barang. Rapihin baju. Matikan AC. Kirim emai sebiji yang isinya cuma beberapa kata : "im sorry bos. I quit". Sent. Matikan komputer. Pake kacamata. Ambil kunci motor. Mau beresin pakean kotor. Packing. Pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i had enough with this jakarta. Goodbye !.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-7977788927520894708?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/7977788927520894708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/7977788927520894708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/11/resign.html' title='Resign'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-1826934704868592132</id><published>2009-11-03T09:27:00.002+08:00</published><updated>2009-11-05T14:44:22.254+08:00</updated><title type='text'>sepotong sms buat kamu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;prewords : I am your personal bitch&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pagi di rumah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya. Rumah besar yang berdiri diatas tanah seluas 1400 meter persegi. 10 kamar atau sekitar itu. 1 buah studio musik pribadi (horeee !). Kicau burung di halaman yang mengelilinginya. Sebungkus rokok. Segelas teh manis siap beserta semangkuk mie hangat. Semua sudah ada yang menyiapkan. Tinggal makan. Setelah itu mandi dan bersiap berangkat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Enak ?. Nanti dulu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeda motor baru. Sudah dipanaskan. Sudah ada yang mencuci dan mengisikan bensin. Tingga berangkat. Hmmh. Semeter dari gerbang lalu lintas padat. Motor. Mobil. Beradu ketangkasan dengan kotak panjang butut beroda 4 yang disebut metromini. Semuanya berhamburan seperti anai-anai. Seolah lebih takut terlambat sedetik daripada terjungkal di aspal yang keras. Semua berlomba. Semua terburu-buru. Yeah. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kantor berlantai 4. Masih sepi ketika lelaki itu menghempaskan tubuh ke kursi. Hufff. Tangannya terjulur ke tombol komputer di depannya. Seketika monitor berpendar. Beberapa e-mail masuk. Beberapa ID menyapa. Si lelaki masih termangu. Bukan malas. Bukan pula morning-sickness seperti yang biasa dijadikan alasan mayat hidup diluar sana. Ia cuma ingin meluangkan waktu sejenak. 5 menit yang sangat berharga. Agar ia masih bisa mengingat orang yang paling penting buat hidupnya : Mahardhika.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benda hitam mungil. Digenggamnya erat-erat. Benda itu membisu. Dering halusnya memang jarang berbunyi. Menunggu. Menunggu dan menunggu. Sejuta hari atau lebih. Mungkin seumur hidupnya telah diabdikan buat satu kata itu. Seperti air laut yang menyapa purnama. Seperti lalat yang bertengger di tepian tong sampah. Seperti batu. Seperti debu. Seperti itulah. Di tepian itu ia bertahan sebisanya. Dari cuaca. Dari musim. Dari segala yang berubah.  Ia ingin tetap seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jadi dibukanya lembar itu. Hmmh. Betapa ia merindukannya. Setelah semua perjalanan tanpa henti. Ia ingin sejenak duduk dan menyapa belahan jiwanya ini. Membelainya. Memberinya entry baru. Bercerita tentang apa dan siapa. Tentang mengapa dan bagaimana. Tangannya mulai bergerak pelan-pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah sms buat kamu. Aku ingin mengirimnya pagi ini. Supaya kamu baca itu sewaktu mata lucu kamu membuka. Berisi jutaan kata yang ada di kepala. Karena banyak hal yang aku ingin bicarakan. Tapi tahukah kamu ?. Aku selalu kehilangan itu semua. Seperti orang yang ikut lomba lari, tapi sepatunya tertinggal di rumah. Jadilah aku selalu seperti ini. Terdiam. Tanpa tahu harus apa dan berbuat apa.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah sms buat kamu siang ini. Ditengah terik. Bercampur debu dan keringat. Dengan seluruh nafasku. Ingin kukirimkan buat kamu. Waktu kamu membasahi muka. Dan menyuap makan siangmu. Mengganggukah ?. Atau biar kutunggu saja ?. Biar seperti ikan kecil dalam aquarium. Seperti daun menguning. Menunggu angin untuk menggugurkan diri. Seperti itulah. Ya. Seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si lelaki diam. Menyandarkan punggung ke kursi. Ia tak sedang mengeluh. Dinyalakannya sebatang rokok. Lalu mengembuskan asap keras-keras. Berkali-kali ia melakukan itu. Meski semua tahu bahwa asap rokok itu membunuh. Mungkin aku pun akan begitu, pikirnya. Terbunuh. Dan mati. Mati oleh sesuatu yang dilakukannya sendiri. Pun begitu, si lelaki tahu ia tak akan menyesalinya. Biar nafas terakhirnya jadi saksi, bahwa ia ia akan berdiri sampai mati. Disini. Di titik yang tak jauh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebuah sms buat kamu. Ingin kukirimkan juga sore ini. Ketika angin berhembus lembut. Melalui rambut halus keningmu. Melalui helai-helai Membisikan sesuatu yang tak kasat mata. Disana. Ada kita. Ada kamu dan aku. Ada sebuah dunia yang nyaman. Sebuah dunia tanpa orang asing. Dimana ruang dan waktu tepat seperti apa yang Einstein bilang. Sebuah dunia dimana kita bisa menikmati setiap nafas yang Tuhan berikan buat kita. Mungkin tak harus nyata. Tapi jika itu cuma mimpi, demi Tuhan biarkan aku terlelap disini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam. Si lelaki membereskan barang-barangnya yang tak banyak. Sebuah buku. Sebuah buku lainnya lagi. Sebatang pulpen. Hp kecil mungil. Pelan ia beranjak. Diluar sudah ramai. Macet. Disusurinya jalanan sambil melamun. Dharmawangsa. Entah itu dimana. Tapi sekali ini ia merasa harus kesana. Jadi dengan menjunjung iman tinggi bahwa setiap jalan toh punya petunjuk, ia berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lagi, sebuah sms buat kamu. Ketika bulan pucat muncul di ujung jembatan layang. Ketika pendar-pendar lampu dinyalakani. Ketika aku melaju  dibawah bayangan gelap gedung-gedung tinggi ini. Ketika kamu menarik selimut hangatmu. Ketika kamu mereguk susu. Ketika kamu berbaring. Ketika sepi ini makin membuncah. Aku tak lagi meratapi bintang yang terlalu jauh disan, kamu tahu. Aku hanya ingin berhenti sebentar dan mengirimkan sepotong sms. Tak butuh waktu lama. Kamu mengertilah. Aku mau melakukan apapun buat kamu. Apapun. Percayalah. Tapi tolong jangan yang satu ini. Jangan larang aku menunggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si lelaki berhenti sejenak. Membaca sebuah kata yang ditulisnya dalam draft message. Cuma  kata. Karena cuma itulah yang bisa dibuatnya. Pun itu dihapusnya segera. Ah, biarlah. Memang ada hal-hal yang seharusnya disimpan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta makin kelam. Seperti juga si lelaki yang menghilang ditengah-tengahnya.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-1826934704868592132?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/1826934704868592132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/1826934704868592132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/11/sepotong-sms-buat-kamu.html' title='sepotong sms buat kamu'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-656644282596729592</id><published>2009-10-15T22:25:00.001+08:00</published><updated>2009-10-15T22:27:35.828+08:00</updated><title type='text'>YANG TERLEWATKAN 13</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Prewords : &lt;a title="Permanent Link to Segelas susu buat kamu" href="http://mereka-memanggilku-hujan.blog.friendster.com/2008/02/segelas-susu-buat-kamu/" rel="bookmark"&gt;Segelas susu buat kamu&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saturday, February 23rd, 2008 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lihat. Baca. Dan mengerti. Ini semua tentang kamu&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah menemukan alasannya. Entah kenapa aku selalu begitu. Pun buat yang ini. Segelas susu buat kamu. Jangan tanya kenapa susu. Bukan kopi. Bukan teh. Bukan sari jeruk. Bukan jahe hangat. Apalagi bir atau minuman seperti itu. Segelas susu. Rasa apapun. Putih. Coklat. Atau strawberry. Yang pasti akan kamu temukan "rasa" didalamnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Segelas susu buat kamu. Waktu kamu bangun tidur. Lihatlah disana. Ada sesuatu yang tak tergambarkan. Sebisanya kujejalkan dalam segelas susu. Supaya kamu sehat. Supaya kamu kuat. Supaya kamu bisa menjalani hari dengan tawa. Karena segelas susu itu berarti banyak. Karena ada aku dalam segelas susu itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Segelas susu buat kamu. Mungkin dengan setangkup roti bakar. Kusempatkan juga memetik bunga kalau bisa. Atau kamu pilih telur setengah matang , sayang ?. Apapun yang kamu suka. Tapi tak pernah kubiarkan segelas susu itu sendirian. Setidaknya, selalu ada cinta bersamanya.&lt;br /&gt;Segelas susu buat kamu. Harus kuletakkan dimana ia ?. Di samping tempat tidurmu ?. Di meja kerjamu ?. Atau kusuapi begitu saja kedalam mulutmu ?. Biar kugenggam saja. Menunggu sampai kamu siap. Kutunggu sampai kamu mau. Biar kamu mengerti. Sungguh, betapa aku ingin kamu mengerti. Bahkan aku tak menemukan huruf untuk menjelaskan  ini. Bahwa aku cuma mau kamu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Segelas susu buat kamu. Di ujung harimu yang panjang. Atau ditengah riuhnya duniamu. Kusiapkan juga kapanpun waktunya. Secepatnya. Tak mau aku kamu berlama-lama menunggu. Minumlah sampai habis. Tak usah juga memberikan setengahnya padaku. Kita bukan pasangan romantis seperti itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku cuma butuh setetes. Yang masih melekat di bibirmu. Aku mau itu saja. Akan kujilati dengan mata sayu. Tak ingin aku melihat apapun lagi. Atau kuambil lagi dari tempatnya ?. Kurengkuh dengan tangan terbuka. Kamu punya yang tak kupunya. Aku punya yang kamu tak punya. Karena itulah aku suka. Karena kita beda. Saling mengisi supaya bisa bersama.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Segelas susu buat kamu, cinta. Karena kita tak butuh apapun lagi sesudahnya. Cukup kita. Lalu semuanya sempurna. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;footnote : "Segelas Susu Buat Kamu", terinspirasi dari sebuah foto segelas susu yang diambil secara acak dari internet. Dengan sangat terpaksa saya harus menjelaskannya karena seorang teman mengira saya hendak mengganti kata " Segelas" dengan "Sepasang". Yang tentu saja foto tentang itu bisa dilihat dimana-mana.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-656644282596729592?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/656644282596729592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/656644282596729592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/10/yang-terlewatkan-13.html' title='YANG TERLEWATKAN 13'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-2786125792603551009</id><published>2009-10-15T22:20:00.001+08:00</published><updated>2009-10-15T22:24:17.936+08:00</updated><title type='text'>YANG TERLEWATKAN 12</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Prewords : &lt;a title="Permanent Link to MODE" href="http://mereka-memanggilku-hujan.blog.friendster.com/2008/08/mode/" rel="bookmark"&gt;MODE&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Friday, August 8th, 2008 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;NB : hari gini ga tau KOIL ?. Dari mana ajaaaaaaaa ?.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi saya hadir disana, ditengah terik matahari malang, bersama ribuan anak muda lainnya, di depan panggung-panggung besar Soundrenaline 2008. Saya masuk ketika Seringai mulai lagu pertamanya. Sekitar jam 12-an. Di sekitar panggung sudah ramai, walapun belum terlalu crowd. Yah, seperti band-band sejenis, akhirnya Seringai pun bernasib sama, “cuma” sebagai pemanasan panggung. Lain halnya ketika berturut-turut D’Massive, Yovie and the Nuno, , Shanty (hah ?!), Pingkan (haaahh?!!), atau anak-anak emas major label lainnya, yang terkenal sejagatrayamusikindonesia itu muncul. Panggung seperti hampir rubuh diterjang penonton. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati saya berfikir, bahwa kita mungkin tidak akan berubah dari keadaan seperti ini. Dimana kue-kue label masih laris keras. Tak peduli bagaimana caranya, bahkan sampai mendandani mbak santi atau yu’ pinkan, atau teh Audi mendadak ngerok, untuk naik panggung di acara yang konon kabarnya ingin menciptakan Woodstock versi dalam negeri ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kamu berfikir bahwa sebetulnya tidak apa-apa kalau kita tidak hafal lagu-lagu aya ben, de magrib, kopi and de ninini, atau apalah. Pernahkah kamu berfikir bahwa kita akan baik-baik saja kalaupun tanpa me-rock-kan band pop star macam mereka ?. Pernahkah kamu berfikir bahwa Sounbdrenaline akan tetap nge-rock tanpa mereka-mereka itu ?. Tanpa harus mengundang sawlooser ke Soundrenaline, band pangmelodik basi dari Singapore yang ketinggalan keretanya Simpleplan dkk, sampai harus keliling Indonesia supaya bisa main 5 lagu. Pernahkah kamu berfikir, atau berkeinginan sedikit saja, untuk membiarkan mata dan telinga kita terbebas dari kebosanan akan musik atau apapunlah yang sedang mode ?. Walaupun aslinya mode di tanah ini “cuma” begitu-begitu saja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ya,biasa-biasa saja. Mode tanpa inti. Maunya jadi trend setter. Lain dari yang lain. Well itu bagus. Tapi kamu harus tau maksudnya. Kamu harus tau intinya. Kamu harus tau konsepnya. Kamu harus tau, kenapa kamu menyenangi atau membenci sesuatu. Dari mulai ska yang dulu begitu over-exploited, sampai punk yang bahkan jadi mode. Lalu Hip-Metal yang sekarang entah jadi sampah dimana. Lalu apalagi setelah ini ?, Emo ? Dengan baju distro dan poni miringnya itu?.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hayo siapa yang dulu punya kemeja kembang-kembang ?. Lalu siapa yang dulu pakai spike segede gaban ?. Lalu pake kaos dirangkap kaos lengan panjang sebagai baju dalam ?. Percayalah. Kamu boleh, SANGAT BOLEH melakukan itu semua. Bahkan ketika kamu mengenakan kaos bergambar CHE atau MANSON sekaligus. Boleh. Tak ada yang melarang kamu. Tidak juga manusia bawel ini :).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi alangkah indah jika kita mengerti intinya. Oke kamu boleh menegakkan rambut kamu. Tapi tahukah kamu sejarah punk ?. Kenapa mereka menegakkan rambut mereka macam indian ? Oke kamu boleh pake gelang dan tas warna merah-kunig-ijo macam lampu merah. Oke kamu boleh apapun, but please, demi kemajuan pola pikir bangsa ini, please : MENGERTILAH. Ambil positipnya, lalu lakukan sesuatu buat sekitarmu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau kamu anak punk, cobalah berhenti ngamen. Lakukan sesuatu yang lain. Dude, bukan saya memusuhi kalian-kalian. Tapi banyak cara yang lebih terhormat untuk mencari skepingan logam daripada membawa ukulele lalu mengharap pemberian seseorang yang takut akan tato dan tindik kamu. Punk itu bukan tentang bagaimana cara bertahan menjadi gembel dijalan. Tapi bagaimana cara kamu bertahan keluar dari sistem. Kalau kamu suka reggae, berhentilah berfikir bahwa lagu No Woman No Cry itu lagu tentang patah hati. Kalau kamu suka Emo, cobalah cari tahu kenapa band-band yang kamu puja itu rata-rata berpenampilan seperti itu. Dan sungguh, kamu akan terkejut ketika mengetahuinya :).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;So initinya adalah berhenti jadi yang “ikut-ikutan” supaya dianggap gaul. Gaul apanya coba kalau cuma jadi buntut ?. Gaulilah ? (ya iyalaaaaa masa gaulideh). Sadari kalau kita adalah korban. Bangkit dan berontaklah dengan cara-cara yang benar, kreatif, terhormat serta elegan, supaya kita bisa berhenti jadi sasaran.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;…Lalu, mereka yang saya nantikan muncul. Orang-orang dari perusahaan tuhan. Yay !. KOIL !.&lt;br /&gt;Lagu pertama belum berjalan 2 menit Otong sudah melemparkan gitarnya ke penonton. Mungkin karena sebal gitarnya mati. Mungkin karena mic-nya juga mati. Atau mungkin karena ingin begitu. Jadi mik-nya mati. Tapi saya yang berdiri agak jauh dari bibir stage masih mendengar dengan jelas lengkingan Otong ketika berteriak : lukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Lagu kedua-ketiga-keempat masih dengan trouble peralatan. Tapi orang-orang ini bermental baja. Bertahun-tahun mereka naik turun panggung. Dari mulai tak dikenali siapapun sampai sekarang. Sumpah. Hal-hal seperti itu tidak mempengaruhi penilaian saya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya bernyanyi. Dengan lantang. Dengan bangga. Lihatlah mereka, gahar, tanpa harus berkata kasar. Punya banyak penggemar, tanpa harus ikut menejemencinta atau menjadi “presiden musik endonesa” yang selalu berteriak-teriak piss itu. Bisa menyentuh tanpa harus termehe-mehe dengan konsep cinta. Lucu, tanpa harus memparodikan lagu orang dan berdandan aneh supaya ditertawakan. Ini yang selalu saya bangga-banggakan. Bukan cuma karena saya CINTAMATI band ini dari dulu, tapi lebih karena kebanggaan bahwa ternyata orang Indonesia bisa bikin musik seperti ini. Musik bermutu tanpa harus menjadi mode. Bukan musiknya bidji,samsonbetawi,sleng,dewadewidiewe,driver, japra en the jabon, atau siapapunlah. Apalagi yang dibawah merekamereka itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sekali lagi. Mari mengerti dan berhenti menjadi korban. Jadilah anak gaul, tapi cerdas-berisi. Lawan !. Jangan mau dibodohi MTV. KOIL bilang, kita orang pintar. Dengan otak bersinar. Cuma perlu semangat. Untuk hidupi rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hormat saya untuk musik Indonesia,&lt;br /&gt;-hujan-&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-2786125792603551009?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/2786125792603551009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/2786125792603551009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/10/yang-terlewatkan-12.html' title='YANG TERLEWATKAN 12'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-8542406386818377001</id><published>2009-10-15T22:18:00.001+08:00</published><updated>2009-10-15T22:20:53.143+08:00</updated><title type='text'>YANG TERLEWATKAN 11</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PREWORDS : &lt;a title="Permanent Link to melepas kamu pergi" href="http://mereka-memanggilku-hujan.blog.friendster.com/2008/04/melepas-kamu-pergi/" rel="bookmark"&gt;melepas kamu pergi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tuesday, April 15th, 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;hai, kamu&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku berbaring disini. Seperti sebatang kayu lapuk yang siap luruh dan dirotasi oleh bumi.Kita sering berbaring seperti ini kan?. Menatap langit-langit. Dengan diam. Kita ngga perlu huruf apapun buat waktu-waktu seperti itu. Aku lebih suka kita diam. Merekam suara nafas kamu yang belum teratur. Atau membelai rambut kamu. Atau menikmati warna-warna yang belum tentu kamu lihat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tadi aku ke WTC Surabaya. Kamu pasti tau kan. Ya, aku nganter riki beli hape (lagi). Buat aku. Sebetulnya ia bos yang baik juga biar kadang sering aneh. Dia beliin aku hape cuma supaya aku bisa bangunin dia dan jemput ke kostnya. Kita selalu berangkat bareng gitu. Jadi sementara dia les bahasa mandarin, aku disuruh milih hape mana yang mau aku beli.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Begitu pertama masuk aku langsung tau, dari ratusan konter hape disini, pasti aku ga akan bisa memilih. Jadi aku cuma bengong di lantai satu. Terus naik ke lantai dua.Terus sampe ke paling atas. Lalu turun lagi. Lalu naik lagi. Begitu terus sampe cape. Sendirian kaya orang blo’on. Lihat WTC ini, aku jadi inget sarang tawon besar. Semuanya bicara. Semuanya bergerak. Semuanya berdengung dan bergerombol seperti tawon-tawon. Berdiri di tengah keramaian gitu bikin aku merasa makin terasing dan ketakutan. Entah kenapa. Jadi aku keluar sajalah dan pergi ke kafe dekat situ&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku memandangi WTC dari pojokan sini. Memilih memandangi semuanya tanpa rasa. Aku ngga biasa begini, kamu tau. Apalagi tanpa kamu. Aku pingin bilang gitu. Aku merasa seperti mobil kehabisan bensin yang didorong paksa. Biarpun didorong sampe mampus, aku ngga akan bisa jalan sendiri. Aku begitu kosong disini. Dan kalaupun bisa, entah buat apa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sepotong kue, sebatang rokok dan minuman ringan. Semuanya 6000. Kamu percaya itu ?. Aku hampir murka kalau ngga inget memang disini semuanya mahal. Aku lapar sekali. Jadi terpaksa makan kue tadi – entah apa namanya – yang jelas sama sekali ngga enak. Mungkin namanya kue muntahan kucing. Karena rasanya memang seperti muntahan kucing. Habis itu aku bingung mau kemana. Aku ngga enak duduk lama-lama disana. Jadi aku terus jalan ke arah hotel -apa namanya, aku lupa. Masuk situ. Pura-pura tanya reservasi kamar buat minggu depan. Mumpung tampangku lagi meyakinkan. Padahal aku cuma pingin ke toilet. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Toiletnya besar dan wangi. Aku inget kamu. Kamu ngga pernah tahan masuk kamar mandi yang item dan kumuh gitu. Uh, rasanya aku pingin mandi. Tapi urung. Jadi cuma cuci muka gitu. Di cermin mukaku merah sekali. Mataku juga. Aku kelihatan letih. Dan aslinya memang begitu. Aku cuma ingin berbaring sekarang. Tapi dimana ?. Riki masih lama keluarnya dan aku masih harus menunggu.Aku ga ngerti kenapa si riki harus ambil les bahasa mandarin. Mungkin, cuma itu syarat yang kurang dari paket : bagaimana cara menjadi cina yang baik. Kelakuannya sudah. Riki -dan aku- adalah orang marketing. . Bukan rasis. Aku cuma mau bilang ; cina yang baik pasti pintar berdagang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari hotel aku berjalan di lorong gelap disamping hotel. Arah ke parkiran. Disana ada orang sedang duduk juga. Ikut duduk juga dengan kaki menjulur. Ah, enak sekali. Aku coba buat senyum basa-basi dengan lelaki disebelahku. Umurnya kira-kira sama denganku. Dia bersama anaknya yang masih kecil. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau dilihat dari cara duduknya yang beralas koran bekas, orang ini sudah menunggu agak lama. Dan masih lama mungkin. Karena kopi disebelahnya baru habis setengah gelas. Sedang anaknya mainan dengan hape plastik. Pura-pura bicara menelpon ibunya. Lalu ia bilang sama lelaki disebelahku, yang mungkin ayahnya : “pulsanya habis. Ibu ga mau jawab”. Aku tertawa. Inget Lintang. Ah, entah ini yang dinamakan pengenalan tekhnologi sejak dini, atau kampret-kampret kapitalis itu sudah masuk sedemikan dalamnya. Menggurita bahkan sampai ke kepala anak yang belum tentu mengerti bedanya uang dengan buah jambu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“baru pulang, mas ?”, pria disebelahku tanya. Aku mengangguk. Nunggu temen, jawabku sebelum ditanya. Aku sudah tau habis itu dia mau tanya apa, dan aku males menjawabnya. Jadi aku tanya sebelum keduluan : “Sampeyan nunggu siapa mas ?”. Pria itu menunjuk anaknya yang kali ini sibuk mainan bunga. “ibunya…”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang aneh kan ?. Maksudku, orang ini pasti bapak dari anak itu. PASTI. Aku tau itu dari pertama kali melihat orang ini. Dan aku ngga ragu sedikitpun. Tapi kenapa ngga jawab “istri saya”. Atau apalah. Tapi sudahlah. Aku sudah begitu lelah. Bahkan cuma untuk penasaran. Jadi aku tanya hal lain yang mungkin bisa dijawab tanpa harus bikin penasaran. “emang ibunya kerja apa, mas ?”. Dan kali ini ia cuma menjawab : “sedang didalem situ”. Sambil menunjuk hotel di depan kami. Aku makin heran. Orang ini kenapa sih, pikirku. Aku berharap mendapat jawaban jelas. Dia bisa jawab : manager, atau bahkan tukang sapu sekalipun. Tapi jawaban aneh itu …eh, “sedang didalem situ ?”. Ngapain ?.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku memandangi mereka bergantian ; orang ini, anak kecilnya, lalu hotel besar. Lalu tiba-tiba aku mengerti. Sekali lagi, memang hidup ini penuh dengan rahasia dan kadang-kadang kita memang tidak perlu tahu semuanya. Orang ini cuma ingin bersembunyi. Aku menghargai itu dan ngga tanya apa-apa lagi. Lalu kami ngobrol hal-hal ringan.. Satu kali dia tanya – atau entah berkesimpulan dengan kalimat polos: “Enak dong mas, sampeyan jadi orang kantor”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku tertawa sebisa-bisanya. Ah, orang kantor. Alangkah aneh terdengarnya. Lebih-lebih sekarang. Kamu inget ngga gimana dulu aku benci kalimat itu. Apalagi jadi orang seperti itu. Bangun pagi. Mandi. Lalu berlomba berdesakan dengan yang lain. Sekedar buat ngga terlambat dan memancing murka atasan. Sore pulang. Tanpa nyawa. Tanpa rasa. Malem nonton sinetron lalu tidur buat mengulangi kegiatan yang sama besok paginya. Akhir pekan tidur sepuas-puasnya. Lalu awal bulan terima gaji tanpa tau uang ini buat apa. Buat siapa. Dan kenapa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Liat kipas angin ini, sayang. Ini hasil gajianku. Aku harus beli kipas angin ini. Supaya sedikit ada hiburan selain membantu menurunkan suhu. Setiap malem aku pencetin tombolnya seperti aku biasa memegangi jari-jari kamu. Juga ngga tau kenapa. Mungkin buat cari ngantuk. Mungkin sekedar meyakinkan diri bahwa aku belum boleh mati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku rela tentang semua itu. Jadi orang kantoran. Jadi pesuruh. Jadi robot. Jadi seperti ini : mandi pagi bla bla bla lalu mati 30 atau 40 tahun lagi. Semuanya buat kamu. KITA. Tahukah kamu 4 huruf itu bisa merubah apapun ?. Bahkan sesuatu yang sangat-sangat mahal, yang banyak orang namai : prinsip.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku membuangnya jauh-jauh. Lalu melabeli diri dengan harga. Memakai barcode dan ID. Berkemeja dan berdasi seolah aku bisa mati kalo tanpa 2 benda ini. Aku pergi jauh dari apapun ; kamu, dan mereka-mereka. Aku ngga mau mengeluh. Sungguh. Aku bisa mengatasi hal ini. Kalau hari itu ngga pernah ada …&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;…dan kamu berpaling. Tiba-tiba. Hilang. Lenyap. Aku bingung. Lalu meleleh seperti bubur. Aku pingin bilang ini semua ngga adil. Seengga’nya aku pingin ada sesuatu yang bisa kamu bilang. Aku pingin kamu tau, aku limbung disini. Seharusnya ujungnya bukan seperti ini. Ini salah. Aku seperti terjebak dalam satu cerita yang ngga pingin aku baca. Seharusnya bukan begini ujungnya. Seharusnya ada rumah kecil kita disana. Kita sudah berjanji akan berhasil melewati ini. Dimana lagi aku bisa merasa aman kini ?.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba semuanya salah. Dan aku mulai membenci semuanya dengan membabi buta. Aku bahkan ingin benci apapun yang bisa aku lihat. Lebih dari itu, aku pingin belajar membenci kamu. Setiap pagi aku coba buat seperti itu. Tapi susah. Dan malam harinya aku tidur dengan jutaan kata-kata yang pingin aku bilang buat kamu.Buat itu semua, aku makin benci diriku sendiri yang lembek gini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku sadar-sesadar-sadarnya-sadar. Bahwa kamu sudah memilih. Apapun itu. Aku harus bisa mengerti-sekali lagi – kamu. Ngga ada yang salah dengan ini. Yang salah -tentu saja siapa lagi kalo bukan- aku. Yang terlalu berpusat sama kamu. Yang bergantung terus sama kamu. Yang ngga pernah bisa melepaskan kamu. Yang selalu menunggu kamu dan berharap satu hari nanti kamu berubah dan pulang lagi ke “kita”. Kita sudah mati. Seperti batubara halus yang ngga bisa dibakar lagi. Mati seperti api perdiangan di musim dingin. Mati seperti unggas-unggas itu. Mati seperti …ya, aku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu datang. Menghampiri orang itu dan anak kecilnya. Ia memakai jaket merah dan rok ketat sekali sampai-sampai aku takut dia sesak nafas karenanya. Orang disebelahku pamit. Aku mengangguk. Perih sekali. Perempuan itupun sudah memilih. Dia bisa jadi apapun. Untuk mereka. Ia, Anak kecil dan …ah, lelakinya. Sebelum orang itu pergi, aku bilang sama pria yang duduk berselonjor :” saya bukan orang kantor mas. Kantor itu tempat saya bekerja. Tapi saya, sudah mati.”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan aku pergi. Seperti juga kamu yang memilih untuk pergi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-8542406386818377001?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/8542406386818377001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/8542406386818377001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/10/yang-terlewatkan-11.html' title='YANG TERLEWATKAN 11'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-2842475252930033823</id><published>2009-10-15T22:15:00.000+08:00</published><updated>2009-10-15T22:18:24.425+08:00</updated><title type='text'>YANG TERLEWATKAN 10</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;PREWORDS : &lt;a title="Permanent Link to co - men" href="http://mereka-memanggilku-hujan.blog.friendster.com/2008/03/co-men/" rel="bookmark"&gt;co - men&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Monday, March 10th, 2008 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tiada gedung yang tak retak. Itu bukan salah ketik. Bukan juga salah pribahasa. Sekarang gading sudah tidak ada. Jadi gedung sajalah. Bukankah gedung sudah jadi alat ukur kejayaan manusia sekarang ?. Kalau dudlu ada frasa menara gading. Sekarang ?. tau pada kemana gajahnya. Yang ada menara gedung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;So, ada apa dengan pribahasa tadi ?.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita sadar bahwa kadang-kadang kita gampang sekali menjatuhkan orang dengan kata-kata ?. Saya pun begitu. Saya suka sekali ketika orang tertawa oleh kalimat yang saya rancang sedemikian rupa. Entah dalam keadaan bercanda. Atau serius. Seringnya, memang dengan disengaja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali ini perbolehkan saya membela diri ; dalam keadaan becanda atau serius tadi, saya mengukur perasaan juga. Dalam artian, saya menjauhi hal-hal yang memang sebaiknya tidak boleh disentuh oleh orang lain. Contohnya ; masalah keluarga, atau hal-hal prinsipil yang seiap orang tentunya punya standar sendiri-sendiri. Bisa jadi kita menganggap satu hal remeh, tapi penting sekali untuk orang lain. Apalagi buat orang yang punya mental jungkirbalik. Mungkin seperti saya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, saya sempat terlibat dalam kegiatan tawa-mentertawai dengan beberapa kawan. Bercanda sana-sini. Saling jatuh-menjatuhkan, seperti biasa. Tapi ketika salah seorang-atau salah dua-atau salah tiga dari mereka lalu melibatkan hal yang … (ah, mungkin memang sebaiknya tentang itu saya simpan rapat-rapat), saya jadi terdiam. Ini mulai tidak lucu, pikir saya. Entah tentang itu mereka tahu, atau tidak, saya tidak peduli. Tidak boleh ada yang menyentuh kehidupan pribadi saya, kecuali orang-orang yang memang saya ijinkan untuk sedikit mengintipnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lalu sisa malam itu saya berfikir diam-diam. Sekali lagi saya tidak menyalahkan atau bahkan marah. Tapi, ayolah, masa cuma segitu aja. Tidak adakah bahan lain yang bisa dibuat bercanda ?. Well, akhirnya saya mengambil kesimpulan, bahwa  memang banyak hal yang bisa kita tertawakan dalam hidup ini. Apalagi kehidupan orang lain. Dan sungguh, butuh isi kepala yang cemerlang untuk membuat satu lelucon tapa membuat orang lain terjungkal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Karena tidak ada gedung yang tak retak. Setinggi apapun kamu berdiri. Sejauh apapun pencapaian kamu. Lihatlah, begitu banyak orang-orang bermental kere, sempit dan rendahan yang mampu merubuhkan itu dalam satu kejapan saja. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya cuma bisa berdoa semoga Tuhan menjaga saya dari sifat-sifat seperti itu. Dan seperti mama bilang : cuma perlu 1 kata indah buat minta maaf. Itu sulit. Tapi perlu 1 hati yang indah untuk memaafkan. Bahkan sebelum diminta. Itulah hal yang paling sulit.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-2842475252930033823?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/2842475252930033823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/2842475252930033823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/10/yang-terlewatkan-10.html' title='YANG TERLEWATKAN 10'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-4042614497102540329</id><published>2009-10-15T22:14:00.000+08:00</published><updated>2009-10-15T22:15:55.907+08:00</updated><title type='text'>YANG TERLEWATKAN 9</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Prewords : &lt;a title="Permanent Link to dunia yang mengecil" href="http://mereka-memanggilku-hujan.blog.friendster.com/2008/02/dunia-yang-mengecil/" rel="bookmark"&gt;dunia yang mengecil&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Friday, February 1st, 2008 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika duniamu mengecil, apa yang ingin kamu perbuat ?. Ketika semuanya seperti menciut dan begitu menyesesakkan. Ketika semua warna memudar dan pelan-pelan sekelilingmu memudar. Meninggalkan warna kelabu dan perasaan yang begitu dingin. Ketika seluruh dunia tiba-tiba berubah menjadi tempat yang asing dan kamu merasa terkucil bahkan di keramaian. Ketika orang-orang seperti memusuhimu. Ketika suatu waktu cerita hidupmu seolah jungkir balik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku tak pernah menginginkan dunia yang besar. Aku ingin duniaku kecil-kecil saja. Cukup untuk aku dan kamu. Cukup besar untuk kita lingkari bersama. Cukup untuk kita putari setiap hari. Cukup untuk kita kenali setiap jengkalnya. Bukan lagi tempat-tempat yang asing dan hingar bingar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengertikah kamu ?, aku tak ingin apapun lagi selain kamu. Mengertikah kamu ?, bahwa tak ada yang mencintai kamu seperti aku mencintaimu. Mengertikah kamu ?, ketika kamu pergi, duniaku terasa begitu buram dan hampa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekali saja, dalam hidup kamu, sekali saja, aku hanya minta satu kali ; pernahkah kamu coba buat belajar mengerti ?.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-4042614497102540329?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4042614497102540329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4042614497102540329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/10/yang-terlewatkan-9.html' title='YANG TERLEWATKAN 9'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-4874727621393660463</id><published>2009-10-15T22:05:00.002+08:00</published><updated>2009-10-15T22:14:30.411+08:00</updated><title type='text'>YANG TERLEWATKAN 8</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Prewords : &lt;a title="Permanent Link to Consuming My Life" href="http://mereka-memanggilku-hujan.blog.friendster.com/2008/02/consuming-my-life/" rel="bookmark"&gt;Consuming My Life&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Thursday, February 21st, 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malang.Tempat ini masih seperti dulu. Tak banyak yang berubah dalam sepuluh tahun saya menjejakkan kaki disini. Pelan-pelan, saya menyukainya. Sangat. Kolam kecil dimana saya bisa berenang-renang dengan tenang, meskipun yang disebut Malang sekarang mungkin tak sama dengan Malang dulu. Makin panas. Makin ramai. Orang-orang datang dan pergi. Wajah-wajah asing makin banyak disini. Menumpuk macam lalat mengerubuti ingus yang kamu buang di tanah. Tak banyak lagi pohon rindang di pinggir jalan. Berganti ruko-ruko yang dibangun tanpa perasaan. Memaksa tempat ini berganti wajah secepat siang dan malam berlalu. Belum bosan Matos dengan gegap-gempita nya. Sebentar lagi M.O.G menyusul. Menantang siapapun yang masih berani bermimpi untuk membeli.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sewindu sudah lamanya waktu &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Tinggalkan tanah kelahiranku &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Rinduku tebal kasih yang kekal &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Detik ke detik bertambah tebal&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sepotong lagu Virgiawan Listanto menyerobot begitu saja. Tanpa permisi. Membangkitkan satu perasaan yang tak bisa saya sebutkan. Perasaan yang sama, yang dialami manusia-manusia yang sedang berada dalam perjalanan mereka. Mencari dan mencari. Entah apa. Entah siapa. Entah bagaimana.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa pula bersamaan dengan itu HP di pangkuan saya berderik seperti jangkrik. Saya memang menyetel suara jangkrik untuk nada panggilnya. SMS pendek dengan huruf besar semua. Tanpa nama. Saya sengaja tak menamai nomor itu. Tak mungkin salah lagi. Cuma beliau yang selalu mengetik SMS dengan huruf besar. Isinya singkat saja. CEPAT PULANG. PONAKANMU LAHIR. LUSA KITA KE BANDUNG.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hmmmh. Pulang. Betapa sebuah kata yang besar. Kata yang menggugah. Entah menggugah apa. Perasaan sedih, senang, takut dan ceria jadi satu. Diaduk-aduk jadi bubur di dalam sini. Dan lalu bubur itu menggumpal dan mengeras. Yah, saya memutuskan untuk pulang. Mereka memanggilku pulang. Tak banyak yang saya bawa dan bisa saya bawa. Sepotong celana tanggung, celana panjang, dan 3 buah T-shirt yang semuanya berwarna hitam. Dalam perjalanan ke terminal saya mampir ke “kantor”. Pamit. Seorang teman saya pamiti. “Kapan sampeyan kembali, mas?”, ia bertanya lugu. Saya menjawab dengan enteng, “kalau sudah waktunya kembali”. Dia melongo. Saya ngeloyor. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bis&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kali ini saya enggan naik Matarmaja, tumpangan yang biasanya setia mengantar saya ke arah barat. Bukan apa-apa, dengan pertimbangan saya masih harus menempuh 250 km lagi dari Cirebon bandung. Saya tak ingin mampus kelelahan begitu tiba di PVJ. Paris Van Java, mereka bilang. Owh. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bis Executive jurusan Malang – Cirebon. Yang namanya Bis di –maaf ya- Indonesia, biar executive tetap saja mampir-mampir. Begitu juga bis ini. Biarpun terlihat sangar dengan tulisan FULL AC-FULL MUSIC dan dapat fasilitas makan, tetap saja mampir lama di Surabaya. Menjemput penumpang yang mungkin saja mereka itu punya pikiran bahwa bis itu punya moyangnya. Mereka sudah bayar mahal, jadi sah-sah saja si supir dan bis nya menunggu lama.&lt;br /&gt;Hampir satu jam lebih penumpang yang naik dari Arjosari kelimpungan membunuh bosan di garasi bis Surabaya. Omongan-omongan tak sopan mulai terdengar. Kata-kata jorok khas Malangan bercampur umpatan dari supir dan kernet yang rupanya asli Surabaya mulai berlompatan keluar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah. Keributan mulai terjadi. Beberapa penumpang yang tidak terima dengan pelayanan bis mulai tak sabar. Makian-makian makin sering. Makin keras. Makin berani. Mungkin sudah dari jaman Galatama dan Perserikatan, bentrok bonek VS arema memang susah dihindari. Daripada ikut-ikutan ribut dan bosan, saya memilih turun dari bis. Mencari angin segar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Surabaya malam itu terlihat begitu terang biarpun saya berdiri di daerah pinggiran kota. Lampu-lampu gemerlap. Mobil-mobil melaju kencang tanpa merasa harus peduli. Musik dangdut digeber kencang. Udara begitu panas. Ah, tempat ini juga tak beda dengan dulu.Masih seperti dulu. Kota para peri. Saya jadi teringat seseorang yang “Surabaya” banget. Hei, kamuw …, saya memanggil pelan dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam itu dalam perjalanan selanjutnya saya meringkuk dan menggigil dalam bis di kursi paling belakang. Hah ?, paling belakang ?. Iya, saya pindah setelah mimpi buruk. Saya mimpi jadi pawang kuda nil di kebun binatang. Setiap hari menggosok gigi kuda nil yang bau. Satu hari kuda nil itu kesurupan dan mengamuk. Sebelah kakinya menginjak dada saya sambil mengeluarkan suara Grrrkk Grrrk. Saya hampir pingsan karena sesak napas. Segera saya terbangun. Bangsat. Tangan bapak gendut disebelah menyilang naik ke dada saya. Suara Grrrk-Grrrk kuda nil tadi rupanya ini sebabnya. Mulutnya mangap lebar-lebar dan menggereng mirip orang sakaratul. Keterlaluan !. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cirebon&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rumah hijau itu masih sepi. Saya mengetuk pintu pelan-pelan. Gadis kecil duduk di sofa depan segera menyerbu ke pelukan begitu melihat saya. Suaranya manja. Tak lama tangannya menggerayang ke dalam tas ransel di punggung. Saya tertawa sedih. “Uwa ga bawa apa-apa de !”. Ia manyun. Demi melihat ini saya tidak tega dan langsung menggendongnya ke warung terdekat. 2 Kotak susu Ultra dan sebungkus krupuk Chiki membuatnya sumingrah kembali. Uang kembalian tiket yag sedianya buat beli rokok amblas sudah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Cuci muka pun belum sempat ketika papa melemparkan kunci mobil ke arah saya. “Ayo berangkat”, katanya singkat. Busyet !. Naik ini ?!, saya menunjuk tak percaya. Mobil kijang “buaya” tua. Di kuningan yang kota se-emprit saja mobil gini sudah jadi angkutan. Papa menepuk kap nya dengan bangga. “Mesinnya masih bandel, de. Kuat kok”. Berulang kali saya komat-kamit berdoa. Sudah lama saya berhenti berdoa, tapi kali ini saya pikir saya harus benar-benar berdoa, memohon keselamatan dari berbagaii macam malapetaka yang mungkin-mungkin saja muncul di jalan mengingat kondisi mobil ini memang berkompeten untuk membuat perjalanan kurang nyaman. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi lepas kota saya menepi minta ganti menyetir dengan kakak sepupu yang duduk dibelakang. “Gantian, a”, saya turun. "Kenapa, de ?", kakak sepupu saya heran. "Rem-nya kurang pakem dan rem tangannya blong !".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Supir berganti dan saya duduk paling belakang. Menggeliat seperti kucing. Kelelahan. 5 detik kemudian barulah saya sadar bahwa saya tak mungkin bisa tidur. Hujan deras sekali di luar dan kakak sepupu saya sangat mengidolakan Schummi. Saya tergeletak pasrah dengan mulut tak kunjung berhenti berdzikir. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bandung, atau tepatnya, Cimahi.&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada sesuatu yang ajaib tentang bayi. Saya menyadarinya hampir 5 tahun lalu ketika Lintang lahir. Yang ini pun begitu. Ia begitu cantik. Damai. Tidur tenang dalam balutan selimut yang membungkusnya erat. Dari jauh mirip eskrim Cone karena kepalanya bulat menyembul keluar.. Saya menyentuh pipinya. Selamat datang, saya berbisik pelan di telinganya. Matanya membuka lebar. Membelalak. Saya tertawa melihatnya. Baru kali ini saya melihat bayi yang masih merah tapi bisa melotot. Mungkin bawaan dari ibunya yang memang doyan melotot. Sebentar kemudian ia menangis. Saya menyentuh pipinya. Anak ini cantik sekali. Namanya pun bagus. Hmmh. Jadi pingin cepet punya bayi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;What ?!. Wajar toh ?!&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ciwalk.&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebuah pusat perbelanjaan yang dibangun lain dari mall pada umumnya. Tapi lebih cenderung mengutamakan “Bandung”nya yaitu taman dan jalan-jalan. Dipadukan dengan kegemaran orang buat belanja-belanji disini. Jadilah Ciwalk. Bagus. Banget. Orang-orang hilir mudik. Perempuan yang cantik-cantik. Saya memandangi mereka satu-satu. Yang kecil mungil. Yang tinggi semampai. Yang montok padat berisi. Semuanya tumpah ruah disini. Dengan gaya masing-masing. Bahasa “gaul” bertaburan menghiasi bibir-bibir yang -ah, harus saya bilang apa ?- Mojang Parahyangan memang diberkati Tuhan. Suatu hari nanti mungkin tuhan pun akan beristri orang bandung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Rupanya komunitas “gaul” tadi semakin banyak bermunculan di tanah Indonesia raya. Dibumbui dengan kata-kata kem –inggris seperti : “So what gitu loh”. Atau : “plis deh”. Atau  : “ih, ilpil banget lah”. Kata Remmy begitu. Sialan. Saya tersenyum geli. Dasar anak muda. Di sudut sebelah sana terlihat segereombolan anak-anak tadi. Yang cewek sepertinya beranggapan adalah haram jika tak membagikan aurat mereka pada pandangan khalayak. Yang cowok berkaus ketat dan berponii miring. Saya mengelus dada sendiri. Daripada mengelus burung, kan parah ?. Yah, masih mending mengelus dada sendiri daripada mengelus dada mereka. Bisa-bisa saya ditangkap dan diarak keliling Bandung seperti maling sempak. Padahal ini salah mereka juga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cirebon.&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya berdiri di ketinggian sekitar 15 meter dari tanah. Genteng rumah. Ini salah satu kegiatan kesukaan saya. Memandangi langit senja yang memerah di ujung sana. Dengan sebatang rokok yang asapnya segera hilang dihembus angin. Damai sekali. Kadang-kadang saya ingin disini saja. Di tempat dimana damai ini bisa saya reguk tanpa putus. Sering saya bertanya-tanya, apakah memang hidup ini diharuskan seperti asap itu. Terhisap sebentar lalu hilang. Senja makin merah ketika saya tanpa sadar melemparkan rokok ke bawah. Terdengar suara mengaduh lalu memaki. Ups !. Segera saya menghilang ke dalam rumah. HP itu berbunyi lagi. Saya membacanya, dan segeralah tahu bahwa saya harus berkemas lagi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tegal Arum&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang ini sama juga dengan MatarMaja. Sama murahnya. Sama pengapnya. Sama parahnya. Tapi mau apalagi. Kamu tidak akan punya banyak pilihan kalau kamu mau mengarungi Ibukota hanya dengan berbekal 25 ribu rupiah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadilah pagi itu ditemani hujan rintik-rintik saya berlari kecil ke stasiun kecil. Stasiun kelas dua. Stasiun yang nmemang dikhususkan bagi para penumpang yang memang tak punya banyak uang. Segera saya berbaur dengan mereka, bercampur sayur-mayur, ayam, burung kicauan, karung-karung berisi barang dagangan, asap rokok daun jagung, kotak telur, sepeda motor, sandal jepit putus, dan sejenis itulah. Hei. Dilarang protes disini. Masih untung tak ada yang bawa binatang buas atau tank. Sebab memang, kereta ini tak punya aturan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Duduk di depan saya, seorang ibu ditemani suaminya. Anak mereka diapit di tengah. Mukanya pucat pasi. Anak ini memeluk sebuah boneka beruang kumal. Perasaan saya tidak enak. Kalau dilihat jaraknya yang persis di depan saya, pastilah akan segera terjadi hal buruk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Benar saja. Tak sampai sepuluh menit kemudian anak ini muntah-muntah. Entah apa yang ia makan sampai muntahnya berwarna-warni macam bubur ayam. Mungkin dia makan tahu atau sejenisnya. Muntahannya tumpah kemana-mana. Ke sendal, kaus, dan celana jeans saya. Si ibu minta maaf berulang-ulang. Saya cuma pasrah sambil mengelap nya dengan handuk kecil yang saya bawa. Sementara ayahnya sibuk memijiti leher si anak yang mukanya tenggelam dalam plastik hitam, saya dimintai tolong untuk memegangi boneka beruang. Saya menurut. Boneka beruang ini lembab. Saya baru sadar, bahwa sejak berangkat dari tegal anak ini sudah muntah berkali-kali, dan itu membasahi bonekanya. Ini menjelaskan kenapa banyak sekali kantung plastik di bawah kaki si ayah. Aduh…. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Stasuin ini aneh. Tak mungkin bisa dilewati kereta seperti stasiun-stasiun lainnya. Ini lebih cenderung sebagai tempat akhir. Relnya tidak bercabang kemanapun. Tapi terputus. Saya sempatkan masuk toilet dan ganti baju sebisanya sambil menahan nafas habis-habisan. Pesingnya bukan main. Sudah itu melihat daftar harga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kencing : 1000 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kamar Mandi : 1500&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya angsurkan uang lembaran 1000 yang sudah lecek. "Kurang 500 bang !", kata penjaga toilet sambil melotot. Tampangnya lebih mirip sebagai penjaga rumah jagal daripada penjaga toilet, dimana orang butuh ketenangan untuk buang hajat. "Tapi saya ngga mandi, mas ", saya mencoba membela diri. Bukan apa-apa, uang saya tak banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Saya ngga mau tau, tadi situ masuk kamar mandi soalnya !", si abang mendesak. Saya berfikir cepat. Bagaimana caranya selamat tanpa membuat keributan. Orang-orang yang hilir mudik mengambil air wudlu memberi saya ide. "Kalau shalat berapa, bang ?", saya bertanya polos. "Ya situ cukup 500 lagi, shalatnya sih kaga bayar, tapi kan wudlunya juga pake aer". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya bayar juga kekurangannya, lalu melipat celana panjang sampai ke dengkul. Mengambil air wudlu lalu shalat. Bagaimanapun, saya tidak ingin rugi. Kalau yang 500 itu bisa membuat saya selamat, maka kenapa tidak ?. Saya bersimpuh lama. Mungkin lama sekali, layaknya seorang hamba kecil yang meminta. Tuhan, tunjukkan kuasaMu, saya memohon lirih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diluar panas menyengat. Belum makan, belum minum dan belum merokok sejak pagi membuat kepala saya pusing. Belum lagi harus mencari tempat yang saya tuju. Pasti harus tanya sana-sini. Pasti ribet luar biasa. Tak ada penjemputan kali ini. Tidak seperti biasaya. Tidak seperti tahun-tahun itu. Saya tersenyum kecil lalu melangkah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Pak, kalau mau ke kantor ini naik apa ya", saya bertanya pada seorang bapak sambil menyebutkan nama kantornya. "Wah, saya kira ini di daerah Monas, mas. Situ naik aja busway. Disana itu haltenya. Bilang aja minta turun di monas", si bapak menjelaskan. Ah, langkah pertama berarti busway. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BUSWAY&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jujur saja, ini pengalaman baru buat saya. Terserah mau dibilang kampungan atau apa, tapi seumur-umur saya belum pernah naik busway.  Jadi saya ngantri dibelakang orang-orang sibuk itu. Yang berlari lari entah dikejar apa. Seolah tak mau kehilangan sedetikpun. Saya bertanya sama si mbak penjaga tiket. "Mbak, ini ke arah monas bisa ngga, ya ?. Si mbak mengangguk tanpa berkata-kata. "Kalau ke monas berapa mbak ?", saya bertanya lagi. Si mbak menjawab sambil tertawa : "mas, kalo naik busway kemana-mana ya sama, ongkosnya 3500. Duh !.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya segera berlalu sambi memegang kartu buswaynya. Di depan pintu halte saya memasukkan kartu yang mirip SIM itu ke lubang di kotaknya. Lalu saya ambil lagi. "Bang, itu ga boleh dibawa, masukin aja sini", kata penjaga pintu. Owh, saya pikir macem kartu elektrik lain. Sialan. Dasar udik, saya memaki dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam busway saya berdiri. Tas ransel saya apit di depan dada. Sebisanya mengirim SMS buat seseorang disana. Emang kangen ga pandang jarak :). Tangan saya yang sebelah lagii memegangi handle. Jadi mirip tarzan yang bergelantungan di hutan dengan cheetah dalam gendongannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Satu kali si busway mengerem mendadak. Karena sedang konsentrasi pada HP Saya tak siap dan terhempas kebelakang biar sudah pegangan. Punggung saya menyentuh sesuatu yang empuk. Saya menoleh. Wanita di belakang saya tersenyum malu-malu, membetulkan kancing kemeja putih ketatnya, menyembulkan benda empuk yang saya senggoll tadi. Saya lebih malu lagi. Aneh, saya pikir. Coba saya berada di ujung lain pulau jawa ini, pasti saya sudah kena damprat habis-habisan. Yah, gimana lagi, namanya juga rejeki. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Maaf", saya mencoba basa-basi. "Ga pa-pa kok, namanya juga ga sengaja", dia ketawa. Saya ikut ketawa. "Emang situ stop dimana, di depan juga ?" wanita muda ini menyelidik. "Ngga, cuma dah deket, saya turun di monas". Dia tertawa lagi. Ngikik seperti kuntilanak. "Bang, kalo monas sii masih jauh kaleee. Duduk aja dulu. Lagian mana bisa turun di monas kecuali situ pake helikopter. Maksudnya pasti turun di halte monas, ya ?.". Saya mengumpat dalam hati. Tak habis-habis menyumpahi ke-udikan saya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya lalu duduk di dekat pintu bus. Lagi-lagi menyibukan diri dengan sms. Tanpa buku, atau koran, atau kabell headphone yang masuk ke kuping, saya merasa seperti orang bodoh di tempat yang salah. Di pemberhentian selanjutnya si mbak turun. Sebelum turun dia menyenggol kaki saya pelan sambil bilang : "lain kali kalo mau nyenggol yang lembut-an dikit dong ". Anjrit !.&lt;br /&gt;Kantor Saya melompat keluar. Monas yang terkenal itu tegak menantang langit. Saya memandanginya dengan iri. Saya ingin seperti monas. Menjadi yang dicari. Bukan lagi yang tersaruk-saruk mencari. Saya bosan dengan pencarian ini …&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;SMS diterima lagi. Kali ini agak panjang. Menerangkan arah dan jalan. Saya baca dengan teliti. Mematok arah. Kesini dan kesitu, saya menunjuk-nunjuk sendiri seperti semar dalam cerita wayang. Oh, sudah dekat. Uang saya tinggal 3000 rupiah. Agak lega juga. Karena ternyata saya Cuma harus berjalan kaki. Tempat yang saya tuju dekat sini. Hah, ternyata semudah ini. SEMUDAH INI, saya mulai takabur. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya jalan kaki di trotoar bercat merah. Perkantoran yang megah di sisi kanan saya. Setelah saya rasa cukup jauh berjalan saya berniat tanya lagi. Kebetulan dari kejauhan saya lihat depan sana ada seorang bapak yang sedang berdiri di depan pagar kantor sambil memegangi kepalanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ciiiit !!!, sebuah sedan hitam besar berplat merah yang mau masuk kantor hampir menabrak saya ketika saya menyebrangi jalan masuk ke kantor itu. Bapak itu memaki-maki. Saya buru-buru minta maaf sambil menggaruk kepala. Dalam hati heran juga. Seharusnya saya yang memaki-maki karena hampir ditabrak. Tapi sudahlah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Gini pak, saya mau ke sini, naik apa ya dari sini ?”, saya bertanya, sekali lagi sambil menyebutkan nama kantornya. “Ngapain situ naik lagi, mas, itu loh kantornya sebelah kantor ini”, katanya sambil menunjuk gedung tinggi. Owh. Saya cepat berlalu sambil minta maaf. Sambil lewat iseng juga saya perhatikan nama kantor si sedan yang hampir menabrak saya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;DEPARTEMEN PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oalaaaaaaah. Berarti bapak tadi itu sedang memberi hormat toh, bukan sedang memegangi kepala. Hehehehe. Eh…hah ?, memberi hormat ?!. Entah buat keseribu berapa kali saya memakii lagi, lagi dan lagi dalam hati. Pantesan bapak itu marah, lha wong mobilnya menteri mau diserobot. Geblek !. &lt;em&gt;Maaf Pak Juwono … &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya standby di warung sebelah kantor yang dimaksud. Buru-buru saya minta kopi dan sepiring nasi goreng. Setelah habis saya pesan lagi indomie rebus double plus telor. Setelah itu baru ketoprak dengan lontong. Ibu penujalnya membelakak heran melihat piring-piring kosong itu. “Laper bu”, saya jawab tanpa diminta. Disini aman. Ada yang mbayari. Saya terkekeh penuh kemenangan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi sampai sore saya tunggu, orang yang saya tunggu tak kunjung muncul. Hati mulai cemas. Gila. Gimana ini, bagaimana saya membayar semua makanan ini ?. Akhirnya saya beranikan diri SMS lagi. “Maaf baru selesai rapat di Dephan, sebentar lagi turun. Tunggu yah”. Ah, lega lagi. Du-du-du. Saya pesan makanan lagi. “Kesurupan, mas ?”, si ibu bertanya. Logatnya orang jawa timur. Saya menjawab dengan bahasa jawa juga. Akhirnya kami akrab. Lumayan, ada teman ngobrol. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setengah jam kemudian SMS masuk lagi. “Ayuk de, ditunggu di mobil. Kita pulang”. MAMPUS !. Saya bingung harus gimana. Si ibu mulai terlihat kurang senang. Akhirnya dengan menunduk-nunduk minta maaf saya bilang bayarnya besok . “Saya besok kesini lagi bu, nanti dibayar kok” kata saya sambil malu-malu  menyebutkan nama orang yang ingin saya temui. “Ooooh, ndak apa-apa mas. Saya pikir sampeyan nunggu siapa. Ndak apa-apa kok. Sungguh. Maaf lho mas. Coba sampeyan bilang dari tadi…”. Saya lega sekaligus merasa bersalah sedikit. Menjual nama. Ah, saya tidak suka, tapi gimana lagi ?. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Orang yang saya temui duduk di mobil. “Kenapa lama, de ?” , beliau bertanya setelah saya cium tangannya. Lama…, kata saya dalam hati. Bujug. Siapa juga yang tadi nunggu lama. Melihat ini, mungkin beliau mengerti. “Maaf, tadi ada rapat sama dephan”. Lalu kami berbincang-bincang. Setelah mampir makan (lagi) dan percaya ngga percaya, saya mampu menghabiskan satu setengah porsi makan, kami meluncur ke daerah Joglo. Beliau menjulurkan kaki di kursi depan. Sopirnya menyetir mobil dengan tenang. Kami pun berdiam-diam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ditemani deru AC mobil, saya pandangi semua itu. Sore itu. Langit itu. Lelah itu. Keringat itu. Orang-orang yang kembali harus berdiri berdesak-desak. Wajah-wajah letih dan bosan. Berlomba untuk sampai ke rumah lalu tidur. Diantara mereka mungkin ada yang harus kerja lembur. Demii penghasilan tambahan. Demi kenaikan derajat. Demi keluarga. Atau demi ambisi mereka sendiri. Dikelilingi gedung-gedung tinggi. Dibawah langit sore Jakarta  yang tak lagi merah. Kendaraan berderet-deret berebut tempat di jalanan yang tak seberapa lebar.  Macet. Lampu-lampu menyala dengan cepat. Seolah mencoba menghibur. Sia-sia. Tak lagi ada matahari disini. Gelap. Kegelapan semu. Saya menggigil. Entah kenapa. Yang jelas, saya makin merindukannya. Sebuah tempat yang lain sekali dari ini. Dimanapun, asal bersamanya, maka sempurnalah dunia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JOGLO&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Nanti tidur disini ya de, santai aja. Ga usah buru-buru pulang. Anggep aja rumah sendiri. Kamar sendiri. Kalo mau apa-apa bilang sama pembantu”, wanita itu menunjuk kamar yang sudah dirampikan. Kamar ini tadinya kosong, mungkin. Sebab semuanya serba baru. Saya mengangguk dan bilang terimakasih. Badan ini serasa habis ditubruk badak. Capek semua. Saya hempaskan badan di kasur empuk. Tanpa ba-bi-bu lagi. Siap tidur malam itu, kalau saja sesuatu tidak merebut perhatian saya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama suara berdengung. Nyamuk disini galak nian. Akhirnya saya mengalah. Mengambill handuk dan sabun serta sikat gigi yang semuanya pun baru, yang disediakan tuan rumah. Dengan cepat saya telanjang dalam kamar mandi. Shower menyemburkan air sementara saya bernyanyi-nyanyi &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Biarkan aku menjaga perasaan ini &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Menjaga segenap cinta yang telah kau beri&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yovi &amp;amp; The Nuno –(ya dan jangan tanya kenapa saya nanyi lagu itu !)- &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;baru sampai ke setengah reff-nya ketika saya mendengar suara pintu diketuk sepetri suara kucing menggaruk. Saya matikan shower dan membuka pintu kamar mandi. Tak ada siapa-siapa. Alis saya menukik tajam. Suara itu berkali-kali. Dan lagi, jangankan suara ketukan ditengah suara shower, lha wong bertahun-tahun saya melatih telinga supaya jeli memisahkan suara kecil ditengah gerungan distrosi maksimum (jiyeee). Kesimpulannya : saya tidak mungkin salah dengar. Jadi suara apa itu tadi ?.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya cepat berpakaian lalu berfikir positip. Mungkin kucing yang naik ke langit-langit. Atau tikus. Saya turun ke bawah dan ikut nimbrung dengan sopir dan pembantu lelaki yang sedang pada ngopi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Nah ntu, saya juga kemarin diganggu pas lagi tidur, tau-tau ada yang ngetok-ngetok kamer mandi dalem” si sopir lagi bicara. Deg !, nafsu tidur saya hilang sudah mendengar obrolan ini. Saya diam dan memperhatikan mereka. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kali ini si pembantu pria yang angkat bicara, “Makanya bang, saya ngga berani disuruh tidur di kamer. Apalagi kamer atas. Biarin dah dikerubutin nyamuk daripada …”. Kata-katanya terhenti ketika ia sadar bahwa saya ada disitu. “Maaf lo, mas, saya harusnya jangan ngomong gini ya ?”, katanya minta maaf. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“ga apa-apa lagi, emang ada apa sih ?”, saya penasaran pura-pura tidak paham. “Ya itu mas, ni rumah kan gede banget. Sekitarnya kebon. Jadi kamarnya banyak yang pada kosong gitu. Bapak sama ibu juga kan baru pindah sini …”. Owh. Saya mengangguk paham. Jadii ada yang iseng suka menggaruk dan mengetuk-ngetuk disini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jam 11 semua menguap dan beranjak ke tempat tidur masing-masing. Besok masih harus kerja lagi. Mau tak mau saya pun naik ke atas, ke kamar tadi. Saya memasang sikap waspada. Duduk sebentar di atas kasur. Menarik nafas dalam berkali-kali lalu berbaring. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama dari langit-langit. Menggaruk-garuk lagi. Nah, ini dia, saya bilang dalam hati. Saya langsung duduk lagi. Suara itu hilang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua dari dalam lemari pakaian. Ada yang mengetuk pelan lalu pintunya terbuka. Saya melompat bangun dan segera menutupnya. Berdiri lama dibawah lampu kamar. Menunggu apa yang terjadi selanjutnya. Tidak ada apa-apa. Saya merapat ke kasur. Menggapai charger HP yang kebetulan tergeletak disana. Menggamnya erat-erat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga sungguh keterlaluan. Percaya ngga percaya pintu kamar mandi seperti dittendang dari dalam. Kesabaran saya hilang dan langsung melempar charger ke pintu kamar mandi. Brengsek !. Orang mau tidur diganggu. Jengkelnya bukan main. “Saya ngantuk, letih, jauh dari rumah dan sedang kangen, jadi kalo mau main-main jangan sekarang”, saya merutuk pelan. Bicara pada sesuatu entah apa, siapa dan dimana. Entah efeknya apa yang jelas saya bisa tidur dengan nyenyak sisa malam itu dengan tenang. Tentunya setelah merapal macam-macam doa sebisanya. Bukan apa-apa, kalo itu charger dilempar lagi ke saya gimana coba ?.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Besoknya saya minta diri. Malang menunggu. Saya tak tahan lagi. Bisa gila lama-lama. Ngga ketemu ngga masalah. Cuma saya tak terbiasa dengan jarak. Kedua tuan rumah menahan-nahan. Tapi dengan sopan saya mengelak. Akhirnya saya berangkat. Berjalan lagi. Masih sisa sekitar ratusan km atau lebih. Hufff. Saya sudah terlalu tua untuk ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MatarMaja&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya biasa naik ini. Tapi dari Cirebon. Kira-kira ¾ trayek sesungguhnya. Kali ini lain. Dari ujung ke ujung. Walah. Saya kelimpungan cari buku di stasuin ini. Tidak ada. Yang ada Cuma koran dan TTS. Waduh, bagaimana ini ?. Akhirnya saya cuma beli buku tulis dan sebatang pulpen warna hitam. Saya tak ingin jadi gila sebelum sampai Malang.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Duduk di dekat jendela, saya agak sedikit terhibur. Pemandangan diluar sana sungguh memukau. Gedung-gedung tinggi berdesakan seperti raksasa lapar yang sedang mengunyah, melumat dan menyedot apa saja yang ada. Cahaya berlesatan dari kaca-kacanya. Memantul-mantul menyilaukan mata siapapun. Menarik siapapun untuk ikut ke dalamnya. Hmh. Pelan, pemandangan gedung-gedung mulai berganti dengan sawah yang menghampar. Hijau menyemburat. Ah, hijau itu mengingatkan lagi. Hmh. Menyiksa sekaligus menyenangkan. Ayo-ayo, Matarmaja tercinta. Berpaculah cepat-cepat. Saya ingin cepat sampai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya duduk bertiga. Sebelah saya seorang ibu separuh baya yang rupanya langsung menenggak antimo sebelum kereta berjalan, dengan anaknya yang mungkin masih SMA. Ini pun membuat saya terhibur lagi. Sumpah, pengalaman-pengalaman sepanjang perjalanan sebelum ini buruk sekali. Dan di halam terakhir ini saya pikir saya sedikit lebih beruntung. “Mau nengok mbah di Blitar”, jawabnya waktu saya iseng bertanya pada si anak. Sungguh, cuma itu saja. Selebihnya saya diam, lalu mulai menulis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Nulis apaan, sih ?” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Hmmh”, saya ,menoleh. “Owh. Jurnal”. Saya menjawab pendek lalu mulai lagi. Sampai mana tadi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Acak-acakan banget”, anak ini mulai lagi &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Buat dibaca sendiri aja kok”, kata saya tanpa menoleh&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kepalanya menjulur. Mencoba ikut membaca. “Hei, yang ini bagus”, katanya sambil menunjuk satu baris kalimat. Saya menutup buku di tangan dengan segera. Mungkin muka saya langsung merah. Terus terang, saya tidak bisa menulis dengan pembaca lain disamping saya. Setelah selesai, bukan masalah. Asal jangan ketika saya menulis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Kata-kata buat pacarnya ya ?” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya berfikir sejenak. Ah, lagi-lagi, anak muda jaman sekarang. Pacar ?. Apakah saya punya pacar ?, saya bertanya sendiri, wajah itu berkelebat singkat, lalu menjawab singkat : “iya”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Cantik ga pacarnya ?” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Buku tulis saya simpan di tas. Mood menulis menguap entah kemana. “Iya, lah. Saya kan cakep”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anak itu tertawa. Renyah macam kacang goreng. “Ada fotonya ga ?”. Saya menggeleng. Saya bukan orang seperti itu, yang bawa-bawa foto orang lain dalam dompet kemana-mana. Lagipula, saya tidak suka pakai dompet. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Saya ga bawa fotonya, tapi kalo kamu mau, saya bisa cerita tentang dia”, kata saya tiba-tiba. Dia mengangguk. Lalu bendungan itu tumpah ruah. Kemana-mana. Saya bercerita panjang lebar. Dia mengangguk-angguk. Kadang menggeleng. Kadang mengusap airmata. Kadang tertawa. Saya menerawang jauh diujung cerita. Anak itu melongo. “kok bisa gitu ya …” ia bertanya. Entah pada siapa. Entah buat apa. Lalu kami berdiam-diam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam itu kereta menderu kencang. Mengeluarkan suara kriyet-kriyet, khas barang rongsok yang dipaksa bekerja diluar batas kemampuan. SI ibu tidur telentang, mengambil bangku untuk dirinya sendiri. Saya di bangku depannya, dengan si anak SMA yang terantuk-antuk. Kepalanya membentur kaca jendela berkali-kali. “Bang, saya mau tidur tapi ngga bisa”, katanya menunjuk bangku yang kami duduki. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya mengangkat bahu tak mengerti. “maksud kamu ?”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Kalo ngga keberatan, saya pinjam … “ &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Owh. Saya paham. Tak usah dilanjutkan. Hal-hal begini memang bisa dan biasa terjadi. Apalagi sama saya. Dan dengan rela saya meminjamkannya semalam. Jadi begitulah, saya tidur beralas koran di kolong bangku. Sakit badan ini sudah tak terkira sampai tak lagi terasa. Sementara anak SMA tadi meminjam tas saya buat bantal. Si ibu dan anak tertidur pulas di “kasur” masing-masing. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Di kolong, saya menulis panjang lebar. Termasuk peristiwa barusan. Berulang kali saya membacanya sampai hapal. Lalu bernyanyi sejenak sebelum tidur. Nyanyian yang terpotong kemarin malam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Biarkan aku menjaga, perasaan ini &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Menjaga segenap cinta yang telah kau beri &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Engkau pergi aku takkan pergi Kau menjauh aku takkan jauh &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sebenarnya , diriku  masih mengharapkanmu …&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Waktu anak dan ibu itu turun di Blitar saya berikan buku itu. “Buat kamu”, kata saya pendek. Dia heran. Tak apa. Saya mampu mengingat. Apapun itu. Tempat. Kata-kata. Tulisan. Orang-orang. Bahkan buat jangka waktu yang lama sekali. Sangat-sangat lama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikianlah perjalanan itu berakhir dengan selamat ketika kereta memasuki stasiun kota baru. Saya melompat ringan. Berkata sesuatu untuk seseorang. “Sayang, aku sudah sampai”. Bukan : aku pulang. Karena saya tahu rumah saya bukan disini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Rumahku, kamu. Jadi ijinkan aku pulang.&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-4874727621393660463?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4874727621393660463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/4874727621393660463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/10/yang-terlewatkan-8.html' title='YANG TERLEWATKAN 8'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-9168764125062385998</id><published>2009-10-15T22:04:00.001+08:00</published><updated>2009-10-15T22:04:52.988+08:00</updated><title type='text'>YANG TERLEWATKAN 7</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Prewords : &lt;a title="Permanent Link to There was" href="http://mereka-memanggilku-hujan.blog.friendster.com/2008/02/there-was/" rel="bookmark"&gt;There was&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Thursday, February 28th, 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Once Upon a time.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya suka kalimat itu. Entah kenapa hari ini saya suka banget bilang kalimat itu. Yeah. Suatu waktu di masa lalu. Kenapa ya yang namanya masa lalu itu BIASANYA selalu menyenangkan buat diingat-ingat. Semakin lampau semakin menyenangkan. Rasanya seperti permen yang lebur di mulut. Sambil menerawang ke langit. Hmmmh. Yeah, masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi saya selalu mengingatnya. Masa-masa seperti itu, ketika Mama membelikan kursi merah kecil untuk tempat duduk saya. Atau ketika kami bertiga (saya, ndut dan teteh) foto bareng di fotobox. Atau waktu saya tergila-gila chatting di wakaka. Atau menjadi crew di ngopienet. Atau ketika manggung mandi hujan badai di surabaya bersama the almighty MayDay. Atau ketika menunggui seseorang bangun dari tidurnya hanya untuk berkata : kamu lucu banget kalo bangun bobo. Hmhh.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disanalah kenangan itu. Ada dan akan selalu melekat. Yang banjir air mata atau berurai tawa. Sampai nanti kamu akan melihat kebelakang dan tersenyum. Ya. Mungkin bukan sekarang, besok atau nanti. Tapi saya percaya, kapanpun itu, waktu akan menyembuhkan semuanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-9168764125062385998?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/9168764125062385998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/9168764125062385998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/10/yang-terlewatkan-7.html' title='YANG TERLEWATKAN 7'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-2224615281081459933</id><published>2009-10-15T22:01:00.000+08:00</published><updated>2009-10-15T22:03:33.202+08:00</updated><title type='text'>YANG TERLEWATKAN 6</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Prewords : &lt;a title="Permanent Link to 2008" href="http://mereka-memanggilku-hujan.blog.friendster.com/2008/01/2008/" rel="bookmark"&gt;2008&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wednesday, January 2nd, 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hujan seperti mengamuk. Turun tanpa henti. Tak peduli orang-orang yang tumpah ruah ke jalan-jalan. Saya berdiri di ketinggian. Mengamati malam menjelang pergantian tahun. Memandang tak mengerti apa yang istimewa dari malam ini. Toh tanggal 1 januari tak akan merubah apa-apa. Bumi masih terbentang. Langit masih diatas. Matahari masih bersinar. Dan hujan masih akan tetap turun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masih di ketingian itu. Musik berdentam keras. Semua crew hampir lepas kendali. Tertawa dan bicara diluar kesadaran mereka. Berlarian. Saling kejar dan bercanda. Menunggu detik-detik itu. Orang-orang makin banyak dan menumpuk. Masif luar biasa. Kemacetan tak terhindarkan. Suara terompet berbaur dengan suara knalpot atau lenguhan orang berciuman di jalan-jalan. Padahal di tempat saya berdiri cuma sebuah hotel di kota kecil saja. Sungguh saya tak bisa membayangkan apa yang sedang terjadi di Madison Square Garden. Atau di bawah menara Eifel. Pasti ribuan kali lebih gila dari ini. Dan pasti, saya akan merasa jutaan kali lebih terasing dari ini. Saya benci keramaian. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya melamun lagi. Inikah hedon manusia ?. Melewati pengurangan umur dan kesulitan hidupnya dengan kehebohan seperti ini. Dengan segala hura-hura. Kadang, memang diselipi basa-basi sekerat doa buat tahun depan. Ah, betapa memang tuhan sudah mati. Yah. Berdoalah. Dikala kamu bersuka ria. Apalagi waktu susahmu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Letusan kembang api mengaggetkan saya. Bertalu-talu. Segala suara yang ada di bumi ditumpahkan malam itu. Kerasnya jangan ditanya. Saya tersentak. Hmh. 2007 lewat sudah. Terkubur bersama segala yang ada di dalamnya. Cinta. Tawa dan dosa. 2008 ini mau apa ?. Dimana ?. Dengan siapa ?. Dan yang paling penting : bagaimana ?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;.&lt;br /&gt;Orang-orang menyalami saya. Beberapa memeluk akrab. Menepuk punggung. Mengucapkan selamat. Saya tersenyum. Tambah lama tambah lebar. Lama-lama saya pun ikutan tertawa. Ikut-ikutan menyalami orang-orang. Ikut-ikutan memeluk mereka. Entah siapa mereka itu saya tak lagi peduli. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2008 akan datang. Dengan semua hal yang pasti baru. Entah masalah baru. Kesulitan baru. Orang-orang baru. Harapan baru. Lembaran baru. Apapun itu, biarlah. Yang akan terjadi ya terjadilah. Malam ini, saya tidak ingin sendiri. Dan lebih dari itu, saya tidak ingin secara sadar melewatinya. Dunia ini makin gila. Begitu juga saya. Jadi mari-mari. Mengangkat gelas. Untuk apapun itu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk 2008. Kemarilah. Riangkan dunia !.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-2224615281081459933?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/2224615281081459933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/2224615281081459933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/10/yang-terlewatkan-6.html' title='YANG TERLEWATKAN 6'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-5939937240682040496</id><published>2009-10-15T21:59:00.001+08:00</published><updated>2009-10-15T22:01:37.784+08:00</updated><title type='text'>YANG TERLEWATKAN 5</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Prewords : &lt;a title="Permanent Link to MELTING" href="http://mereka-memanggilku-hujan.blog.friendster.com/2008/01/melting/" rel="bookmark"&gt;MELTING&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sunday, January 13th, 2008 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pernah ngga sih kamu sadar betapa besar efek sebuah tulisan buat orang lain ?. Okey. Kita ambil contoh tulisan : DILARANG MASUK di sebuah kamar atau ruangan. Well yeah, itu memang bisa jadi benteng pertama yang ampuh untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan (atau orang yang ngga penting banget !!!) buat masuk. Apalagi jika ditambahi kunci. Apalagi ditambahi police line, terus kawat duri, dikasih setrum pula, terus dikasih anjing penjaga, sama marinir bersenjata lengkap, plus ladang ranjau. Wah !.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oke well itu salah satu contoh yang sangat berlebihan. Tapi memang benar kok. Kata-kata atau tulisan pasti punya efek buat mengubah atau menghentikan. Banyak contoh-contoh lain yang belum tentu kita sadari efeknya buat orang lain.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hei, coba tebak, apa reaksi yang kamu lakukan kalau membaca sebuah tulisan. Pendek saja. Satu kalimat pendek. Seperti :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tolong jangan hubungi aku lagi.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;kaget … ? yah, sudah pastilahsedih …  ? wajar bangetmarah … ? kamu yakin bisa benar - benar marah ? down ?, terpuruk ?, kalap ?, atau bahkan siap buat bunuh diri ?. Bisa jadi. Yah, saya bilang yang terakhir itu BISA JADI. seperti itulah, kalau kamu mau tau. Atau sedikit saja mencoba buat tau. Atau berhenti pura-pura ngga tau.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku ga bisa bilang apa-apa. Cuma tertegun sebentar lalu ambruk ke lantai. Kamu tau kan, aku ga sekuat itu. Aku ga akan pernah berhenti buat bilang WHY ?. WHY ?. WHY ? WHY ?. Seribu kali WHY ?. Semilyar. Bahkan tak terhingga.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yah sudahlah. Biar kenapa - nya disimpan sampai aku bisa mengerti sendiri. Iyah. Goodbye.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-5939937240682040496?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/5939937240682040496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/5939937240682040496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/10/yang-terlewatkan-5.html' title='YANG TERLEWATKAN 5'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-6338075899423636666</id><published>2009-10-15T21:57:00.001+08:00</published><updated>2009-10-15T21:59:44.765+08:00</updated><title type='text'>YANG TERLEWATKAN 4</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Prewords : &lt;a title="Permanent Link to apa kabar" href="http://mereka-memanggilku-hujan.blog.friendster.com/2008/01/apa-kabar/" rel="bookmark"&gt;apa kabar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wednesday, January 23rd, 2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seorang kawan lama mengirim sms. Pendek saja isinya : Apa Kabar Malang ?. Saya membacanya dan tertegun. Mungkin sedikit terharu. Memang ada apa dengan pertanyaan "apa kabar" itu ?.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah lama sekali berselang, sejak terakhir kali saya mendengar pertanyaan seperti itu. Benar-benar bertanya tulus. Ingin tahu. Ingin mendengar. Ingin mendapat berita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kabar. Iya, apa kabar saya selama ini ?. Selama ini mungkin saya menghilang dari mereka semua. Saya terlalu sibuk berputar disini. Di kota ini. DI tempat ini. Tanpa sempat menengok ke belakang. Saya terlalu sibuk untuk melupakan, sampai-sampai mereka-mereka yang selama ini ada pun pelan ikut memudar dari kepala. Saya terlalu sibuk -entah sibuk apa-. Mungkin cuma meyakinkan diri sendiri bahwa saya memang masih berguna disini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ah, kawan lama. Bertanya kabar. Mungkin pertanyaan itu biasa saja. Mungkin saya terlalu membesar-besarkan. Tapi saya mendadak ingin dunia mengerti, betapa sesuatu yang indah tergambar disini. Sungguh. Itu sangat berarti buat saya. Dan mungkin juga kita semua. Dari semua hiruk pikuk dunia dan hari-hari yang berjalan diatasnya. Kita terlalu terbiasa dengan hal-hal lain ; kata-kata cinta ala band jaman sekarang(akusayangkamubajingankayokngentotyukdilauttaik), makian marah dan benci metal "oyeeeh", atau desah pelan di suatu malam, entah dimana itu. Mungkin kita menyukai semua itu. Saya juga. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi sungguh, sebuah sms bertanya kabar di suatu sore ketika saya terhuyung turun dari angkutan ke arah tempat kerja dalam keadaan demam tinggi, ah, sungguh sangat mengharukan &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-6338075899423636666?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/6338075899423636666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/6338075899423636666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/10/yang-terlewatkan-4.html' title='YANG TERLEWATKAN 4'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-7451263981772531012</id><published>2009-10-15T21:55:00.000+08:00</published><updated>2009-10-15T21:57:16.210+08:00</updated><title type='text'>YANG TERLEWATKAN 3</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Prewords : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a title="Permanent Link to kontrakan" href="http://mereka-memanggilku-hujan.blog.friendster.com/2007/12/kontrakan/" rel="bookmark"&gt;kontrakan&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sunday, December 30th, 2007 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya kontrakan cowo (biasanya) berantakan. Kumuh. Penuh debu. Mirip kandang. Kotor. Tak beradab. Atau entah apalagi bahasa untuk menyebutnya. Yang paling halus adalah : kurang terawat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yah, memang begitulah adanya. Pun kontrakan kecil kami. 5 kamar untuk 10 orang. Itu dalam keadaan normal. Sehari-harinya rumah kami biasa menampung anak-anak lain yang mulai dari sekedar mampir sampai menginap berhari-hari. Pria atau wanita  :)). Banyak orang. Banyak watak. Banyak budaya. Banyak bahasa. Banyak keributan. Yang sedikit dari kontrakan ini cuma bahan makanan dan kesadaran untuk membersihkan rumah. Peraturan nya adalah tidak ada peraturan selama kamu tidak melanggar aturan orang lain. Bingung ?. Yah, intinya cuma pendek saja : jangan melanggar aturan orang lain kalau tidak mau aturan kamu dilanggar orang lain. Masih bingung ?, ini versi Kiwit mungkin lebih mudah : jangan menganggu selama kamu tidak mau diganggu. Gampang saja toh ?.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari depan kamu bisa melihat 3 kamar bejejer dan sebuah tangga menuju lantai 2. Kamar pertama ditempati pasangan Kiwit dan Ewin. Dua manusia tak serasi yang nyatanya bisa sekamar. Yang satu malasnya minta ampun. Yang satunya lagi lebih minta ampun lagi malasnya. Sebuah komputer terpasang pasrah disana, menjadikan kamar berkarpet merah ini tempat favorit untuk berkumpul. Main gitar dan bernyanyi sesuka hati tak ingat mati. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kamar nomor dua punya Ashar. Lembab tak berjendela. Berantakan selalu adalah ciri khasnya. Yang membuat takjub kamar sekecil ini masih bisa dibagi dengan bengkel kerja yang tersembuyi dibalik lemari kayu. Anak itu memang gemar sekali akan kegiatan bongkar membongkar. Komponen rusak, mainan rusak, hp rusak, dan semua-semua yang rusak bergeletakan di meja kerja. Saking rusaknya sampai-sampai yang punya kamar pun ikutan rusak.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kamar selanjutnya adalah kamar saya. Atapnya terbuat dari cor-coran beton membuat kamar ini anti bocor kecuali terjadi hujan rudal. Saya- Ferry-dan Aip berhimpitan didalamnya. Kadang rapih. Kadang sedikit berantakan. Sebuah kontainer warna-warni terpaksa dibagi tiga untuk menampung baju. DIbanding kamar lain, karpet hitam ini termasuk yang paling baik. Anak-anak biasa makan bersama disini. Atau Ferry bisa shalat. Atau main gaple dan mendengarkan radio karena di kamar lain tak ada radio seperti punya saya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Disebelah kamar saya ada sebuah ruangan hitam kelam dan becek. Karena ada kompornya orang bisa mengenali itu sebuah dapur. Kompor butut itulah penyambung perut kami. Ia telah berjasa melahirkan irisan-irisan tipis tempe dan bergelas-gelas kopi hitam pekat sebagai teman bicara. Piring-piring seadanya berjejer dengan gelas-gelas, sendok makan, dan sebuah pisau tumpul. Pisaunya cuma sebuah. Sumpah. Itu lebih baik buat kami, guna menghindari keributan yang melibatkan senjata tajam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Lanjut disebelah dapur adalah … yah… mari kita sebut ini kamar mandi. Bercat hijau. Keramik hijau. Dan berlumut yang tak lagi hijau. Tapi hitam. Setiap hari kami mandi, mencuci, pipis, "pup". meludah dan muntah-muntah disana. Baknya begitu kecil. Sehingga kami perlu memasang tulisan : HABIS MANDI BAK HARAP DIISI KEMBALI. Ini penting. Kami tak mau ada orang kalap yang mendadak pup atau pipis tanpa disiram lagi karena airnya habis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Naik ke atas adalah kamar pasangan suami istri Novan dan Anna. Selayaknya kamar pengantin baru kamu bisa menemukan semuanya disini. Apapun yang berhubungan dengan kegiatan suami istri. Sang istri penggemar motor tua. Sedang suaminya maniak motor tua. Lengkap sudah. Kami biasa memanggilnya Papa dan Mama biarpun usia mereka masih sangat muda. LCD flat lengkap dengan TV tuner ada juga. Kamar ini asyik untuk nonton film betulan dan film bohongan. Hehehehe.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kamar paling luar dihuni Doyok. Kamar paling bersih. Paling rapih. Tak ada sebutir debupun disana. Cuma kasur dan lemari. Tak pernah terkunci tapi juga tak pernah dikunjungi selain oleh pemiliknya. Kamar ini selalu bisu sebagaimana empunya kamar yang mirip pertapa. Pantang bicara kecuali memang sedang ingin bicara. Tak masalah orang berteriak-teriak. Kalau moodnya belum mau bicara, maka membisulah ia.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi setiap hari kami berkumpul disana. Ditambah Reddy. EKo. Markum. Unoy. Nino. Tompel. Mas Indra. Linda. Eka. Wulan. Pendik. Mas Ipin. Adi. Lunaw. Yudha. Mumu. Arif. Toni. Rian. Lukas. Dan segudang anak motor tua yang memang hobi berkunjung kesini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari kami mulai dengan ngopi dan menyumpah-nyumpah. Bercanda sebentar lalu memasak. Makan bersama dengan akrabnya. PIring plastik tanpa sendok. Menunya selalu tempe. Kadang dengan sarden atau telur. Yang jelas mie pasti hadir. Habis itu bikin kopi. Ashar pergi mencari nafkah. Saya ke studio. Erwin kuliah. Ferry kerja. Papa-Mama kuliah. Doyok ke konter. Aip mengerjakan pekerjaan rumah dan melamar. Doyok ke konter. Sepi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malamnya kami berkumpul lagi. Main gaple. Gitaran. Ngopi. Semacam itulah. Seperti itulah. Hei, kami tak pernah ebrharap terlalu tinggi. Asal ada beras dan tawa. Semua kesulitan pasti bisa dilewati. Kami bukan manusia super yang sibuk memikirkan keselamatan dunia dari ancaman bom nuklir atau serangan mahluk asing. Cuma sedikit manusia yang masih mau berharap agar hari esok bisa lebih baik. Dengan cara apapun itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Auooooo !!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-7451263981772531012?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/7451263981772531012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/7451263981772531012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/10/yang-terlewatkan-3.html' title='YANG TERLEWATKAN 3'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-7931074571204146075</id><published>2009-10-15T21:53:00.001+08:00</published><updated>2009-10-15T21:55:48.386+08:00</updated><title type='text'>yang terlewatkan 2</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;prewords : &lt;a title="Permanent Link to pagi" href="http://mereka-memanggilku-hujan.blog.friendster.com/2007/12/pagi/" rel="bookmark"&gt;pagi&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Monday, December 17th, 2007 &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam menua dengan cepat.Kami berdua menahan kantuk. Terhuyung-hunyung diatas motor tua yang tak seberapa kuat lagi untuk dibawa berlari. Diluar udara membekukan tulang. Kabut mengambang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Duduk lagi. Deru fan berdebu cepat menghentakku dari lamunan. Aku melihat berkeliling. Satu-dua orang duduk menghadapi monitor tanpa berkedip. Dari cara mereka memegangi mouse tanpa menyentuh keyboard sama sekali kita bisa mengambil kesimpulan apa yang sedang termampang di monitor itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pelan, kabut mulai menipis. Matahari mengintip malu-malu. Jalanan makin ramai. Tukang sampah. Tukang becak. Tukang sekolah. Tukang kantor. Tukang-tukang-tukang. Semuanya tukang. Semua berdesak-desak. Semua berebut tumpah ruah kedalam hari yang baru. Seolah takut tak kebagian.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku melihatnya dari sini. Kaca tembus pandang ini. Menunduk dalam untuk sekedar mengagumi semut yang berbaris rapi di teras. Selamat pagi dunia !.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3181156-7931074571204146075?l=subflaph.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/7931074571204146075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3181156/posts/default/7931074571204146075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://subflaph.blogspot.com/2009/10/yang-terlewatkan-2.html' title='yang terlewatkan 2'/><author><name>dydraa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01546649637819984361</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3181156.post-3315548504989310095</id><published>2009-10-15T21:50:00.002+08:00</published><updated>2009-10-15T21:53:35.157+08:00</updated><title type='text'>YANG TERLEWATKAN 1</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saturday, December 15th, 2007&lt;br /&gt;Prewords : to you&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seberapa lama kamu bisa melupakan ?. Seberapa kuat kamu bisa memaafkan ?. Seberapa tahan kamu bisa merindu ?. Seberapa jauh kamu bisa pergi ?.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata aku tidak bisa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Selalu - tidak - bisa.&lt;/div&gt;&lt;d
